[Terios7Wonders] Jelajah Nusantara, Berpetualang untuk Indonesia


Banyak di antara kita yang saat ini memiliki hobi traveling. Menikmati indahnya alam Indonesia, mencicipi beragam khazanah kuliner nusantara, mengeksplorasi daerah-daerah yang dianggap masih perawan.

Baru-baru ini muncul wacana tentang mass-tourism yang menimbulkan pro dan kontra terhadap promosi wisata negeri ini. Di satu sisi, promosi mampu menjaring wisatawan domestik dan mancanegara yang berimbas pada peningkatan pendapatan daerah serta naiknya taraf hidup masayarakat setempat.

Di lain pihak, lokasi-lokasi wisata Indonesia masih belum mampu untuk menerima pariwisata massal ini. Ditambah, infrastruktur dan pengelolaan pariwisata yang memang belum memadai. Belum lagi kurangnya kesadaran wisatawan terhadap kelestarian, baik alam maupun budaya. Akibatnya, seperti yang kita lihat baru-baru ini: kasus Pulau Sempu di Malang, membludaknya pengunjung tanpa tata krama yang mengganggu upacara Waisyak di Borobudur, serta over capacity pengunjung Gua Pindul di Gunungkidul yang berpotensi merusak habitat kelelawar di dalamnya.

Gua Pindul sebelum menjadi sangat terkenal
Gua Pindul sebelum menjadi sangat terkenal

Lalu apa kita kemudian tidak tidak boleh berkunjung, tidak bisa mempromosikannya? Tanpa promosi bisa jadi Wonderful Indonesia kita kalah dengan Amazing Thailand, Uniquely Singapore, dan Malaysia Truly Asia? Wisatawan asing akan berbondong-bondong berkunjung ke negara tetangga dan melewatkan negara kita. Bukan mustahil pula Indonesia hanya akan dikenal sebagai “Bali” ataupun “negara yang letaknya di dekat Singapura”.

Walaupun tujuan program ini adalah untuk membuktikan ketangguhan mobil Terios di berbagai medan berat, Daihatsu, sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indosia melakukan promosi wisata dengan caranya sendiri. Cara yang pantas ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain: Melakukan promosi pariwisata tidak hanya mengenalkan destinasi-destinasi tersebut pada dunia, melainkan juga memberi bantuan material pada masyarakat setempat.

Sahabat Petualang: Padamu Negeri

Sebenarnya Daihatsu telah memulai program Terios 7 Wonders ini sejak tahun lalu, ketika menggelar 7 Wonders Coffee Paradise. Saat itu, dengan mobil-mobil Terios, peserta dibawa menjelajahi “surga-surga” kopi di Pulau Sumatera. Saat itu peserta hanyalah dari pihak PT Astra Daihatsu dan jurnalis.

Terios 7 Wonders: Hidden Paradise (Photo oleh Puput Aryanto)
Terios 7 Wonders: Hidden Paradise (Photo oleh Puput Aryanto)

Tahun ini program serupa kembali digelar dengan tajuk Terios 7 Wonders Hidden Paradises. Kali ini selain media, peserta juga terdiri dari 7 bloggers yang terpilih melalui lomba blog yang ketat. Dengan 7 mobil Terios, para peserta ini diajak untuk mengunjungi 7 lokasi menakjubkan yang pastinya membuka mata dunia bahwa Indonesia itu luar biasa!

Petualangan dimulai di Pantai Sawarna di Lebak, Banten, yang terkenal dengan karang-karang cantiknya. Mengapa destinasi ini dipilih? Mungkin walaupun sudah banyak yang mengetahui kecantikan pantai-pantai di Sawarna, ternyata masih banyak pula yang yang belum pernah mendengarnya sama sekali.

Tanjung Layar di Sawarna
Tanjung Layar di Sawarna

Salah seorang blogger peserta, Bem, dalam blognya Simply Indonesia, melukiskan kecantikan Sawarna, terutama pantai Tanjung Layar saat mentari tenggelam. Saya sendiri hanya bisa membayangkan betapa cantiknya pantai ini saat senja karena ketika kemari disambut dengan hujan deras.

Di etape ke dua, peserta dibawa untuk mengenang kembali letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 2010. Di sinilah, ketangguhan mobil-mobil Terios benar-benar teruji. Saat itu 7 mobil Terios dibawa ke jalur lava tour Merapi yang didominasi oleh batu-batu kecil hingga sedang. Masih menurut Bem, awalnya ia sangsi akan kemampuan mobil Terios sanggup menyelesaikan tantangan ini. Ternyata mampu, dan bahkan, “Walau batuan tadi membuat kontur perjalanan terasa bergelombang, guncangan yang saya rasakan di kabin penumpang masih bisa dikatakan nyaman,” dikutip dari blognya.

Daihatsu Terios berjejer di atas lereng jalur lava tour (Foto oleh Puput Aryanto)
Daihatsu Terios berjejer di atas lereng jalur lava tour (Foto oleh Puput Aryanto)

Sesuai dengan niat awal pihak Daihatsu, mereka tidak hanya mengajak Sahabat Petualang “jalan-jalan” melainkan juga memberi kembali kepada komunitas. “Bukan hanya memberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengungkap destinasi-destinasi indah, Ekspedisi Terios 7 Wonders juga dilengkapi dengan kegiatan sosial Daihatsu,” beber Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor, dikutip dari Aktual.

Peserta lain dari pihak blogger, Puput, menjelaskan aktivitas corporate social responsibility (CSR) Daihatsu di lereng Gunung Merapi. Dalam blognya Backpackology, Puput memaparkan bagaimana Daihatsu memberi beasiswa kepada 10 anak tidak mampu dan menanam 10.000 pohon di Desa Kinahrejo.

Dari Yogyakarta, mobil-mobil Terios duji ketangguhannya menuju medan pegunungan di lereng Semeru, tepatnya di Ranu Pane. Di sini Daihatsu menyumbangkan tong-tong sampah untuk disebarkan. Menurut berita, sejak ditayangkannya film 5 cm, pendaki Gunung Semeru memang melonjak drastis. Sayangnya, dampak negatif dari hal tersebut adalah menumpuknya sampah karena kurangnya kesadaran. Oleh karena itu, penyediaan tong sampah adalah langkah tepat sebagai salah satu upaya penyelamatan Semeru.

Savana TN Baluran menyerupai Afrika (Foto oleh Puput Aryanto)
Savana TN Baluran menyerupai Afrika (Foto oleh Puput Aryanto)

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju ke Taman Nasional Baluran yang lekat dengan julukan Africa van Java. Tempat ini memang memiliki topografi dan kontur yang unik, mirip dengan Benua Hitam Afrika. Sayangnya, savana yang dulunya luas pun maskin sempit akibat kemarau dan perubahan iklim. Wira Nurmansyah, seorang peserta Terios 7 Wonders Hidden Paradise, menuturkan, “Baluran adalah miniatur alam Indonesia. Dari gunung, bukit, sabana, hutan hujan, pantai, hingga bawah laut yang masih sangat cantik. Untuk itu, kelestarian harus dipertahankan di kawasan ini.

Saya dan Oliq bertualang sendiri ke Lombok karena ditinggal Puput ber-Terios 7 Wonders
Saya dan Oliq bertualang sendiri ke Lombok karena ditinggal Puput ber-Terios 7 Wonders

Perjalanan dilanjutkan menuju ke Lombok di mana mereka mengunjungi Desa Sade Rambitan, salah satu desa Sasak tertua di Lombok. Di sini, Daihatsu kembali melakukan aktivitas CSR dengan membagikan buku di Pesantren Almasyhudien Nahdlatulwathan. Di Lombok, mereka juga menyempatkan mengunjungi beberapa pantai cantik yang sbelum seterkenal Senggigi maupun Gili Trawangan.

Dari Lombok mereka menuju ke Desa Dompu di Sumbawa, dan berkesempatan untuk mencicipi susu kuda liar. Di Sumbawa, mereka terpaksa berpisah dengan 6 mobil Terios yang akan kembali ke Jakarta. Hanya satu Terios yang akan dibawa menuju ke Labuan Baju di Flores.

Dari Flores mereka akan menyeberang menuju ke Pulau Komodo dengan kapal phinisi. Taman Nasional Komodo saat ini menyambut makin banyak pengunjung setelah dinobatkan menjadi salah satu New 7 Wonders.

Momen kemenangan di Komodo (Foto oleh Puput Aryanto)
Momen kemenangan di Komodo (Foto oleh Puput Aryanto)

Tibalah peserta di momen kemenangan. Perjalanan yang ditempuh dari Sawarna ke Komodo dengan total jarak tempuh lebih dari 2000 km telah membuktikan ketangguhan mobil Daihatsu Terios. Di medan pegunungan misalnya, rem cakram di roda depan dipadukan dengan rem tromol di roda belakang sanggup menahan Terios tanpa masalah.

Selain itu, suspensi MacPherson Strut di roda depan dan 5 link rigid axle  di roda belakang terbukti sangat tangguh dalam meredam goncangan tanpa membuat mobil menjadi limbung, cocok untuk medan berat berbatu. Terios ini sangat mumpuni melibas aspal panas melintasi Pulau Jawa.

Dari sini pula kita bisa melihat betapa PT Daihatsu Astra tidak pernah melupakan kegiatan sosial di lokasi yang dikunjungi. Aktivitas yang dilakukan pun sejalan dengan 4 pilar CSR Daihatsu seperti yang saya kutip dari situs resmi Daihatsu Indonesia: Hijau Bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, Pintar Bersama Daihatsu, dan Sejahtera Bersama Daihatsu.

Menjadi Responsible Traveler

“Leave nothing but footprints, take nothing but pictures, kill nothing but time.” Mungkin kalimat itu sudah sering kita kenal, tapi coba renungkan apa sudah kita laksanakan?

Belajar dari program Daihatsu ini, sebagai traveler, turis, wisatawan, pelancong, pejalan – atau apalah Anda memberi titel pada diri Anda sendiri – ada baiknya kita melihat kembali apakah selama berkunjung ke suatu tempat kita sudah bersikap bertanggungjawab?

Menurut saya, sudah baik bila kita sudah mampu turut menjaga kebersihan, misalnya membawa sampah turun ketika naik gunung. Sikap lain yang dapat kita tunjukkan adalah tidak memegang sembarangan terumbu karang ketika menyelam atau snorkeling. Atau tidak makan ikan hiu, mungkin?

Itu saja sudah baik. Tetapi yang dicontohkan program Terios 7 Wonders Hidden Paradise ini lebih baik lagi, yaitu ‘tidak hanya mengambil, tapi juga memberi’. Tidak hanya kita menikmati kecantikan suatu tempat, tapi alangkah lebih baik lagi bila kita bisa memberikan sesuatu – walaupun sangat kecil – untuk tempat tersebut. Contoh mudahnya, memberikan sumbangan dana pelestarian dalam kotak donasi yang disediakan pengelola. Contoh lain, menulis tentang suatu tempat agar turut membantu promosi pariwisata di tempat tersebut, tentu saja dengan embel-embel – kelestarian alam adalah yang utama!

Seperti yang diungkapkan oleh Puput dalam acara Autozone yang ditayangkan oleh MetroTV:

“Di tiap-tiap objek wisata ada karakteristik tersendiri yang menurut saya mungkin publik belum mengenal. Dengan ekspedisi Terios 7 Wonders ini saya berharap keunikan-keunikan ini terekspose sehingga banyak orang yang mau peduli dengan pariwisata di Indonesia.”

Referensi:

Aktual.co http://www.aktual.co/otomotif/151146ekspedisi-terios-7-wonders-the-hidden-paradise

Simply Indonesia http://simplyindonesia.wordpress.com/2013/10/17/terios-7-wonders-uji-ketangguhan-di-lereng-rumah-mbah-maridjan/

Backpackology http://backpackology.me

Wira Nurmansyah http://www.wiranurmansyah.com/terios-7-wonders-cepat-pulih-baluran

Situs resmi Daihatsu http://www.daihatsu.co.id/corporate/csr

Autozone, disiarkan oleh Metro TV yang diunduh dari YouTube di http://www.youtube.com/watch?v=63EFrHaSz_A

banner_300x250terios

twitter vlog

dai

tweet

Advertisements

10 thoughts on “[Terios7Wonders] Jelajah Nusantara, Berpetualang untuk Indonesia”

    1. Weits, ada kunjungan dari mas bems… sama2 bro, jangan lupa ikutan yg lomba foto Daihatsu Everywhere, masukin fotoku yg di Ranu Pane bro hehehe…

      Like

  1. Sebenarnya mass tourism sudah mulai ditinggalkan. Beberpa sudah menggiatkan ke small tourism. Ekowisata menjadi kiblat saat ini. Menikmati keindahan alam dengan tetap menjaga lingkungan senantiasa lestari. Berwisata sambil menjaga lingkunga. Kereeen, mbak puput ini. Membelah Sawarna-Pulau Komodo selama 14 hari. Satu dari dua Kartini masa kini yang menembus sawarna-Pulau Komodo. Oya izin jadiin referensi ya ulasan Mbak. Salam kenal.

    Like

  2. Pingback: harvey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s