Menjadi orang biasa dan travel blogger


Mungkin ketika membaca judul di atas, Anda akan heran, memangnya ada blogger perjalanan yang bukan orang biasa? Bagi kami, definisi orang biasa alias orang kebanyakan ya mungkin seperti kami sendiri. Saya bekerja di Jakarta sebagai karyawan swasta dengan jam kerja 8 – 5, tentu dengan aturan-aturan ketat seperti jumlah cuti yang terbatas, yang tiap hari bergelut dengan kemacetan Jakarta dan berhadapan langsung dengan transportasi publik yang sangat buruk. Hampir setiap hari saya naik Kopaja reguler yang nyaris semua mirip kaleng rombeng berjalan. Ada sih yang lumayan mendingan, kursinya empuk dan full music, cuma mungkin hanya ada satu dari sekian banyak bis. Sementara istri saya, simboknya Oliq, sudah tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga penuh. Anak saya, Oliq, masih 2,5 tahun dan belum bersekolah. Jadi keluarga kecil kami bisa dibilang keluarga pada umumnya di Jakarta.

Bermesraan di punggung kuda
Naik kuda di kebun teh puncak, wisata standar bagi “orang biasa” di Jakarta

Di satu sisi, kini makin banyak blog-blog perjalanan (travel blog) dengan kisah-kisah eksotis yang ditulis oleh orang-orang luar biasa. Ada seorang wanita yang awalnya pekerja kantoran biasa, namun akhirnya banting setir menjadi petualang sepenuhnya (full time traveler) setelah sukses menerbitkan buku perjalanan yang fenomenal. Ada pula pasangan suami istri, sang suami bule dan istrinya orang Indonesia, yang berkeliling dunia bersama sehingga tak lagi punya alamat tetap. Banyak pula mahasiswa yang milih jalan-jalan daripada cari kerja setelah lulus. Ada juga pekerja-pekerja freelancer yang memang punya lebih banyak kebebasan dan waktu luang buat jalan-jalan dan menulis. Mungkin Anda ingin seperti mereka, namun tak mungkin meninggalkan semua kewajiban dan tanggung jawab, seperti keluarga dan pekerjaan.

Yang jelas, kami juga bukan seperti mereka yang punya banyak kebebasan dan memang mendedikasikan hidupnya untuk traveling. Kami hanyalah keluarga kebanyakan, sudah punya buntut yang ikut kemana-mana karena kami bukan tipe orang tua yang menitipkan anaknya ke kakek nenek atau baby sitter. Saya juga masih bekerja untuk menafkahi anak istri saya. Bedanya, kami tetap gemar traveling tanpa mengorbankan segala kewajiban kami.

Tentu banyak yang bertanya-tanya, bagaimana caranya jadi keluarga biasa tapi masih bisa enjoy jalan-jalan? Apalagi bawa anak kecil, yang pastinya merepotkan dan melelahkan. Tapi, dari pengalaman kami, ternyata ini justru menjadi tantangan tersendiri yang mengasyikkan, dan kini saya ingin berbagi tips-tips untuk Anda “orang biasa” yang ingin tetap jalan-jalan sembari menulis dan berbagai pengalaman untuk Anda, terutama yang hanya “keluarga biasa” seperti kami.

1. Jadikan traveling sebagai kebutuhan

Kalau traveling atau jalan-jalan merupakan kebutuhan, pastinya ada usaha lebih untuk terus mewujudkan impian bepergian ke berbagai tempat. Tapi ingat, jangan sampai mengorbakan kebutuhan lain yang lebih penting dan mendesak.

2. Sesuaikan tujuan dengan budget

Mungkin ini terdengar klise, namun memang demikian adanya. Anda tak perlu memaksakan diri hanya gara-gara ada promo dari maskapai atau agen perjalanan. Semurah-murahnya tiket ke Eropa, masih tetap berkisar 9 juta per orang pulang pergi. Belum lagi biaya hidup yang sangat mahal di sana. Kalau Anda baru mulai bekerja dengan gaji, katakanlah 2,5 juta, rasanya terlalu memaksakan diri. Mungkin Anda iri dengan orang lain yang bisa keliling Eropa, tapi kalau memang dana Anda terbatas, lokasi di dekat Jakarta pun banyak yang menarik kalau Anda mau jelajahi lebih jauh lagi.

Candi Sojiwan di Jogja, contoh lokasi wisata yang murah dan mudah dijangkau bagi orang kebanyakan
Candi Sojiwan di Jogja, contoh lokasi wisata yang murah dan mudah dijangkau bagi orang kebanyakan

3. Hemat dalam gaya hidup

Apakah Anda selalu gonta-ganti gadget keluaran terbaru? Atau tas dan sepatu koleksi terkini dari perancang ternama? Kalau Anda seorang selebriti atau pengusaha sukses dengan uang berlimpah mungkin tidak masalah. Tapi kalau Anda hanya orang biasa seperti saya, ini akan jadi masalah besar. Kalau masih jadi kuli alias kerja buat orang lain dengan gaji pas-pasan (seperti saya), sebaiknya Anda berhemat demi bisa jalan-jalan. Kini makin banyak gadget canggih dengan harga terjangkau, jadi Anda tetap bisa up to date tanpa menguras kantong.

4. Gunakan kartu kredit dengan bijak

Ini juga salah satu jebakan konsumtif yang sudah banyak memakan korban. Buat traveler, kartu kredit memang penting buat pesan tiket dan hotel online. Tapi ingat, bunga kartu kredit sangat mencekik leher, jadi selalu bayar lunas selalu sebelum jatuh tempo. Jangan jadikan kartu kredit sumber utang, tapi gunakan hanya sebagai dana talangan sementara. Dan, jangan mudah tergoda oleh iming-iming berbagai macam barang dari bank penerbit kartu kredit.

5. Menabung dan berinvestasi

Wah, rasanya ini lebih sulit lagi ya. Sudah gaji pas-pasan, pingin jalan-jalan, tapi masih harus investasi. Tapi ini bukan gak mungkin lho… Kalau Anda punya investasi, hasilnya bisa digunakan untuk jalan-jalan lho. Kini banyak pilihan investasi, mulai dari yang paling konvensional seperti deposito, sampai yang beresiko tinggi seperti saham. Yang jelas, sisihkan gaji Anda untuk investasi, kalau perlu ikutlah program investasi yang otomatis memotong gaji Anda sehingga Anda dipaksa untuk disiplin. Kalau investasi Anda sudah menghasilkan, Anda bisa jalan-jalan lebih sering lagi J . Saya juga bisa jalan-jalan jauh, misal sampai Paris dan Amsterdam, karena investasi saya sudah menghasilkan dan bisa dinikmati untuk membiayai perjalanan saya.

6. Hemat dalam kebutuhan pokok

Apa sih maksudnya? Yang paling gampang, hemat dalam makanan. Bukan berarti harus diet selalu lho.. Yang paling terasa adalah kalau Anda rajin memasak sendiri. Selain lebih sehat, pastinya jauh lebih hemat daripada sering-sering makan di luar. Anda juga bisa membawa bekal untuk makan siang kalau mau lebih hemat lagi. Anda juga tak perlu memaksakan diri membeli mobil terbaru kalau memang belum mampu. Lebih baik beli yang sesuai kemampuan, tapi tidak terjerat hutang.

7. Cerdas dalam perjalanan

Apa sih maksudnya? Buat kami, artinya Anda harus pintar-pintar menghemat pengeluaran selama dalam perjalanan tanpa harus menjadi gembel. Yang paling sederhana, jalan-jalan secara backpacking, artinya tanpa menggunakan travel agent. Lalu, bepergian dalam kota dengan transportasi umum. Bisa juga menyewa apartemen daripada hotel.

8. Rajin cek promosi tiket murah

Kini semakin mudah memantau tiket promo lewat twitter. Anda juga bisa berlangganan email newsletter dari maskapai yang akan segera mengabarkan kepada Anda kalau ada promosi tiket murah. Cek juga website maskapai-maskapai murah yang rajin memberi tiket promo menarik.

9. Ikut komunitas jalan-jalan

Kini banyak sekali komunitas jalan-jalan, baik di facebook maupuan mailing list. Anda bisa memantau kegiatan jalan-jalan yang diorganisir seseorang atau sekedar cari teman untuk jalan-jalan. Cara ini jelas lebih murah daripada lewat agen perjalanan dan Anda bisa dapat banyak teman dan informasi menarik.

10. Ambil cuti di luar holiday peak season

Ini juga salah satu trik liburan murah. Kalau cuti Anda sangat terbatas, Anda tak perlu ambil banyak cuti saat lebaran. Lebih baik, Anda ambil cuti di luar libur lebaran atau libur anak sekolah. Biasanya, selain lebih gampang disetujui, peluang dapat tiket murah juga lebih besar. Harga hotel pun tak akan semahal peak season.

11. Tandai tanggal merah tiap ganti tahun

Ya, ini memang klise, tapi ini masih cara yang banyak digunakan para pelancong untuk merencanakan liburan. Kalau Anda pesan tiket jauh hari, peluang dapat tiket murah jelas lebih besar.

12. Anak kecil bukan halangan

Banyak orang menganggap hadirnya bayi akan membuat acara jalan-jalan menjadi terhenti. Sebenarnya, kalau kita bisa mengenalkan acara jalan-jalan sejak kecil, anak akan menjadi terbiasa dan menikmati saat diajak jalan-jalan. Tentu saja, banyak batasan kalau bepergian dengan anak-anak. Olen dan Lala sudah menulis banyak tips dan triks bepergian dengan bayi dan anak-anak, tulisan pertama bisa dilihat di sini.

13. Catat dan rekam detil perjalan

Dengan adanya smartphone masa kini, aktifitas mencatat detil perjalanan tentunya semakin mudah. Handphone yang selalu ada di kantong seharusnya memudahkan kita dalam mencatat hingga merekam perjalanan kita. Tak perlu handphone atau kamera mahal, kini gadget murah pun semakin canggih dan menyenangkan. Kalau Anda tetap lebih suka pakai kamera, bukan handphone, untuk memotret (seperti saya), Anda juga bisa melihat rekomendasi kamera saku murah di sini.

14. Tulis perjalanan Anda di blog sendiri

Kalau belum punya, bikin sekarang juga, gratis!! Platform yang populer adalah blogspot dan wordpress, tapi masih banyak yang lain. Biasanya, penyakit malas sering menghinggapi pelancong setelah selesai jalan-jalan. Kalau masih belum mood untuk menulis, catat saja hal-hal penting seperti biaya perjalanan, rute, transportasi, dan akomodasi. Nanti kalau Anda sudah ingin menulis, Anda tinggal melihat catatan dan foto-foto untuk memberi inspirasi lebih tajam lagi. Kalau belum pede atau masih malas, gabung saja dengan beberapa teman untuk membuat satu blog, jadi lebih ringan dalam mengelola blog.

15. Bergabung dengan komunitas blog dan ikut lomba

Nah kalau sudah punya blog sendiri, Anda sebaiknya bergabung dengan komunitas blogger untuk memperluas jaringan dan menambah wawasan. Oya, sekarang banyak lomba blog lho, kalau Anda bergabung di komunitas blog, Anda akan tahu apa lomba blog yang sedang diadakan. Lumayan lho hadiahnya, dari yang produk-produk simpel macam kerajinan tangan, uang tunai, sampai jalan-jalan gratis (bahkan bisa sampai ke luar negeri lho).

16. Terus berkarya dan peluang pasti menghampiri

Kalau Anda rajin menulis blog (dalam hal ini blog perjalanan / wisata), bisa jadi ada peluang menghampiri Anda. Contohnya, Olen mendapat tawaran menulis di sebuah majalah karena rajin menulis di blog. Kami, saya dan Olen, bisa menulis buku “Backpacking Keliling Malaysia” karena blog ini juga. Banyak pula blogger-blogger yang diundang jalan-jalan gratis (kadang malah dibayari) ke berbagai tempat sebagai narasumber atau reviewer.

Seperti yang sudah saya tulis di awal, semua yang saya tulis ini berdasarkan kehidupan kami sebagai “orang biasa” saja, bukan orang yang memang mendedikasikan hidupnya untuk jalan-jalan. Jadi, kalau kami bisa, pastinya Anda yang hanya “orang biasa” juga bisa.

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk rasa syukur kami karena blog ini sudah mencapai 400 ribu hits (kunjungan) dalam waktu 1,5 tahun dengan rata-rata hits harian kini sudah lebih dari 1000. Matur nuwun, Terima kasih

Advertisements

18 thoughts on “Menjadi orang biasa dan travel blogger”

  1. Saya suka membaca kisah-kisah perjalanan para traveler. Dan selalu berkata dalam hati bahwa mereka pasti banyak uang sehingga bisa jalan kemana-mana. Sering juga bertanya dalam hati, terutama yang traveling sepanjang tahun, dari mana kebutuhan mereka untuk pergi sana-sini itu dibiayai kalau tidak kerja? Apakah memang dari sananya sudah kaya atau punya passive income yang terus mengalir sepanjang perjalanan mereka.

    Setelah membaca uraian diatas satu persatu saya mulai dapat gambaran. Sepanjang emang ada niat, sepanjang itu pula ada jalan..Duh selama ini saya ini cupat banget ya? Hehehe..Terima kasih atas tulisan ini ya Mbak/Mas. Telah berhasil mencerahkan saya 😉

    Like

  2. Tips nya mantap banget… Dan jadi penasaran letak Candi Sojiwan, karena nggak pernah nemu candi tersebut pas berlibur ke Jogja dsk 🙂

    Like

    1. Makasih om… Candi Sojiwan benernya deket bgt ama Prambanan, cuma emg di tengah kampung jadi gak keliatan. Baca aja tulisan Candi Sojiwan di blog ini, ada petunjuk jelas kok…

      Like

  3. Nasib sama neh mas sama saya buruh perusahaan yang harus menabung buat jalan-jalan tapi malah lebih enak krn jalan makin berkesan krn pakai uang dr jerih payah sendiri

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s