Makan Enak di Negeri Paman Ho


(Versi yang diedit sudah dimuat Republika, 11 Maret 2014)

Beberapa tahun belakangan ini pariwisata Vietnam semakin berkibar di dunia internasional. Wisatawan dari negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia sering menjadikan negara ini sebagai tujuan utama wisata mereka, selain Thailand. Dewasa ini para pelancong dari negara-negara Asia pun makin berminat untuk mengunjungi objek-objek wisata di Vietnam. Sementara itu dari wisatawan dari Indonesia juga melonjak drastis dengan dibukanya beberapa rute penerbangan murah dari Jakarta ke Ho Chi Minh City walaupun mungkin harus tetap transit.

viva

Buat saya, Vietnam tetap jadi tujuan favorit di Asia Tenggara, hingga saya sampai mengunjunginya dua kali.

Vietnam memiliki sejarah kelam akibat perang saudara di tahun 1970-an. Namun kini peninggalan sejarah tersebut justru menjadi aset wisata yang sangat menarik. Negeri ini juga diberkahi oleh panorama alam yang luar biasa. Untuk urusan perut, Vietnam menawarkan berbagai jenis masakan khas yang tidak hanya lezat, melainkan juga sehat!

Wisatawan baik dari Asia, maupun belahan dunia lain, sering menjadikan Vietnam sebagai destinasi untuk backpacking, alias berjalan-jalan murah. Saya pun demikian. Ada sejuta alasan untuk menjadikan Vietnam sebagai tujuan backpacking saya. Kuliner adalah salah satunya.

Jajan Murah di Vietnam

Ada berbagai jenis makanan Vietnam yang sudah dikenal secara luas, namun tidak ada yang mengalahkan ketenaran pho.

Pho adalah makanan nasional Vietnam yang berupa mi dari tepung beras dengan kuah kaldu jernih. Biasanya menggunakan daging sapi (pho bo) dan ayam (pho ga). Yang jelas harus berhati-hati karena banyak juga yang menggunakan daging babi.

Pho bisa anda nikmati di restoran-restoran, bahkan di rumah makan waralaba seperti Pho 24 atau Pho 2000 – yang bahkan memiliki cabang di Indonesia. Namun,  anda belum benar-benar di Vietnam bila belum merasakan pho di kaki lima. Hanya sebagai gambaran, harga satu mangkuk pho berkisar antara 20.000 hingga 30.000 dong, itu setara dengan Rp 10 ribu – 15 ribu. Murah kan?

Siput tampaknya juga menjadi salah satu kudapan khas Vietnam yang wajib dicoba. Saya menemukan cukup banyak pedagang siput rebus di Vietnam. Siput direbus dengan bumbu jahe, serai, dan daun jeruk. Anda dapat memesan satu mangkuk kecil atau besar, dan memilih jenis siput apa saja yang anda inginkan. Mereka akan memberikan siput-siput rebus tersebut dengan semangkuk saus dan batang besi yang digunakan untuk mencongkel daging siput. Biasanya sausnya terbuat dari air yang dicampur kecap ikan, cuka, gula, dan perasan jeruk nipis.

Salah satu kelebihan tinggal di Hanoi dan Ho Chi Minh City adalah dapat selalu menikmati makanan laut segar yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Berbagai macam binatang laut seperti cumi-cumi, udang besar, kepiting serta berbagai macam kerang dapat dinikmati. Semua ini biasanya dimakan sebagai cemilan, bukan sebagai lauk.

Anda biasanya disuruh memilih jenis apa yang anda inginkan per kilo, dan bagaimana cara memasaknya. Ada berbagai macam cara memasak, misalnya kerang yang dikukus dengan jahe, daging kepiting ditumis dengan bihun, dan cumi panggang. Ketika pertama kali memesan makanan di Vietnam saya kaget dengan porsi lalapan yang disediakan, satu baskom besar berbagai jenis sayuran untuk satu meja. Jauh melebihi porsi lalapan di rumah makan Sunda! Di Ho Chi Minh City, ada berderet-deret warung tenda yang menjual seafood segar di seberang Pasar Ben Thanh.

Makanan lain yang mungkin ingin Anda coba adalah banh my pate atau sandwich khas Vietnam. Roti isi ini merupakan salah satu peninggalan masa kolonial Perancis. Roti yang digunakan adalah baguette (roti Perancis – kadang ada yang menyebutnya dengan roti pentung). Isian yang paling umum adalah daging, ketimun, sosis, selada, dan saus pedas. Variasi lainnya adalah banh my trung dengan isian telur,bawang daun, dan ketimun, selada serta saus pedas.

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Salad Vietnam bahkan lebih segar daripada salad barat, dengan bahan yang lebih unik serta eksotis. Bahan yang umum digunakan untuk salad adalah jantung pisang, tangkai teratai, dan pepaya muda. Nom du du adalah salad pepaya muda dengan rasa manis dan asam, dibubuhi dengan daging sapi kering.

Salah satu yang membuat saya minder ketika berkunjung ke Vietnam adalah mayoritas perempuan lokal memiliki tubuh langsing. Mungkin karena orang Vietnam memiliki kebiasaan mengkonsumsi sayuran segar, makanan rendah minyak, serta buah-buahan segar. Pedagang buah segar keliling sangat mudah ditemukan di jalanan, bahkan mereka berjualan hingga tengah malam.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan ketika membicarakan Vietnam adalah kopinya. Kopi Vietnam biasanya diminum dengan susu kental manis, diminum panas maupun dicampur es. Kopi ini disaring dengan sebuah alat sederhana bernama phin. Penjual kopi Vietnam sangat mudah ditemukan di sudut-sudut kota, harganya mulai dari 10.000 dong per gelas.

Restoran Halal di Hanoi dan Ho Chi Minh City

Bila hendak berwisata kuliner di Vietnam, lokasi paling tepat untuk memulai penjelajahan adalah dua kawasan backpacker yaitu Old Quarter di Hanoi dan Pham Ngu Lao di Ho Chi Minh City. Seperti juga banyak kawasan backpacker lainnya di dunia, dua tempat ini ibaratnya surga kuliner murah.

Warung-warung kaki lima, tenda-tenda di pinggir jalan menyediakan berbagai makanan khas yang memang pantas untuk dicicipi. Kelebihannya adalah harganya yang murah, hampir sama dengan harga makanan di kota-kota di Indonesia.

Hal yang paling menyulitkan adalah memastikan kehalalan makanan, terutama karena daging babi dikonsumsi secara luas di negara Ho Chi Minh ini. Biasanya saya cenderung memilih makanan laut atau vegetarian bila ragu-ragu.

Bila Anda tetap ingin menyantap makanan khas Vietnam tanpa ragu, ada beberapa restoran yang memiliki sertifikat halal. Di Ho Chi Minh City, ada beberapa restoran halal di sekitar Masjid Dong Du, tidak jauh dari beberapa lokasi wisata di kota itu.

Jangan ragu lagi, kunjungi segera negara Paman Ho ini, nikmati peninggalan sejarahnya dan cicipi kuliner khasnya!

Box:

Beberapa rekomendasi restoran halal yangmenyediakan menu khas Vietnam:

Quan An Ngon

18 Phan Boi Chau, Hanoi

 

Halal Restaurant

 80 Giang Vo, Hanoi

Halal@Saigon

31 Đông Du, Ho Chi Minh City tepat di hadapan Masjid Dong Du

Lion City Cafe & Restaurant,

45 Le Anh Xuan, dekat Pasar Ben Thanh HCMC

Vn. Halal (Muslim Food Restaurant)

14 Pham Hong Thai, dekat Pasar Ben Thanh HCMC

Advertisements

3 thoughts on “Makan Enak di Negeri Paman Ho”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s