Menjamu Selera di Pasar Ramadhan Setiawangsa


Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, bulan Ramadhan tentunya disambut meriah oleh warga Malaysia. Seperti halnya di Indonesia, suasana meriah menjelang buka puasa juga terasa di setiap sudut kota. Fenomena pasar kaget saat sore hari mendekati maghrib juga ada di sini, tentu dengan keunikan tersendiri yang mebuatnya berbeda dengan di tanah air. Seperti apa uniknya, yuk kita tengok.

Pasar kaget ramadhan di belakang stesen LRT Setiawangsa
Pasar kaget ramadhan di belakang stesen LRT Setiawangsa

Kalau di Kuala Lumpur, pasar kaget biasanya ada di dekat stasiun kereta, terutama LRT dan KTM komuter, yang dekat dengan pusat-pusat hunian. Tak heran, karena moda transportasi kereta memang menjadi pilihan utama penduduk KL, sehingga kepadatan manusia paling banyak memang di stasiun. Pasar kaget yang berlokasi di stasiun menjadi pilihan utama para pekerja yang terburu-buru pulang ke rumah menyambut buka puasa.

Kali ini saya akan mengulas pasar kanget di dekat Stesen (bahasa Melayu-nya stasiun) LRT Setiawangsa. Stasiun ini cukup strategis, hanya 5 stasiun dari pusat kota Kuala Lumpur City Center (KLCC) atau sekitar 15 menit saja naik kereta, dan dekat dengan apartemen-apartemen, baik yang kelas menengah maupun flat kelas bawah. Pasar ini berdiri di kompleks ruko-ruko yang terletak persis di belakang parkir mobil stasiun. Di sini, lapak-lapak berdiri cukup rapi dan tidak mengganggu jalan umum.

Ayam Tempayan Kramat, salah satu yang paling unik di Pasar Ramadhan Setiawangsa
Ayam Tempayan Kramat, salah satu yang paling unik di Pasar Ramadhan Setiawangsa

Lalu, apa saja yang dijual di sini? Karena yang berpuasa mayoritas adalah etnis Melayu, jajanan yang dijual pun kebanyakan khas Melayu. Yang paling unik adalah Ayam Tempayan. Kok bisa dinamakan demikian? Rupanya ayam-ayam ini dipanggang dalam tempayan alias guci. Ayam utuh yang direnggangkan dan dilumuri bumbu kemudian digantung dalam guci yang berisi arang membara. Guci-guci ini diletakkan persis di depan lapak sehingga menggoda setiap orang yang melintas. Setelah dipanggang, ayam-ayam menjadi berwarna coklat mengkilat yang sangat menggoda selera.

Ayam-ayam yang sudah dilumuri bumbu rahasia dipanggang dalam tempayan alias guci unik
Ayam-ayam yang sudah dilumuri bumbu rahasia dipanggang dalam tempayan alias guci unik

Pemandangan unik lainnya adalah bakul sayap ayam alias chicken wing. Sayap ayam ini disusun bertumpuk-tumpuk lalu dipanggang bersamaan. Aroma bumbu-bumbu khas langsung menyengat siapa saja yang lewat di depannya. Penampilan yang menggoda dan harga yang murah membuat lapak ini selalu ramai pengunjung. Untuk setiap sayap ayam dihargai RM 1,5, sementara kalau beli 10 dihargai RM 10. Satu RM setara kira-kira Rp 3700.

Chicken Wing yang murah meriah, selalu jadi buruan utama di Pasar Ramadhan Setiawangsa
Chicken Wing yang murah meriah, selalu jadi buruan utama di Pasar Ramadhan Setiawangsa

Hidangan yang cukup “standar” adalah nasi campur. Ada yang sudah dibungkus dalam kotak-kotak lengkap dengan lauknya, ada pula yang masih dipisah-pisah sehingga pembeli gampang memilih lauk. Untuk setiap bungkus nasi sayur dan ayam dihargai RM 4,5.

Tak hanya makanan berat, jajanan pasar pun sangat digemari di sini. Ada otak-otak tengiri, klepon yang disebut onde-onde dalam bahasa Melayu, donat, dan martabak mini. Tak ketinggalan makanan khas India pun banyak yang digemari warga setempat, terutama martabak, roti boom, dan roti samosa. Sepotong martabak ayam atau kambing dijual seharga RM 3, sementara samosa dibanderol  RM 3 per 4 potong. Oya, martabak India selalu dihidangkan dengan kari, jadi kalau dimakan tanpa kari terasa agak hambar. Lapak yang menjual roti-roti semacam cheese cake pun juga ada, dengan harga yang sangat terjangkau, sekitar RM 8 per satu kotak kecil.

Martabak India, selalu dilengkapi kari, yang selalu menjadi favorit pengunjung Pasar Ramadhan Setiawangsa
Martabak India, selalu dilengkapi kari, yang selalu menjadi favorit pengunjung Pasar Ramadhan Setiawangsa

Masakan khas Arab juga ada di sini seperi kebab, pita, dan roti lubnan. Walaupun banyak juga di Indonesia, tapi di sini kebab terasa lebih original, karena banyak juga orang timur tengah yang menetap di Kuala Lumpur. Sepotong kebab atau pita dihargai RM 3, tetapi kalu roti lubnan lebih mahal yaitu RM 6.

Pasar kaget pastinya tak lengkap tanpa jualan minuman. Ada banyak jenis minuman, tapi tak ada yang seperti es campur atau es teler. Warga setempat lebih menyukai minuman yang simpel, yang mudah dihabiskan dengan sekali teguk. Yang paling populer adalah susu soya alias susu kedelai. Selain itu ada air sirap selasih, air teh bunga, air mata kucing, air cocktail, air jagung, air tembikai susu, air bandung, dan air tebu. Ada pula jus segar, seperti jus mangga, jus buah naga, jus jeruk, dan jus apel. Harganya bervariasi, mulai dari RM 2 hingga RM 4 per bungkus.

Aneka minuman menggoda selera terpajang rapi di lapak ini
Aneka minuman menggoda selera terpajang rapi di lapak ini

Pastinya, semua jajanan dijamin halal dan pengawasan di sini lumayan ketat. Meskipun ramai, tapi pasar kaget ini masih lumayan rapi dan bersih. Pembelinya pun tak terbatas warga muslim Melayu, India, dan Arab yang ikut berpuasa. Banyak pula warga etnis Tionghoa maupun bule-bule yang turut berburu kelezatan berbagai makanan dari pasar kaget ini.

Tak ketinggalan, karena sebentar lagi bulan puasa sudah selesai, saya, Olen dan Oliq mengucapkan SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI, MAAF ZAHIR BATIN. Semoga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan dan berbagi keunikan lainnya.

Advertisements

10 thoughts on “Menjamu Selera di Pasar Ramadhan Setiawangsa”

  1. Asalamaualaikum….insha allah klo jdi 😀 ramadhan thn ini aku sm tmn2 3 org mau wisata ke kl…pasar ramdhan dnsna suasananya sm gk kyk kita di indo yah mas…makasih infonya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s