JPG : Festival Thaipusam Batu Caves, Selangor, Malaysia (bagian 2)


Tulisan dan foto-foto ini adalah lanjutan dari bagian 1 di sini. Kali ini saya tampilkan aksi-aksi para pemuja (devotee) yang memberikan persembahan terbaik mereka kepada Dewa Perang Tamil, Murugan, di kuil Batu Caves. Para pemuja ini harus berjalan dari kuil Sri Mahamariamman di Kuala Lumpur sejauh kira-kira 15 km dan dilanjutkan dengan menaiki anak tangga sebanyak 272 buah menuju kuil Batu Caves di dalam gua. Dalam perjalanan, mereka sering menampilkan persembahan dalam bentuk tarian dan nyanyian yang juga menjadi atraksi yang menarik bagi para turis.

Sanggahan / Disclaimer : Foto-foto di bawah mungkin menimbulkan rasa ketidaknyamanan, anak-anak dan orang-orang yang tidak tahan dengan foto-foto yang agak sadis tidak disarankan melihat foto-foto para pemuja berikut.

Pertama kali melihat adegan ini, Anda pasti bertanya-tanya kenapa pria ini harus ditarik tangannya dan dijaga beberapa orang di sekelilingnya...
Pertama kali melihat adegan ini, Anda pasti bertanya-tanya kenapa pria ini harus ditarik tangannya dan dijaga beberapa orang di sekelilingnya…

 

Rupanya pria ini sedang menarik sebuah kereta persembahan.... dengan kait-kait yang dicolokkan langsung di punggungnya... hanya di Thaipusam Batu Caves
Rupanya pria ini sedang menarik sebuah kereta persembahan…. dengan kait-kait yang dicolokkan langsung di punggungnya… hanya di Thaipusam Batu Caves

 

Seperti ini bentuk kereta yang ditarik sang pria dengan punggungnya... mungkin beratnya bisa mencapai ratusan kg...
Seperti ini bentuk kereta yang ditarik sang pria dengan punggungnya… mungkin beratnya bisa mencapai ratusan kg…

 

Sang pemuja (devotee) membawa kanopi yang berhias patung-patung dan bulu merak, beratnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan kg...
Sang pemuja (devotee) membawa kanopi kavadi yang berhias patung-patung dan bulu merak, beratnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan kg…

 

Saking beratnya kanopi kavadi, sang pemuja kadang harus dibantu kawan-kawannya untuk menyangga ketika akan berdiri...
Saking beratnya kanopi kavadi, sang pemuja kadang harus dibantu kawan-kawannya untuk menyangga ketika akan berdiri…

 

 

Sang pemuja yang lain, tampak bentuk kanopi yang sangat megah dan meriah...
Sang pemuja yang lain, tampak bentuk kanopi yang sangat megah dan meriah…

 

Kini lihat bagian belakang sang pemuja ini... puluhan kait ditusukkan di punggungnya sebagai bentuk pengorbanan kepada Dewa Perang Murugan...
Kini lihat bagian belakang sang pemuja ini… puluhan kait ditusukkan di punggungnya sebagai bentuk pengorbanan kepada Dewa Perang Murugan…

 

Tak cukup dengan berjalan membawa beban berat dan punggung yang ditusuk-tusuk, dia juga menari diiringi tabuhan gendang sebagai wujud persembahan pada Sang Dewa...
Tak cukup dengan berjalan membawa beban berat dan punggung yang ditusuk-tusuk, dia juga menari diiringi tabuhan gendang sebagai wujud persembahan pada Sang Dewa…

 

Kadang-kadang sang pemuja harus duduk sesaat karena menunggu rombongan lain yang sedang menari atau menyanyi, atau bahkan sekedar beristirahat sejenak..
Kadang-kadang sang pemuja harus duduk sesaat karena menunggu rombongan lain yang sedang menari atau menyanyi, atau bahkan sekedar beristirahat sejenak..

Sang pemuja juga masih manusia... seteguk air membantunya tetap tegar memberi persembahan terbaik...
Sang pemuja juga masih manusia… seteguk air membantunya tetap tegar memberi persembahan terbaik…

 

 

 

Sang pemuja yang membawa persembahan puluhan cantolan jeruk di sekujur badannya...
Sang pemuja yang membawa persembahan puluhan cantolan jeruk di sekujur badannya…

 

Tak cukup dengan cantolan puluhan jeruk, dia juga menusuk pipinya dengan tongkat besi yang panjangnya hampir satu meter...
Tak cukup dengan cantolan puluhan jeruk, dia juga menusuk pipinya dengan tongkat besi yang panjangnya hampir satu meter…

 

Tak hanya lelaki, wanita pun turut meberi persembahan... Kali ini berupa susu dalam kendi dan rambut yang dicukur habis...
Tak hanya lelaki, wanita pun turut meberi persembahan… Kali ini berupa susu dalam kendi dan rambut yang dicukur habis…

 

Anak-anak pun ada yang berpartisipasi membawa kavadi meskipun berukuran lebih kecil dan tidak ditusuk-tusuk badannya...
Anak-anak pun ada yang berpartisipasi membawa kavadi meskipun berukuran lebih kecil dan tidak ditusuk-tusuk badannya…
Rombongan pengiring musik sang pemuja membuat suasana pemujaan menjadi lebih hidup...
Rombongan pengiring musik sang pemuja membuat suasana pemujaan menjadi lebih hidup…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “JPG : Festival Thaipusam Batu Caves, Selangor, Malaysia (bagian 2)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s