Terios 7 Wonders : Kepedulian Sosial Daihatsu di Lereng Merapi


Hari keempat kami dijadwalkan mengunjungi Desa Kinahrejo di Lereng Merapi setelah menempuh perjalanan panjang dari Desa Sawarna, Banten. Desa ini merupakan desa paling dekat dengan puncak Gunung Merapi di sisi selatan, sekaligus diapit oleh dua jalur lahar merapi, yaitu Kali Adem dan Kali Kuning. Desa ini juga merupakan base camp pendakian Gunung Merapi sekaligus kediaman juru kunci Merapi yang legendaris, yaitu (alm) Mbah Maridjan. Di kawasan ini pula terdapat obyek wisata Bebeng yang berada persis di samping Kali Adem.

Wisata Desa Kinahrejo pasca Erupsi Merapi 2010
Wisata Volcano Tour Merapi di Desa Kinahrejo pasca Erupsi Merapi 2010

Bagi saya pribadi, diantara 7 keajabaiban versi Daihatsu Indonesia yang terangkum dalam ekspedisi Terios 7 Wonders, inilah obyek yang memiliki ikatan emosional paling kuat. Sebagai anggota klub pecinta alam, saya merasa Bebeng seperti halaman belakang klub pecinta alam Jogja dan sekitarnya. Setiap klub pecinta alam pasti akan bermain dan berlatih di sini, entah sekedar bermalam sambil menyalakan api unggun atau berlatih navigasi medan dan survival. Kawasan ini sebenarnya sangat asri dan menawarkan medan penjelajahan yang menantang. Ekosistemnya pun masih sangat terjaga, bahkan saya masih bisa menyaksikan Elang Jawa yang langka terbang bebas menukik menembus hutan.

Namun, Allah berkehendak lain. Tahun 2006, Merapi meletus dan menyemburkan awan panas atau lebih dikenal dengan sebutan wedhus gembel. Kawasan Bebeng tersapu awan panas dan tertimbun lahar panas hingga porak poranda. Dua orang menjadi korban keganasan Merapi karena terjebak dalam bunker. Namun, Desa Kinahrejo masih selamat dalam musibah ini. Mbah Maridjan yang bersikukuh tak mau turun meskipun sudah diperingatkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi buah bibir karena keteguhannya untuk tetap menjaga Merapi sesuai titah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Tahun 2010, Merapi kembali mengamuk dan kali ini erupsinya jauh lebih dahsyat sehingga menyapu bersih desa-desa di sekitarnya, termasuk Desa Kinahrejo. Korban jiwa pun jauh lebih banyak, hingga 277 orang, termasuk juru kunci Merapi Mbah Maridjan. Beliau yang tinggal hingga detik-detik terakhir akhirnya menemui ajalnya, bersama dengan 2 orang wartawan yang hendak menjemput dan penduduk sekitar yang masih tinggal. Awan panas lebih dari 600 derajat Celcius menerjang Desa Kinahrejo dan menyapu bersih semuanya tanpa terkecuali.

Rumah Mbah Maridjan, juru kunci Merapi, yang hancur diterjang awan panas kini menjadi obyek wisata wajib di Desa Kinahrejo
Rumah Mbah Maridjan, juru kunci Merapi, yang hancur diterjang awan panas kini menjadi obyek wisata wajib di Desa Kinahrejo

Persis setelah Merapi dinyatakan aman, saya mencoba melihat lagi kawasan ini. Saya yang dahulu begitu hapal lika liku jalan dan kontur kawasan ini, kini seperti tak mengenali kawasan ini lagi. Material yang disemburkan Merapi benar-benar menghancurkan semuanya. Yang tampak hanya timbunan pasir dan batu yang memenuhi lereng Merapi. Penduduk asli pun terpaksa pindah ke hunian sementara (huntara) yang kini menjadi hunian tetap, karena memang hampir tak mungkin lagi membangun di kawasan ini.

Tetapi memang Allah Maha Adil. Masyarakat lokal kini sudah bangkit lagi. Kawasan lereng Merapi yang tertimbun muntahan lahar menjadi obyek wisata baru yang unik dan berbeda dari sebelumnya. Timbunan material yang menyelimuti kontur Merapi yang berbukit-bukit menjadi jalur offroad yang sangat menantang namun mengasyikkan. Merapi Lava Tour, demikian aktifitas ini disebut, menjadi primadona wisata baru di Yogyakarta. Awalnya hanya ada satu komunitas jip yang menawarkan wisata ini, namun kini saya melihat hampir semua merk jip terlibat dalam wisata ini, termasuk Daihatsu Taft Kebo yang legendaris. Daihatsu Indonesia pun tak ketinggalan ingin mengangkat obyek wisata ini dan dikemas dalam Ekspedisi Terios 7 Wonders. Tak hanya itu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR / Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat Desa Kinahrejo dan sekitarnya, Daihatsu melakukan penanaman 10.000 pohon dan memberikan beasiswa bagi 10 anak dari warga tidak mampu.

Kondisi lereng Merapi kini, tumpukan material pasir dan batu menjadi jalur penjelajahan yang menarik dalam wisata Merapi Lava Tour
Kondisi lereng Merapi kini, tumpukan material pasir dan batu menjadi jalur penjelajahan yang menarik dalam wisata Merapi Lava Tour

Acara penanaman pohon ini dilaksanakan di hari ketiga Ekspedisi Terios 7 Wonders, tepatnya pada tanggal 3 Oktober 2013. Tim Ekspedisi Terios 7 Wonders berangkat dari dealer Astra Daihatsu Motor (ADM) Yogyakarta di Jalan Magelang setelah bergabung dengan media lokal. Begitu sampai di lokasi, kami langsung disambung alunan musik jathilan, kesenian khas Jawa Tengah dan Yogyakarta. Acara ini terselanggara berkat kerjasama pihak ADM dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kessos) DIY. Forum ini sendiri terbentuk sebagai sarana untuk mengajak perusahaan yang berbasis di DIY untuk lebih peduli dengan kondisi sosial masyarakat dan lebih mengorganisir pemberian bantuan agar lebih tepat sasaran dan menghidari duplikasi bantuan.

Perwakilan Astra Daihatsu Motor melakukan penanaman pohon dalam acara CSR yang dipadukan dengan Ekspedisi Terios 7 Wonders
Perwakilan Astra Daihatsu Motor melakukan penanaman pohon dalam acara CSR yang dipadukan dengan Ekspedisi Terios 7 Wonders

Dalam sambutannya, wakil dari Forum CSR mengungkapkan fakta yang menarik tentang Yogyakarta. Meskipun DIY memiliki Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) no.1 dan Indeks Kebahagiaan no.1 di Indonesia, ternyata DIY masih memiliki jumlah penduduk miskin sebesar 16% atau no.10 di Indonesia. Fakta ini benar-benar mengejutkan saya. Sebagai warga asli Jogja, lahir dan besar di Jogja serta masih fasih berbahasa Jawa, saya merasa cukup mengenal daerah Jogja. Menjadi relawan pada saat bencana Gempa Jogja tahun 2006, tak lama setelah letusan Merapi di tahun yang sama, kemudian letusan yang lebih dahsyat di tahun 2010, memberi kesempatan bagi saya untuk lebih mengenal daerah-daerah yang selama ini tak pernah saya kunjungi. Dalam pengamatan saya, penduduk DIY masih cukup sejahtera dibanding propinsi lain. Bahkan ketika saya berkeliling di Kabupatan Gunung Kidul, kabupaten yang terkenal gersang, sulit air, dan miskin, saya masih beranggapan bahwa penduduk di sana masih memiliki taraf kehidupan yang lebih baik dibanding penduduk miskin di daerah lain yang pernah saya temui. Tapi rupanya, saya memang belum mengenal tanah kelahiran saya dengan baik.

Penduduk lokal yang menggantungkan hidup dari wisata di lereng Merapi
Penduduk lokal yang menggantungkan hidup dari wisata di lereng Merapi

Sebagai penduduk asli Jogja, saya bersyukur pihak Daihatsu mau peduli dengan kondisi lereng Merapi yang masih dalam tahap pemulihan. Penanaman 10.000 pohon tentu akan sangat berarti bagi penghijauan kembali lereng Merapi meskipun ini akan memakan waktu yang cukup lama. Acara penanaman pohon ini dilakukan secara simbolis oleh perwakilan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, perwakilan Bupati Sleman, perwakilan Forum CSR Kessos DIY, dan perwakilan dari Astra Daihatsu Motor. Tak ketinggalan, peserta Ekspedisi Terios 7 Wonders juga melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lereng Merapi. Usai acara penanaman pohon, tim Terios 7 Wonders dihibur oleh pertunjukan jathilan kuda lumping khas Desa Kinahrejo. Pemain jathilan sendiri adalah warga asli yang kini tinggal di hunian tetap. Setelah peserta terhibur, barulah Sahabat Petualang menjajal ketangguhan Daihatsu Terios di trek offroad lava tour. Liputan penjelajahan Daihatsu Terios di lereng Merapi ini akan saya sajikan di tulisan berikutnya.

Hiburan Jathilan Kuda Lumping menjadi atraksi menarik bagi tim Ekspedisi Terios 7 Wonders
Hiburan Jathilan Kuda Lumping menjadi atraksi menarik bagi tim Ekspedisi Terios 7 Wonders

Kini, sebagai peserta Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise sekaligus warga Jogja, saya berharap semoga langkah Daihatsu bisa memberi inspirasi bagi pihak lain untuk lebih peduli dengan lereng Merapi dan masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut agar daerah ini kembali menjadi hijau dan asri sehingga ekonomi masyarakat lokal bisa terangkat lagi.

Tim Ekspedisi Terios 7 Wonders beserta perwakilan Astra Daihatsu Motor berfoto bersama usai acara penanaman pohon
Tim Ekspedisi Terios 7 Wonders beserta perwakilan Astra Daihatsu Motor berfoto bersama usai acara penanaman pohon
Advertisements

6 thoughts on “Terios 7 Wonders : Kepedulian Sosial Daihatsu di Lereng Merapi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s