Kiat ke Puncak saat akhir pekan


Kami termasuk keluarga yang paling malas pergi ke Puncak, Bogor. Seumur-umur setelah menikah baru dua kali kami ke Puncak. Perjalanan yang pertama tidak mengalami kendala sama sekali karena kami berangkat Sabtu pagi dan pulang Senin pagi. Yah, Papa Krewel bela-belain cuti demi emoh kena macet. Nah yang ke dua baru akhir pekan lalu.

Vila CIFOR gratisan karena ditraktir Noni
Vila CIFOR gratisan karena ditraktir Noni

Sebagai seorang pemburu gratisan, ketika ditawari menginap gratis di CIFOR cottage di Ciburial langsung kami mengiyakan walau resikonya adalah pulang hari Minggu.

Kebetulan karena sebelumnya menginap di Aston Bogor, Sabtu pagi menuju puncak hanya mengalami kemacetan di gerbang tol Ciawi dan Gadog. Macet sih, tapi masih dimaklumi (walau kalau ada putaran balik saya yakin Puput pasti langsung balik menuju Jakarta).

Malapetaka (ah lebay) datang ketika pulang. Dengan gagasan menghindari macet kami berangkat dari vila jam 9an. Ternyata oh ternyata, sampai di mulut Jl Ciburial, lalu lintas masih satu arah ke atas <– keliatan banget ga pernah ke Puncak. Kirain kalo hari Minggu tuh sore aja ada satu arah ke bawah, hiks.

Walhasil, dengan muka mutung, Puput terpaksa ikut arus ke atas dan berhenti di SPBU terdekat. Ceritanya mau nunggu dua arah lagi. Idenya Noni cari FO aja buat ngabisin waktu. Simbok yang lagi butuh kutang-kutang baru tentu sangat setuju. Akhirnya makin ke atas ga ada FO sama sekali, yang ada kebun teh wakakkakaka.

Bermesraan di punggung kuda
Bermesraan di punggung kuda

Di pinggir jalan banyak mobil yang berhenti menghadap ke bawah, tampaknya lagi nunggu lalu lintas ke bawah dibuka. Akhirnya kami berhenti di Agrowisata Gunung Mas. Di sini lumayanlah bisa ngajak Oliq naik kuda perdana. Jam dua belas teng kami mulai turun.

Salah besar. Macet cet cet cet. Butuh 3 jam untuk sampai di Taman Safari. Dan baru lancar setelah itu, karena pas jam 3, lalu lintas sudah jadi satu arah ke bawah. Woaaaaaaa! Puput ngebut bahkan ga mau berenti demi beli kripik bayem.

Oliq di Taman Safari waktu naik
Oliq di Taman Safari waktu naik

Menilik pengalaman di atas, beberapa kesimpulan dikiatkan:

1. Kalo bisa sih ga usah ke Puncak wahahhaha *ditimpukin tahu sumedang *mangap

2. Perhatikan betul-betul jam-jam buka tutup dan hari-harinya

3. Pantau keadaan lalu lintas Puncak lewat Twitter, bisa via @lewatmana atau @TMCPoldaMetro atau akun lokal Bogor

4. Pipis setiap ada kesempatan

5. Bekal cecemilan dan minuman (air putih, teh, kopi, bandrek dsb, kacang, kripik dsb). Banyak sih yang jualan, tapi siapa tau beda selera.

6. Bekal makan siang soalnya biasanya yang jualan asongan paling pol jajanan. Ada sih pizza tapi tidak di semua tempat. Kalo ga bawa makanan bisa2 kaya kami yang bakul popmienya kudu lari-lari ngejar mobil.

7. Daripada bego seperti kami pulang pagi-pagi, mending sekalian pas udah dibuka satu arah ke bawah. Lancar. Di tol Ciawi juga lancar.

Sampai rumah (wilayah Kuningan) jam 16.30, jadi total 4,5 jam. Kalo ke arah Jogja udah sampai Purwokerto kali, udah ngganyem tempe mendoan aja.

Demikian semoga berguna. Buat yang sering ke Puncak, bisa tolong ditambahin kiat-kiatnya.

Advertisements

6 thoughts on “Kiat ke Puncak saat akhir pekan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s