Pantai Goa Langir di Sawarna, Suka Banget!


Dari beberapa pantai di Sawarna, yang paling terkenal adalah Pantai Pasir Putih Ciantir. Selain itu ada Tanjung Layar dan Legon Pari. Buat saya, pantai favorit di sini malah Pantai Goa Langir. Sepi, bagai pantai pribadi.

Panta Goa Langir di Sawarna, biru!
Panta Goa Langir di Sawarna, biru!

Saya penggemar jalan-jalan, dan tidak malu mengakui saya juga suka kok ke tempat yang touristy, yang ramai dan lagi naik daun. Tapi, jujur, biasanya saya melipir ke tempat yang agak sepi, menjauhi keramaian. Saya tidak suka keramaian, makanya tidak pernah pergi ke konser atau nobar sepakbola — mending juga nonton sendiri di rumah kalau nangis nggak ketahuan.

Nah, di Sawarna ini ternyata yang menjadi favorit saya adalah Pantai Goa Langir, berada sekitar 2 km dari pusat keramaian wisatawan. Selepas gerbang retribusi, kami masih harus masuk beberapa ratus meter lagi, melalui hutan dan tebing karang. Tidak ada parkiran, jadi harus pandai-pandai mencaci tempat parkir supaya tida terperosok di pasir dan mudah keluar apabila tiba-tiba ada mobil lain yang datang.

Waktu ke sini hanya ada seorang pria, duduk termenung di atas sebuah batu. Rokok menyala di di tangannya, sementara sebuah kaleng minuman ringan tergeletak di sebelahnya. Pandangannya menerawang jauh. Aduh, jangan-jangan lagi make narkoba, pikir saya. Agak deg-degan mengawasi Oliq yang main-main sendiri di pasir sementara bapaknya entah ke mana ambil foto.

Pantainya luas, sepi, bagai milik pribadi
Pantainya luas, sepi, bagai milik pribadi

Mungkin saya yang berprasangka buruk saja. Mungkin saja masnya ini seorang penyair yang sedang mencari ilham (Ilhaaaaam dicariin tuh!). Atau mungkin lagi sedih karena diputusin pacarnya. Bisa juga lagi bingung karena dikejar-kejar pemilik kontrakan.

Ash, mbuhlah. Kami menyelinap ke balik karang besar. Pemandangan pantai terlihat sangat luas. Berbeda dengan pantai-pantai Ciantir dan Tanjung Layar yang memiliki warung-warung sebagai peneduh, di sini saya malah sangat nyaman berlindung di bawah bayangan tebing karang. Sejuk. Angin semilir berhembus. Pasir pantai terasa lembut di pantat, tidak kalah dengan kasur belasan juta di hotel mewah.

Betah rasanyaberlama-lama di pantai ini, menikmati deburan ombak, putihnya pasir pantai yang bersatu dengan lautan biru. Oliq mulai dari bermain pasir, lari-lari, sampai tiduran di pasir. Saya sempat tinggal beberapa kali karena tergoda untuk ambil foto-foto tebing dari sudut yang lain.

Anaknya udah nganggep kasur aja
Anaknya udah nganggep kasur aja

Sayang, memang, di sana sini terlihat botol-botol minuman berserakan. Saya sering bertanya-tanya, apa segitu beratnya membawa botol kosong hingga menemukan tempat sampah. Popok pesing Oliq saja saya tenteng ke mana-mana.

Wahai kau yang ubah surga ini menjadi neraka, sadarlah!

Tak perlulah selalu menyalahkan pemerintah akan kekurangan ini itu, kalau kau sendiri tidak sadar. Biar disediakan sejuta tong sampah pun kalau kau terlalu malas untuk melangkah satu dua meter, untuk apa?

Goa Langir mungkin tidak banyak dikenal, tapi indahnya nyata. Nyamannya pun terasa.

Begitu mendapatkan sinyal, saya langsung mentweet tentang pantai ini. Dan ada balasan dari om cumilebay.com yang bilang, “Temen gue kesurupan di Goa Langir.”

Gubraks.

 

Advertisements

10 thoughts on “Pantai Goa Langir di Sawarna, Suka Banget!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s