10 Hal yang Harus Dicermati Ketika Terbang dengan Maskapai Berbiaya Murah (LCC)


Bila Anda sering terbang dengan maskapai murah (low cost carrier), pasti sudah hapal kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya satu: murah, kekurangannya banyak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memesan tiket pesawat berbiaya murah:

???????????????????????????????

1. Kebanyakan tiket promo tidak dapat diubah rute (re-route). Dan tidak dapat direfund. Bila mau diubah tanggal/waktu, penalti yang dibayarkan sangat besar, you may as well book new tickets.

2. Kebanyakan tiket promo dijual untuk waktu terbang beberapa bulan lagi, bahkan untuk tahun berikutnya. Pastikan saja Anda bisa cuti, atau harus ikhlas bila terpaksa tidak jadi terbang. Pastikan juga ketika membeli Anda tidak kemudian hamil besar pada saat waktu terbang, seperti saya yang terpaksa menghanguskan tiket ke Bangkok karena saat terbang sudah 8 bulan (curcol).

3. Maskapai murah tidak menyediakan makanan gratis. Anda harus beli. Untuk penerbangan jarak dekat, tentu tidak masalah. Untuk penerbangan jarak jauh, lebih baik memesan secara online untuk memastikan Anda tidak kehabisan, selain karena lebih murah. Maskapai sejenis ini juga melarang penumpangnya memakan makanan bawa sendiri. Untuk penerbangan jarak jauh saya sih tetep bawa biskuit dan nggak pernah ditegur ya. Pengalaman saya terbang dengan AK (AirAsia Malaysia) pramugarinya lebih cuek-cuek dibanding dengan QZ (AirAsia Indonesia). Bagi yang membawa bayi, silakan membawa makanan bayi dan susu formula. Air panas dapat meminta pada pramugari.

4. Tempat duduk. Beberapa tahun belakangan ini ketika terbang bersama Puput dengan AirAsia, tempat duduk selalu diacak. Selalu tidak jejer. Kemungkinan ini upaya pihak maskapai agar calon penumpang menggunakan fasilitas “pick a seat” yang artinya membayar lagi. Beda dengan maskapai gaya Lion Air atau Sriwijaya Air yang tidak menjual fasilitas memilih kursi, sehingga kita akan enak saja bilang sama petugas check in, “Mas/Mbak, minta di jendela ya!” Sejak punya Oliq, tiap penerbangan jarak jauh dengan AirAsia (Tokyo, Melbourne), kami selalu menggunakan fasilitas “pick a seat” di ujung belakang, karena di ekor ada space sisa untuk membawa anak jalan-jalan.

5. Bagasi. Ada baiknya Anda bisa memastikan berapa berat bagasi. Apakah 15kg atau 20kg atau lebih. Jauh lebih murah membeli bagasi secara online daripada on the spot. Kalau Anda sudah terlanjur memesan tiket tanpa bagasi, Anda dapat menambahkannya di kemudian hari secara online tanpa biaya.

???????????????????????????????

6. Check in. Beberapa maskapai menerapkan biaya check in untuk check in di counter. Lebih baik Anda melakukan web check in untuk memangkas biaya. Atau, bisa juga melakukan self check in di mesin-mesin yang tersedia (yang beberapa biasanya rusak).

7. Pembayaran. Ketika memesan secara online, pembayaran dapat dilakukan dengan Kartu Kredit dan ATM/Internet Banking. Pilih yang ke-dua. Biaya dengan kartu kredit lebih tinggi sementara ATM biasanya gratis. Terakhir mau membayar dengan Citilink untuk 2 dewasa dikenai biaya Rp 65.000. Ini istilahnya “convenience fee” yang bikin maskapai convenient dan bikin kita inconvenient.

8. Bandara dan Terminal. Maskapai murah tidak selalu menggunakan bandara utama di kota tersebut. Ambil contoh Kuala Lumpur, ketika bandara utamanya KLIA, AirAsia punya bandara sendiri yaitu LCCT, yang walau arahnya sama jaraknya beda berkilo-kilo meter. Jangan seperti saya yang beberapa tahun lalu, ketika AirAsia masih baru, salah bandara. Terminal yang dipakai pun biasanya berbeda – walau tidak selalu lebih buruk. Misalnya, Terminal 3 di Bandara Soekarno-Hatta menurut saya lebih bagus daripada Terminal 1. Ada juga yang lebih buruk, misalnya terminal maskapai Tiger Airways di Bandara Tullamarine Melbourne yang seperti kandang.

9. Tidak ada maskapai murah yang akan mengorbankan keselamatan pesawat demi memotong biaya operasional.

10. Maskapai jenis ini juga suka ujug-ujug mengganti rute, menutup rute, membuka rute baru. Biasanya ada kompensasi untuk yang sudah membooking, bisa dialihkan ke destinasi lain.

Sekian dulu, nanti kalau dapat wangsit saya tambah lagi.

Advertisements

29 thoughts on “10 Hal yang Harus Dicermati Ketika Terbang dengan Maskapai Berbiaya Murah (LCC)”

  1. thanks infonya nih. memang klo harga promo kita sebagai penumpang selalu menjadi ‘tidak penting’ dibandingkan dengan yang non-promo. Tapi namanya juga nyari murah, yang penting sampai tujuan dengan selamat.

    Like

  2. makasih banyak infonya, baru aja beli tiket murah AA. ternyata salah jam keberangkatan :(. bisa diubah gak ya mba? . oh ya mau tanya trus kalo kita gak ‘pick a seat’ itu artinya kita rebuta alias dulu2an gitu mba duduknya??soalnya mau bawa 2 anak 4 dewasa. pengennya sih ngejejer.
    makasih mba jawabannya

    Like

  3. Wkt pesan tiket AA k KL dr tvl agent, check in bs online dan check in di counter (lagi) tp kok kena biaya bagasi ya, padahal gk sp 15kg dan mmg itu koper gk saya bawa ke cabin. Mnrt petugas hrs min check in 3 jam sblmnya kl gk slh… tdk ada info spt itu dr tvl agentnya, sehrusny bgmn ya mslh bagasi itu mbak, saya sp kena extra 350rb wkt itu. Saya lihat bbrp penumpang enak2 aja bawa tentengan belanjaan…

    Like

    1. Lah berarti beli tiketnya ga pake bagasi kan? Klo beli di travel agent ga bilang pake bagasi ya memang gitu. Bagasi cabin/tentengan hanya bisa max 7kg. Klo lebih dari itu harus masuk bagasi, dan kalau ga beli sebelumnya kenanya surcharge yg mahal itu. Batasan waktu utk add on beli bagasi adalah 4 jam sebelumnya klo ga salah. Utk 15 kg sekutar 105rb, lupa persisnya.

      Like

  4. Siapa Bilang,,Maskapai Murah Tak Pernah Jatuh Atau Kecelakaan,,Maskapai Murah Sudah Pernah Terjadi Masalah Besar
    Contohnya 1.Lion Air Pernah Delay Berapa Kali
    2.Indonesia AirAsia Kecelakaan QZ 8501
    Jangan Percaya Dengan Maskapai Murah
    Maskapai Murah Sudah Tidak Ada Lagi Di Masa Depan Mendatang

    Like

    1. Siapa bilang maskapai mahal juga tidak pernah kecelakaan? Garuda, Air France, KLM, Malaysia Air dll, juga pernah mengalami kecelakaan. KIta tidak pernah tahu kan?

      Like

  5. kalau book ticket pakai AA dan pilih ‘pick a seat’ kan harus bayar tuh, gimana klu gk milih tetep byar juga? #yah walaupu diacak sih gk papa soalx mau pergi sendirian juga wkwk

    Like

  6. selamat sore mbak.. apakah di AA bisa membawa tas carrier yang isi 50L mbak taruh di cabin pesawat ? soalnya kalau di bagasi tambah biaya nya ga nahan mbak. terimakasih mbak

    Like

  7. Halo! saya ingin bertanya, ketika naik AA dan memilih
    1) web checkin jikalau kita membawa bagasi apa yg harus saya lakukan? ((saya sudah order 20kg)) apakah saya harus melapor ke petugas checkin atau bagaimana?
    2) saat booking saya memesan bagasi 20 dan ibu saya 25kg dan semisalnya bagasi saya lebih berat dari ibu saya which mean kita tukaran “koper” apakah itu bermasalah? mohon bantuannya, terimakasih. 🙂

    Like

  8. Ada yg bisa bantu ga? Saya udh dpt kode booking, tp koq ditunggu2 ga ada email masuk..trus mo liat dgn kode bookin AA nya, utk kode booking tersebut tdk ada? Pdhl udah masuk bill di cc nya..

    Like

  9. Setlh kita mmbyar secra dbit lgsung,apakkh AA tdk mengurangi uang kita secra berlbihn dri pembyaran yg sbnrx…
    Dan bisakh AA mgmbil uang kita bila2 masa dri rek kita?
    Tq

    Like

    1. Tidak pernah. All sesuai dgn amount kita harus bayar. AA tak punya authorization untuk ambil wang kita bila2 masa.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s