Tiga Masa Bersama AirAsia


Siapa yang bisa menduga saya anak kampung ini bisa menjelajah Asia. Siapa juga yang menyangka dengan perut buncit saya bisa melintas batas negara. Dengan bayi pun saya menyeberang benua. Semuanya berkat AirAsia.

Tiga Masa Bersama Airasia
Tiga Masa Bersama Airasia

Boleh dibilang impian menjelajah dunia itu menjadi impian sejak kecil, tapi apa daya zaman dulu sepertinya sulit sekali ke luar negeri. Selain fiskal yang menjadi hambatan, rasanya tiket pesawat pun hanya mampu dibeli oleh mereka yang berpunya. Baru medio 2000 adanya AirAsia Indonesia menjembatani halangan ini. Semua orang bisa terbang. Semua orang Indonesia bisa ke luar negeri.

Saya pertama kali terbang dengan Airasia pada awal tahun 2007, penerbangan Jakarta ke Kuala Lumpur untuk kemudian melakukan backpacking keliling Malaysia selama dua minggu. Sejak itu, AirAsia seolah-olah menjadi maskapai favorit dengan seringnya diadakan tiket promo dan rute penerbangan ke destinasi yang menarik.

Tanpa AirAsia mungkin saya masih anak kampung yang berputar-putar di lokasi sekitar rumah saja. Seperti katak dalam tempurung. Tanpa AirAsia, mungkin saya harus menabung berbulan-bulan untuk bepergian ke luar negeri — melihat dunia, mengecap budaya yang berbeda, sekaligus makin menghargai perbedaan di semesta ini.

Bersama AirAsia saya menyelami budaya Malaysia, menghargai persamaan budayanya dengan Indonesia serta mengenal lebih dekat perbedaannya. Dari indahnya pantai-pantai di Pulau Langkawi, semaraknya kota tua Georgetown di Penang, hingga hingar bingarnya Kuala Lumpur.

Thaipusam di Batu Caves, Malaysia
Thaipusam di Batu Caves, Malaysia
Megapolitan Kuala Lumpur
Megapolitan Kuala Lumpur

Pengalaman dengan AirAsia terus terang saja tidak semuanya mengesankan. Saya ingat masa ketika AirAsia tidak menerapkan nomor kursi sehingga penumpang rela antre di depan gate, dan kemudian berebutan mencari kursi yang paling strategis. Untungnya, maskapai ini selalu berusaha memperbaiki aturan dan kebijakan demi kenyamanan penumpangnya. Duh, kenapa mendadak bahasanya jadi kaku banget ya? Efek nonton debat capres nih!

“Len, ke Vietnam yuk!” kata teman sekantor waktu saya masih kerja di Aceh pascatsunami. Langsung saya iyakan tanpa basa-basi. Tanpa AirAsia, kami mungkin harus terbang ke Jakarta dulu untuk bisa ke luar negeri. Nyatanya, penerbangan langsung Banda Aceh-Kuala Lumpur benar-benar membuat semua orang bisa ke luar negeri — dengan efisien dan ramah di kantong tentunya!

Menelusuri Delta Mekong
Menelusuri Delta Mekong

Trip ke Ho Chi Minh City dan Phnom Penh itu sangat mengesankan karena kami lakukan tepat pada bulan Ramadhan. Saya sampai harus berpanjang lebar menjelaskan mengapa kami tidak boleh makan dan minum pada beberapa orang lokal yang menawari makanan. Idul Fitri di Saigon, disusul dengan wisata sejarah di Phnom Penh membuat saya makin cinta traveling.

Apa kabar yang paling ditunggu dari maskapai?

Jawabannya sederhana: tiket promo. Nah, siapa lagi yang pernah menjual tiket Rp 0 kalau bukan AirAsia. Saya sampai rela bergadang demi mendapat tiket gratis, salah satu keberhasilan paling keren adalah Jakarta – Kota Kinabalu yang cuma Rp 250 ribu pulang pergi sudah termasuk bagasi. Hmmm, pajak bandara saja lebih mahal daripada tiket berangkatnya ya! Dari Kota Kinabalu saya menyeberang hingga ke Brunei Darussalam, satu lagi negara Asia Tenggara saya kunjungi.

Bulan madu pun tidak lepas dari AirAsia, ketika saya dan suami terbang ke Ho Chi Minh City dan dilanjutkan ke Hanoi di Vietnam. Bagi kami, pernikahan mewah itu tidak penting, lebih baik uangnya digunakan untuk bertualang di tempat-tempat yang eksotik.

Katedral Notre Dame di Ho Chi Minh City
Katedral Notre Dame di Ho Chi Minh City
Honeymoon escape to Vietnam
Honeymoon escape to Vietnam

Perjalanan paling gila dengan AirAsia adalah ke New Delhi di India ketika saya sudah hamil 4,5 bulan. “Wong edan!” kata salah seorang teman kantor waktu itu. “India kan kotor. Lagian kalau kamu mbrojol di sana gimana?” Nyatanya kehamilan saya sama sekali tidak ada masalah, bahkan ketika kami terpaksa menginap semalaman di Stasiun Agra Cant karena kereta yang terlambat 10 jam akibat kabut tebal. Tambahan lagi, saat itu adalah puncak musim dingin sehingga suhu di bawah 5 derajat Celcius. Oh, dan sebelum itu pun ditangkap polisi di Taj Mahal.

Bawa jabang bayi ke Taj Mahal
Bawa jabang bayi ke Taj Mahal
Hamil tua di Phuket
Hamil tua di Phuket

Dua masa sudah bersama Airasia: masih single dan senang traveling solo, hingga menikah dan hamil.

Kebersamaan dengan Airasia dilanjutkan ketika kami memiliki bayi. Kalau bukan karena tiket murah Airasia, rasa-rasanya mustahil kami liburan keluarga ke Australia. Saat itu anak saya Oliq berusia 6 bulan, kami terbang CGK-KUL-MEL dan menghabiskan hampir 2 minggu di Negeri Kanguru.

Oliq (6 bulan) mejeng di depan Harbour Bridge, Sydney
Oliq (6 bulan) mejeng di depan Harbour Bridge, Sydney

Kids are never too young to travel. – Backpackology

AirAsia sudah mengubah dunia traveling. Dulu, hanya yang kaya yang bisa traveling ke luar negeri. Kini, semua orang juga bisa. Dari pegawai biasa hingga milyuner, dari bayi hingga orangtua, anak sekolah hingga eksekutif muda, semuanya bisa!

Punya anak justru membuat saya makin gila jalan-jalan. Setelah Australia, kami bertualang ke berbagai kota di Indonesia. Setelah itu dilanjutkan dengan terbang ke Jepang ketika Oliq berusia 13 bulan. Hingga sekarang, bersama AirAsia kami sudah bertualang ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja. Pastinya akan makin bertambah lagi.

Kiyomizu-dera Kyoto
Kiyomizu-dera Kyoto
Krabi di Thailand
Pantai Ao Nang di Krabi

Karena AirAsia, Oliq tidak akan jadi seperti katak dalam tempurung. Bersama AirAsia, kami akan terus menjelajah dunia!

Lalu ke mana berikutnya? Mungkinkah Nepal?

 

Advertisements

26 thoughts on “Tiga Masa Bersama AirAsia”

      1. Aku taune ming menang NUB wekekek. Tur yo jrg melu sih. Iki terpaksaaaa bgt melu soale hadiahe keren hahaha

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s