Traveling dengan Anak-Anak Part 19: Mudik


Mudik tentu sudah jadi acara tahunan bagi keluarga yang tinggal jauh dari keluarga besar mereka. Ada keluarga yang harus bergiliran mudik ke keluarga suami dan keluarga istri setiap tahun. Kami termasuk yang cukup beruntung karena bagi kami mudik artinya pulang ke Jogja saja (rumah orangtua saya dan orangtua Puput hanya walking distance).

foto mudik

Selama punya anak, baru 2 kali kami mengalami mudik. Tahun pertama menggunakan mobil, tahun ini menggunakan pesawat.

Tahun lalu memang ada keperluan administrasi mobil kami yang plat AB, jadi mau tidak mau melakukan road trip dari Jakarta ke Jogja. Oliq waktu itu umur setahun lebih sedikit. Akhirnya memilih rute Pantura dengan harapan perjalanan lebih cepat. Nyatanya lepas tol Cikampek langsung macet total. Hanya lancar di tol Palikanci Cirebon, setelah itu macet lagi di Brebes. Parah deh pokoknya. Karena kemalaman di jalan akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Pekalongan dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Maklum saja, namanya juga bawa anak kecil, perjalanan sering berhenti untuk ke toilet, pom bensin, atau sekedar beristirahat.

Waktu kembali ke Jakarta akhirnya memutuskan untuk melalui jalur selatan. Karena sudah agak sedikit lewat puncak arus balik, perjalanan cukup lancar, dengan pit stop bermalam di Bandung.

Tahun ini Puput melaut. Jadi H-17 saya sudah disuruh pulang ke Jogja hanya dengan Oliq. Walaupun masih sangat lama dari Lebaran, bandara sudah cukup sibuk. Jogja juga super padat.
Saya sudah mengantisipasi keterlambatan pesawat dengan membawa mainan, makanan, minuman, dan iPad dalam keadaan tercharged penuh dengan pulsa mencukupi.

Untungnya Lion Air akhir-akhir ini hampir selalu tepat waktu (2 bulan terakhir saya bolak balik ke Jogja 5x). Naik pesawat kali ini cukup spesial karena pertama kalinya Oliq saya belikan tiket sendiri (25 bulan), yang kemarin-kemarin masih curang dengan membelikan tiket bayi. Ini bukan kali pertama saya terbang bersama Oliq tanpa Puput jadi sudah cukup terbiasa. Keputusan saya untuk membelikan tiket untuk Oliq juga agar kalau dia capek bisa berbaring lebih nyaman. Tidak ada kendala dengan penerbangan, hanya saja mendekati Adisutjipto banyak turbulensi dan gelap gulita, karena bersamaan dengan hujan abu Gunung Merapi (22 Juli). Alhamdulillah mendarat dengan selamat, dan Oliq lari-lari senang ke arah mbah-mbahnya yang menjemput.

Kiat mudik membawa anak:

Road trip
Kalau bisa pilih hari di mana bukan puncak arus mudik/balik
Pilih rute yang kira-kira lebih lancar, walaupun mungkin jarak lebih panjang. Lebih baik dan lebih nyaman daripada kena macet di jalan
Bila jarak jauh jangan paksakan sampai di tempat tujuan pada hari itu juga, lebih baik bermalam di hotel agar anak juga tidak terlalu capai
Siapkan makanan, minuman, mainan yang cukup agar anak tidak bosan
Siapkan perlengkapan untuk anak tidur dalam mobil, misalnya bantal atau selimut
Pastikan gadget/mainan anak dengan batere terisi penuh
Pantau keadaan lalu lintas melalui Twitter
Pastikan membawa obat-obatan anak, bila perlu beri misalnya tolak angin anak
Bila masih bayi, susui banyak-banyak

Pesawat
Pilih jam terbang yang pas untuk anak (jangan terlalu malam, misalnya). Bertepatan dengan jam tidur anak mungkin tepat bagi beberapa orang karena orangtua bisa beristirahat di pesawat, namun bisa jadi merepotkan bila anak dalam keadaan cranky terlalu lelah tapi tak bisa tidur
Bawa makanan, minuman, snack, mainan
Bila anak sudah agak mengerti (18 bulan +) beri pengertian bila pesawat terlambat atau harus antre dll
Biasanya saat-saat seperti ini pesawat dalam kondisi banyak anak-anak, pastikan anak Anda tidak terpengaruh bila ada anak lain menangis. Ajak bicara dengan lembut, lihat gambar di inflight magazine dll.

Sayang ya kami belum pernah mudik dengan kereta dan bus, mungkin lain kali.

Tips terbang membawa anak dapat dilihat di Traveling dengan Anak-Anak Part 1, Tips agar orangtua tidak panik membawa anak naik pesawat terbang dapat dilihat di Psikotraveling Part 2. Tips roadtrip dapat dilihat di sini.

The Backpackologists mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.
Ayo mudik!

Advertisements

5 thoughts on “Traveling dengan Anak-Anak Part 19: Mudik”

  1. Mohon maaf lahir batin kakak 🙂 dan aku tak sanggup mudik kalo road trip jkt-gresik. Om ku perna ngalamin 2 hari 1 malam dan itu kata nya capek banget hahaha, tapi aku perna nyetir jkt-bromo 27 jam setelah itu KAPOK

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s