Glamourous Malacca!


Kalau ada tiket promo ke KL tapi sudah pernah (atau malah sering) ke ibukota Malaysia ini, tetap ambil saja tiket promonya. Masih banyak tempat wisata menarik di luar seputaran Menara Petronas-Jalan Petaling- Batu Caves. Salah satu kota favorit kami adalah Melaka.

unesco

Melaka hanya dua jam perjalanan dengan bus dari Kuala Lumpur. Bus dapat dicapai melalui Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dari Kuala Lumpur maupun langsung dari KLIA/LCCT. Tiket pun hanya sekitar RM 12, setara dengan 50 ribu rupiah. Bus akan berhenti di Melaka Sentral. Yang belum sarapan, bolehlah mampir sarapan di warung-warung di terminal ini yang kebanyakan menjual bakso, soto, dan pecel lele. Jom!

Di mana mesti menginap di Melaka? Yang pasti pilihlah di sekitar Jonkers Walk, tidak jauh-jauh dari Kota Tua Melaka. Penginapan juga cenderung murah, banyak model guesthouse di pinggiran sungai. Salah satu rekomendasi adalah Riverview Guesthouse, yang sayangnya tidak mengizinkan membawa anak di bawah 15 tahun.

Urusan perut, Jonkers Walk tempatnya. Ada yang menjual nasi lemak gaya nasi kucing, harganya RM 1,5 per bungkus. Ada juga yang jual laksa, telur dadar kerang (oyster omelette), char keow teoy. Yang paling sedap adalah baked seafood yang dimasak dengan bumbu Nyonya. Masya Allah *lap iler*

oyster

Sekarang kita ke tempat wisatanya. Mau keliling kota tua paling oke naik becak. Becaknya tidak seperti becak Jogja yang harganya suka nuthuk. Di sini tambang alias tarif sudah ditetapkan. Pusingan kecil RM 20 (30 menit), pusingan besar RM 40 (1 jam). Becaknya heboh bin rempong dengan berbagai hiasan bunga warna menyala. Saya, Puput dan Oliq naik becak dengan desain bentuk hati yang sangat valentine. Itu belum seberapa hebohnya. Ada becak yang dihias warna merah muda cerah dilengkapi dengan banyak boneka Hello Kitty, plus musik yang gedombrengan. So glam!

gereja

Melaka ini indah karena terpengaruh berbagai budaya, antara lain Portugis, Inggris, Belanda, selain juga Melayu dan Cina. Oh ya, Melaka adalah Kota Warisan Dunia yang ditetapkan UNESCO pada tahun 2008. Jangan lupa foto dengan tembok yang bertuliskan ini ya!

Dua museum paling terkenal di Melaka adalah Museum Kesultanan Melaka dan Museum Warisan Baba Nyonya. Portugis meninggalkan jejak mereka di kota ini melalui Benteng A Fomosa yang didirikan pada tahun 1511. Belanda meninggalkan bukti mereka pernah jaya dengan Stadthuys yang dibangun pada tahun 1650 untuk kediaman Gubernur Belanda.

Lalu ada pula Kuil Cheng Hoon Teng di Jalan Tokong. Saat ke sini, kebetulan bertepatan dengan Tahun Baru Cina, jadi kuil dan sekitarnya sangat meriah dihiasi lampion merah. Tak jarang terdengar petasan dan kembang api.

DSC01650

Peninggalan sejarah lainnya adalah Masjid Kampung Kling di jalan Tukang Emas. Kebetulan kami menginap di Da Som Inn Guesthouse tepat di depan masjid, jadi waktu malam Jumat suasana agak mirip dengan di Jombang, ada yasinan.

Ke Melaka belum lengkap kalau tidak ikut river cruise menyusuri Sungai Melaka. Cruise ini menempuh 9 km. Dari perahu bisa melihat pinggiran kota Melaka – yang langsung bikin iri. Terbayang kapan pinggiran Kali Ciliwung bisa seperti ini. Cantik, rapi, indah, artistik. Perahu juga melewati Kampung Morten, merupakan kampung tradisional yang masih terjaga kelestariannya.

jembatan

Perahu melewati hutan bakau yang ditanam dan dilestarikan sepenuhnya oleh Pemda Melaka.

Perjalanan dengan perahu ini juga asyik karena melewati berbagai jembatan dengan beragam desain, salah satunya adalah Jembatan Kampung Jawa.

Ada juga museum transportasi dengan kereta api, pesawat dan mobil pemadam kebakaran. Di sini biasanya berkumpul keluarga dengan anak-anak kecil.

Salah satu favorit Oliq di Melaka adalah Maritime Museum dengan replika kapal besar. Di dalamnya terdapat berbagai replika kapal dan peninggalan sejarah lainnya.

taming

Mau melihat Melaka dari atas? Ada Menara Taming Sari, yang merupakan menara berputar pertama di Malaysia. Beda dengan menara-menara lainnya di mana kita naik lift ke observation deck, di Taming Sari ini kita langsung duduk di kursi observation deck, dan deknya naik perlahan-lahan hingga ketinggian 80 meter (total tinggi menara 100an meter). Sampai di ketinggian tersebut, dek akan berputar sendiri 360 derajat sehingga pengunjung dapat menyaksikan Melaka dari atas. Terlihat cantik, rapi, dan indah.

Sampai di bawah Oliq langsung teriak, “Mau naik manana lagi!”

“Mbahmu, Le, larang je.”

Dua hari dua malam belum puas rasanya berkeliling Melaka. Langsung kami merencanakan kalau ada saudara datang akan diajak ke Melaka. Melaka memang ngangeni.

Teriring salam dari kami,

becak

 

 

Advertisements

14 thoughts on “Glamourous Malacca!”

  1. hahahahahahahaha #NgikikPasBacaBagian “Mbahmu le, larang je”
    Sudaaahh, Aik naiknya sama bulik aja yaaaaa *macak jd buliknya Oliq*

    oiya mbak, “bumbu Nyonya” itu yg kayak apa? Baru tahu ini soalnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s