Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 3 – habis)


Melanjutkan tulisan bagian pertama dan kedua, berikut ini adalah dive spot yang pernah saya kunjungi.

11. Ternate, Maluku Utara

blue ribbon eel 2
Blue ribbon eel alias belut laut biru, salah satu hewan laut lucu yang bisa ditemukan di perairan tropis, termasuk Ternate

Dive spot ini relatif belum banyak dikenal banyak penggemar olahraga selam, padahal sebenarnya memiliki potensi tersendiri. Banyak dive spot yang letaknya tak jauh dari ibukota Maluku Utara, Ternate, termasuk di pelabuhan rakyat yang terletak persis di tepi kota. Ketika saya menyelam pada malam hari (night dive) di salah pelabuhan tersebut, banyak hewan-hewan lucu yang berkeliaran seperti anemone crab (binatang ini sebenarnya adalah anemon yang menempel di punggung kepiting laut sehingga seolah-olah seperti kepiting dengan tentakel di punggungnya). Dive spot lain bisa dijangkau antara setengah jam hingga satu jam dari kota Ternate. Lokasi selam sekitar Ternate menawarkan pemandangan yang cukup bagus meskipun menurut saya masih lebih bagus di Sulawesi seperti Bunaken, Wakatobi, ataupun Donggala. Mungkin karena daerah ini belum terlalu dieksplor, jadi titik-titik yang sebenarnya indah masih belum diketahui.

12. Kinabalu

Anemon fish atau nemo ini mudah ditemukan di Kinabalu dan divespot lain di Indonesia
Clown fish atau nemo ini mudah ditemukan di Kinabalu dan dive spot lain di Indonesia

Mungkin Anda akan protes, Kinabalu kan bukan bagian dari Indonesia. Ya, memang benar, Kota Kinabalu adalah ibukota negara bagian Sabah, Malaysia, yang terletak di utara Kalimantana. Saya sengaja memasukkan di sini karena kemudahan aksesnya dari Indonesia. Dari Jakarta, Kota Kinabalu bisa ditempuh kurang dari 3 jam dengan pesawat. Dive spot di KK terletak di Taman Laut Tunku (Tun) Abdul Rahman, persis di sebelah pusat kota. Inilah keunggulan utama dive spot di KK, Anda hanya perlu naik kapal kurang dari setengah jam untuk menuju berbagai titik penyelaman di sini. Meskipun terletak persis di pinggir kota besar, kondisi taman lautnya sangat terjaga dan lautnya juga masih jernih. Arus disini relatif tenang, cocok untuk penyelam pemula. Kondisi karang dan hewan lautnya juga masih bagus. Anda bisa menemukan ikan-ikan kecil seperti ikan badut (clown fish) alias nemo, maupun binatang besar seperti penyu. Keuntungan lainnya adalah banyak dive center di KK sehingga Anda punya banyak pilihan dengan harga sangat bersaing.

13. Sabang, Pulau Weh, Aceh

Cleaner shrimp atau udang pembersih, sering menempel di koral lunak berbentuk gelembung, bisa ditemukan di Sabang dan banyak lokasi penyelaman di Indonesia
Cleaner shrimp atau udang pembersih, sering menempel di koral lunak berbentuk gelembung, bisa ditemukan di Sabang dan banyak lokasi penyelaman di Indonesia

Pulau Sabang adalah pulau paling barat di Indonesia yang termasuk provinsi Aceh (Nangroe Aceh Darussalam). Dari Banda Aceh, Anda harus naik kapal penumpang selama kurang lebih 2 jam. Dari pelabuhan Sabang, Anda harus menuju pantai Iboih selama kira-kira setengah jam. Anda bisa juga menginap di pantai lain dan meminta dijemput oleh pengelola dive resort. Di sekitar Pulau Weh, dive spot yang paling terkenal adalah bangkai kapal (ship wrek) Sophie Rickmers dari jaman Perang Dunia II. Kapal ini terletak di kedalaman 50 m di bawah permukaan laut, namun kondisinya masih bagus. Dengan kedalaman tersebut, hanya penyelam sangat berpengalaman yang boleh mencobanya. Namun jangan khawatir, masih banyak dive spot lain dengan kedalaman kurang dari 30 m dengan kondisi karang dan hewan laut yang masih baik. Oya, jika Anda menyelam pada saat musim angin muson (September-Maret), arus bisa cukup kuat di beberapa lokasi. Tentu saja, masih tetap ada dive spot yang relatif mudah dan tenang, tak jauh dari pinggir pantai. Ada pula gunung api bawah laut yang ditandai dengan gelembung-gelembung gas yang keluar dari dasar laut.

Lokasi-lokasi di atas adalah lokasi yang pernah saya kunjungi. Tentu saja, masih banyak lokasi penyelaman alias dive spot yang belum saya kunjungi. Berikut ini adalah beberapa daftar keinginan alias wish list versi saya, yang mungkin bisa jadi panduan Anda yang gemar menyelam namun masih bingung hendak kemana.

  1. Raja Ampat, Papua Barat
  2. Ambon, Maluku
  3. Kepulauan Alor, NTT
  4. Pulau Menjangan, Bali
  5. Gili Trawangan, NTB
  6. Kapoposang, Sulawesi Selatan
  7. Sangir Talaud, Sulawesi Utara
  8. Gorontalo
  9. Karimun Jawa, Jawa Tengah
  10. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
  11. Ujung Kulon, Banten
  12. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau
  13. Biak, Papua
  14. Morotai, Maluku Utara

Rasanya, saya sendiri tak yakin bisa mengunjungi semuanya, tapi setidaknya ini bisa menginspirasi Anda untuk menjelajah laut Indonesia lebih dalam lagi. Di luar daftar yang sudah saya sebutkan, masih banyak lokasi-lokasi lain yang belum terdaftar, atau bahkan saya sendiri belum tahu mengingat banyaknya dive spot di Indonesia. Akhir kata, selamat menyelam, tapi tetap utamakan keselamatan.

Advertisements

2 thoughts on “Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 3 – habis)”

  1. halo…salam kenal.
    boleh minta info ttg dive operator di ternate?
    harganya sktr brp ya? akhir mei ini kalo jd mo tugas ke sana, skalian pengen nyempetin diving.

    thx

    Like

    1. Coba kontak Samar Ishak di Universitas Khairun Ternate.. website di ternateuw.blogspot.com kalau harga bisa nego karena mereka dari kampus sehingga tidak semahal dive center profesional. Semoga membantu…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s