Pijat Mana yang Paling Enak?


Saking sakaunya pengen pijat, tiba-tiba aja ada ide nulis tentang ini. Well, well, mulai dari mana kita?

Biarpun saya bilang Indonesia itu punya pijat tradisional paling enak, di negara-negara lain sepertinya yang paling terkenal adalah pijat Thailand. Plang “Thai Massage” sudah umum dijumpai di manapun, termasuk negara-negara Eropa. Dan jujur saya belum pernah melihat “Indonesian massage”.

Jadi kita mulai dari Thailand. Sawasdee ka! Buat saya pijat Thailand ini memang enak, walaupun kadang posisi badan kita sampai dipuntir-puntir tidak karuan.

Suatu saat pada tahun 2008 (atau 2009 ya?) saya dan seorang Bopha – seorang kawan dari Phnom Penh, Kamboja – mampirlah di sebuah massage parlor alias tukang pijet di kawasan Pratunam Bangkok. Kami dibawa ke lantai atas ruko tersebut oleh supposedly mbak-mbak dengan senyum secerah bunga matahari di musim panas. Sampai di atas kami diberi semacam jubah/tunik.

Saya dan Bopha berbaring di matras masing-masing. Sengaja tirai di antara kedua matras kami dibuka. Sambil menikmati pijatan, kadang kami terengah-engah karena terlalu kuat. “Bao-bao!” saya menjerit, “soft-soft please!” Kami juga ketawa ngikik ketika badan kami dipuntir-puntir nggak jelas.

Setelah selesai dan membayar, kami pun keluar. Saya pun bertanya pada Bopha, “Do you think they are real girls?”

“I’m not sure, look like ladyboys!” Hayaaaaah, dipijet sama banci deh.

Pijatan lain yang pernah saya rasakan adalah pijat Khmer di Luang Prabang, Laos. Waktu itu saya sedang solo travelling dan pengen saja nyobain pijat. Kebetulan dulu pas di Kamboja belum sempat. Saya pun dibawa ke kamar atas. Aduh agak serem, mirip kamar esek-esek (kaya udah pernah aja!). Jebul pijatnya agak mirip dengan Thai massage, tapi kurang mengesankan sih.

Jenis pijat lainnya yaitu pijat refleksi, dulu sering pijat di Jakarta. Sayangnya biasanya tukang pijatnya menghabiskan waktu terlalu lama di kaki, padahal yang paling butuh dipijat kan punggung, leher dan kepala kalau saya. Dulu sih Rp 90 ribu/jam, sekarang pasti lebih deh!

Dulu waktu masih ngantor di Thamrin juga sering pijat di Bersih Sehat Menteng. Iya bener, yang di atasnya Midori. Sampai beli vouchernya segala. Padahal mahal juga sih. Ini pijat tradisional Jawa, beberapa tukang pijat…ehmm maksudnya terapis…enak ada yang kurang enak juga. Nah, yang enak-enak ini sering full-booked.

Pas di Aceh tahun 2007 pernah panggil tukang pijat ke rumah. Tukang pijat ini bilang….tiiiiiiit….#sensor. Ternyata ongkosnya 100 ribu per orang. Halah, mahal banget! Harga bule, pasca tsunami, harap maklum.

Pijat paling terngiang-ngiang sampai sekarang itu malam sebelum kawinan. Puput sms katanya saya mau pijat nggak, ada tukang pijat langganan mbah datang dari Gombong. Sementara di luar rumah saya lagi pada sibuk pasang tratag (tenda), dan saya glundang-glundung ga jelas (calon manten ga pantas kalau ikut sok sibuk, kudu banyak istirahat), mau dong saya dipijat.

Sampai di rumah Puput saya dipersilahkan masuk ke kamar mbahnya Puput. Nah, tukang pijat langganan simbah ini namanya Mbah Marto. Pijatannya kuat deh, wong besok-besoknya badan saya masih biru-biru njarem. Saat sedang pijat, kami pun bercakap-cakap.

“Wah badhe manten benjang!” kata Mbah Marto. (Terj. Wah mau nikah besok)

“Hehe, mbah.” Saya menahan sakit.

Pijat-pijat lagi. Nahan sakit di betis.

“Mbah, bapak, ibu, sampun langganan kalih kula.” Maksudnya keluarga Puput emang udah langganan pijat. Tiap Mbah Marto datang, pasiennya sekeluarga besar: Simbah, anak, cucu, mantu.

Pijat-pijat punggung. Konsentrasi ke daerah pinggang dan perut. Fokus lama di situ.

“Simbah angken kula mriki, mijeti, ben cepet manak!” JEGLEEEER!!!! Jebul ini to rencana rahasianya simbah. Strategi supaya diriku ini cepet punya anak.

Selesai, keluar kamar, bersungut-sungut sama Puput. “Lha jebul aku disuruh ke sini pijat ben cepet punya anak. Simbah urik tenan!”

By the way, pijatan paling enak tetep pijatan Puput.

Okedeh sekian. *buka kaos*

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Pijat Mana yang Paling Enak?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s