Wisata Sehari Ngirit ke Singapore (bagian 2)


Silahkan baca bagian satu untuk cerita selengkapnya.

Setelah puas cuci mata di Sim Lim Square, kami mampir makan dulu di basementnya. Untuk Anda yang muslim, perhatikan kehalalan makanan yang dijual. Setelah melihat-lihat, akhirnya saya memesan semangkok Tom Yam Gung seharga 5 dollar, termasuk nasi. Ternyata Tom Yam ini sangat enak, gurih dan asamnya sangat pas. Sebagai penggemar masakan Thailand terutama Tom Yam, saya sangat merekomendasi Anda untuk mencicipi Tom Yam di sini. Dari pengalaman saya, cukup sulit menemukan Tom Yam yang benar-benar pas di Indonesia.

Masjid Abdul Gafoor, masjid tua yang cantik di kawasan Little India
Masjid Abdul Gafoor, masjid tua yang cantik di kawasan Little India

Puas makan siang, kami berjalan menuju Little India untuk menunaikan Sholat Jumat. Kami menuju Masjid Abdul Gafoor yang dibangun oleh seorang perantauan India muslim. Masjidnya sendiri memiliki arsitektur cukup cantik, dengan dominasi warna hijau dan kuning. Khutbah Jumat disampaikan dalam Bahasa Hindi, jadi saya hanya melongo saja. Yang unik adalah setelah Sholat Jumat ada pembagian makanan gratis. Sepertinya jamaah sudah hapal sehingga begitu sholat usai mereka langsung mengantri dengan tertib menunggu jatah makan siang gratis berupa nasi dan kari. Oya, ada juga pengemis yang bergerombol di pintu keluar, tak jauh beda dengan kebanyakan mesjid di Indonesia.

Suasana sekitar Masjid Abdul Gafoor, kawasan backpacker yang cukup ramai
Suasana sekitar Masjid Abdul Gafoor, kawasan backpacker yang cukup ramai

Dari Masjid Abdul Gafoor, kami berjalan menuju Mustafa Center. Sebagai informasi tambahan, daerah Little India, termasuk sekitar Masjid Abdul Gafoor, adalah wilayah hotel-hotel backpacker. Jadi kalau Anda mau cari penginapan murah, bisa datang ke sini atau di sekitar China Town. Tapi di Little India lebih mudah mencari makanan halal dibanding daerah China Town. Mustafa Center bisa ditempuh selama 20 menit jalan kaki dari Masjid Abdul Gafoor. Di sini bisa dibilang pusat toserba karena kita bisa menemukan mulai dari kebutuhan sehari-hari, makanan, aksesoris, buku, elektronik, emas dan perhiasan, hingga oleh-oleh. Harganya cukup bersaing. Jadi tempat ini cocok untuk Anda yang tak punya banyak waktu untuk berbelanja kemana-mana karena semua bisa didapatkan di satu tempat.

Puas di Mustafa Center, kami menuju Orchard Road dengan MRT. Setelah turun di stasiun MRT Orchard Road, kami agak bingung karena kami langsung memasuki mall begitu keluar pintu MRT. Ternyata memang stasiun MRT terletak persis dibawah mall ION Orchard yang sangat besar. Di sini kami hanya foto-foto dengan tulisan Orchard, karena jelas kami harus patungan gaji kami beberapa bulan hanya untuk membeli sebuah tas Louis Vuitton.

Berfoto di bawah tulisan Orchad, menu wajib turis-turis yang berkunjung ke Orchad Road
Berfoto di bawah tulisan Orchard, menu wajib turis-turis yang berkunjung ke Orchard Road

Puas foto-foto, kami langsung menuju Merlion Park tempat patung singa legendaris yang menjadi simbol Singapura. Kami menuju stasiun MRT terdekat, yaitu Raffles Place. Begitu keluar dari stasiun MRT, kami menyusuri Singapore River dan berfoto-foto dengan jembatan tertua yaitu Cavenagh Bridge. Selain jembatan ini, bangunan bekas kantor pos yang berubah menjadi hotel, yaitu Fullerton, menjadi obyek favorit lainnya. Setelah puas berfoto-foto, kami langsung menuju Merlion Park yang terletak di depan One Fullerton. Kegiatan wajib di sini jelas berfoto dengan latar belakang patung Singa yang menyemburkan air. Dari sini terlihat jelas hotel Marina Bay Sands yang berupa tiga gedung dengan bangunan kapal di atasnya. Asap yang menyelimuti Singapura tidak menghalangi turis-turis untuk berfoto-foto di kawasan ini.

Berfoto dengan hotel Marina Bay Sands yang unik dan ikonik
Berfoto dengan hotel Marina Bay Sands yang unik dan ikonik

Setelah berfoto dengan patung singa yang artinya sah perjalanan ke Singapura, akhirnya kami kembali ke Harbour Front pada pukul 6 sore. Di sini kami harus membeli tiket dulu dengan menukarkan lembaran bukti pemesanan tiket yang dibeli di Batam. Setelah selesai urusan tiket, beberapa kawan akhirnya menghabiskan sisa dollar Singapore dengan berbelanja oleh-oleh di sebuah toko di Harbour Front. Rupanya toko ini memang menjadi favorit para pengunjung karena koleksinya yang lengkap dan harganya murah, tak jauh beda dengan harga di Bugis.

Foto dengan latar belakang patung Singa di Merlion Park wajib hukumnya kalau ke Singapore!
Foto dengan latar belakang patung Singa di Merlion Park wajib hukumnya kalau ke Singapore!

Oya, trip kali ini kami jelas tidak ke Pulau Sentosa naik kereta gantung alias cable car, karena selain mahal, asap pekat juga sedang menyelimuti Singapore sehingga percuma naik kereta gantung. Perjalanan kali ini saya hanya menghabiskan Rp 136.000 dan SGD 21 untuk ferry, SGD 10 untuk MRT, dan SGD 7 untuk makan dan minum, jadi total kira-kira hanya habis Rp 440.000. Cukup irit bukan?  Lengkaplah sudah perjalanan kami diiringi senyum gembira kawan saya yang baru pertama kali ke Singapura.

Advertisements

38 thoughts on “Wisata Sehari Ngirit ke Singapore (bagian 2)”

    1. Bisa jalan kaki aja kok, apalagi kalo mau ngirit. Lumayan juga kalo jalan kaki dari Clark Quay ke Merlion Park, ada sekitar 1 km lebih, tapi sambil nyusuri sungai enak juga kok…

      Like

  1. Tanya, kalo naik becaknya berapa ya…harga pas / tawar menawar ? dari Litle India ke Mustafa Centre, soalnya sama anak kecil di bawah 10 Th, tak gendong kita capek, tak jalan anak capek ? trims

    Like

  2. Maz klo dr pelabuhan batam mo lngsung ke marlin park naik MRT aja y maz?kira2 brp ongkos ny y? Hehehe mo coba wisata irit cuma pngen foto di patung singa aja 🙂

    Like

  3. Nice share nich!Kebetulan sy skrg lg diBatam u/1mgg diklat dr Pusat.Lg diBatam,tp diklat dr Senin-Sabtu kynya bakal fullday.Kpn yach bisa nyebrang..??? (>_<)

    Like

  4. Tanya, klo skrg ke singapura tiket verry mahal ga??? Kurs singapura itu brp??? Dari pelabuhan lgsg mw foto di patung Lion naik apa??? MRT itu apa???? Mksh

    Like

    1. Ini tanya apa marah2 ya, kenapa tanda bacanya banyak sekali? Feri dari Batam sekitar 180 ribu. MRT= Mass Rapid Transit. Kereta cepat massal. Naik MRT.

      Like

  5. Walau brkt dr batam, jg ttp pake pasport, tp kl punya anak umur 5thnan, kasian jg ya srh travel backpackeran or ngirit takut cape jln or desekan berdiri ga y naik mrt gt. Tk

    Like

    1. Hhrus pakai paspor. 5 tahun kan udah gede ya. Anak2 saya udah biasa ikut backpacker sejak bayi. Lagian kalau ada anak kecil bisa duduk di kursi prioritas

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s