Traveling dengan Anak-Anak Part 21: Mengajak anak ke luar negeri


Dengan adanya penerbangan murah semakin mudah emmbawa keluarga tercinta berlibur ke luar negeri. Bahkan, terkadang tiket ke luar negeri malah lebih murah daripada ke kota-kota di Indonesia. Zaman sekarang, balita pun sudah banyak yang diajak berlibur ke luar negeri.

Bondi beach di Australia
Bondi beach di Australia

Apa saja yang harus diperhatikan?

1. Dokumen

Banyak yang masih belum memahami bahwa manusia (umur berapapun) membutuhkan paspor untuk pergi ke luar negeri – tak terkecuali bayi. Cara pembuatan paspor untuk anak-anak dapat dilihat di sini.

2. Perbedaan waktu

Untuk negara tetangga seperti Malaysia, dan Singapura perbedaan waktu tidak menjadi masalah. Untuk yang lebih jauh seperti Mulai dari Australia, Jepang, dan lebih jauh lagi, jetlag akan menjadi masalah baik bagi anak-anak maupun dewasa. Bersabarlah bila aanak Anda terbangun tengah malam waktu setempat. Pengalaman saya butuh waktu 2-3 malam untuk menyesuaikan diri. Ketika sampai di Paris, 3 malam pertama, saya harus menyuapi sarapan Oliq antara pukul 12 tengah malam hingga pukul 2 pagi. Dan pada hari ke 3 akhirnya mulai normal.

3. Cuaca

Anak-anak ternyata lebih mudah beradaptasi dengan cuaca daripada yang saya pikirkan. Orangtua harus mempersiapkan berbagai perlengkapan, misalnya jaket, kupluk dll bila berwisata saat musim gugur/dingin. Kadang musim semi pun masih cukup dingin bagi orang Indonesia. Toko-toko yang menjual pakaian musim dingin di Jakarta dapat dilihat di sini.

Oliq di Museumplein
Oliq di Museumplein

4. Susu

Ada perbedaan peraturan mengenai membawa susu ke luar negeri. Kebanyakan memperbolehkan susu formula dibawa masuk dengan batas tertentu. Inggris dan Eropa melarang dairy product dibawa dari luar negara-negara UE. Pangalaman saya dan beberapa teman sih, susu UHT masuk koper tidak masalah (padahal kalau merujuk peraturan, tidak boleh ya). Kalau masuk kabin, pengalaman susu Ultra 250 ml (melebihi batas 100ml sih) disita di Schiphol padahal lolos saja di Cengkareng dan Abu Dhabi. Cek dahulu peraturan masing-masing negara sebelum bepergian.

5. Makanan

Bila anak Anda terbiasa makan nasi seperti Oliq, ya mau tidak mau bawa rice cooker dan beras ke mana-mana. Kalau hanya ke negara Asia tidak masalah, tinggal dibelikan nasi lemak atau Hainanese chicken rice juga bisa. Kalau anak Anda terbiasa makan roti, lebih mudah lagi. Saya juga biasa membawa mi instan, abon, tuna kaleng, dam bumbu-bumbu instan.

6. Obat-obatan

Di luar negeri, pasti ada obat berbagai penyakit. Tapi daripada susah mau bilang ke apotekernya, lebih baik bawa dari sini. Daftar obat-obatan yang biasa saya bawa ada di sini.

7. Kebiasaan setempat

Anak yang sudah agak besar harus diberitahu mengenai kebiasaan setempat yang dianggap tidak sopan.

Ada lagi yang mau ditambahkan?

Advertisements

17 thoughts on “Traveling dengan Anak-Anak Part 21: Mengajak anak ke luar negeri”

  1. Paling ribet jalan ama anak kecil, kebetulan perna pergi ama temen + anak nya umur 7 th. Cuman jalan ke Thai lanjut Malay selama 8 hari. Setelah itu gw kapok jalan ama anak kecil, ribut + extra sabar bikin gw mau murka. Ada aja kelakuan nya yg bikin gw ngelus dada, misal tiba2 ngambek ngak mau makan gara2 nasi goreng nya beda sma bikinan pembokat nya 😦

    Like

    1. aduuuuh kalau 7 tahun mah mestinya udah ngerti gitu. Udah enak diajak jalan. anakku aja 2 tahun udah ke beberapa negara ga gitu2 amat. repot sih iya, tapi repotnya ga sampai bikin kapok. sama aja kaya repot di rumah

      Like

    1. Sori mak lama balesnya, Australia Mei itu musim semi menjelas panas jadi cocok, belum terlalu panas. perlengkapannya standar aja sih, yg agak ribet urus visa oz nya agak lama.Sama hotel yg mahal hiks

      Like

  2. Mba olen, seru bgt deh jalan2 sm anaknya hehe.. Aku banyak baca2 tipsnya dari sini lho mba.. Btw mau nanya mba, oliq paling jauh terbang kmn? Aku rencana mau ke london dan ad flightnya 13 jam dipesawat, kelamaan bgt gk ya itu? Lg deg2an klo rewel, oiya anakku baru 5 bulan pas nanti mau brgkt.. Klo kelamaan gt ngaruh ke telinganya gk ya?

    Like

    1. Halo mbak….oliq paling jauh ke norwegia, terbang marathon dari denpasar-cgk-abu dhabi-amsterdam-stavanger. Nggak ngaruh. Pengalamanku sih anak di bwh 1th malah lebih gampang dibawa2 krn masih banyak tidurnya. Apalagi 5bln blm mpasi kan. Ga repot jadinya. Nangis tinggal dinenenin aja huhuu

      Like

    1. sama-sama mak. lihat ya udah ada itinerary malaysia dan singapura untuk keluarga yg bawa anak. murah dan ga susah kok

      Like

  3. tks byk infonya, terutama susu uht yang jika dibawa di bagasi tidak masalah untuk eropa. soalnya baca di kedubes jerman dilarang membawa produk animal origin. sempet deg deg an boleh gak gitu.. tapi setelah baca blog ini jadi plong mau bawa susu uht untuk anakku. tks byk ya..

    Like

  4. Kalau mau ngajak adik saya yg masih berumur 7 tahun apa ja dokument selain paspor yg harus dilengkapi… rencananya mau ke malaysia minggu depan

    Like

    1. Harusnya ga ada. Tapi kalau mau bikin surat ditandatangani ortu kalian yg meenyaatakan ini adik dibawa kakaknya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s