Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 1)


Indonesia adalah surga bagi penyelam. Seorang penyelam professional pernah berkata, “Tinggal di Indonesia tapi tidak bisa menyelam (diving) seperti memiliki sebuah Ferrari tapi tidak bisa menyetir.” Meskipun terdengar berlebihan, tapi ini menunjukkan banyaknya lokasi penyelaman (diving spot) yang sangat indah di Indonesia. Hal ini tidak mengherankan karena Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa antara benua Asia dan Australia, serta memiliki segitiga karang (coral triangle) yang menciptakan ekosistem bawah laut yang sangat menakjubkan.

New_Blue ribbon eel2
Blue ribbon eel, salah satu binatang laut kecil lucu yang mudah ditemukan di perairan tropis Indonesia

Meskipun saya bukan penyelam profesional dan memiliki jumlah penyelaman yang masih sedikit, saya ingin berbagi lokasi-lokasi selam (dive spot) yang pernah saya kunjungi berikut ulasan ringkasnya.

1. Sanur, Bali

Ini adalah lokasi pertama yang saya selami pada saat mengambil sertifikat selam. Lokasi ini tidak istimewa, hanya pasir putih dengan sedikit karang dan binatang laut, namun sangat terkenal sebagai lokasi penyelaman pertama bagi penyelam pemula karena kedalaman yang ideal, hanya sekitar 15 m, dengan ombak tenang dan mudah dijangkau baik dari Denpasar, Sanur, maupun Kuta.

2. Tulamben, Bali

Ini adalah lokasi berikutnya pada saat saya mengambil sertifikat. Tempat ini sangat terkenal karena adanya kapal karam (shipwreck) US Army Transport “Liberty” dari jaman Perang Dunia II yang kondisinya masih sangat bagus dengan kedalaman hanya sekitar 25-30 meter dan bisa dijangkau dari pantai. Umumnya kapal karam berada dalam kedalaman yang sangat dalam dengan kondisi kapal hancur. Kapal ini sebenarnya mendarat darurat di Tulamben karena ditorpedo oleh kapal selam Jepang tahun 1942, namun akibat letusan Gunung Agung tahun 1963, kapal ini terseret dan tenggelam di laut, namun tak jauh dari bibir pantai. Dengan keunikan kapal yang masih baik dan mudah dijangkau, Tulamben menjadi sangat terkenal bagi pecinta kapal karam. Tulamben bisa dijangkau kurang lebih 2 jam berkendara dari Kuta dan sekitarnya.

Tulamben, Bali, dive spot yang bisa dijangkau dari pantai (beach entry) dengan keunikan kapal karam yang masih bagus
Tulamben, Bali, dive spot yang bisa dijangkau dari pantai (beach entry) dengan keunikan kapal karam yang masih bagus

3. Derawan, Kalimantan Timur

Pulau Derawan terkenal sebagai lokasi penangkaran penyu hijau, sehingga penyelam hampir selalu bertemu dengan penyu baik yang sedang menyelam maupun sedang bernafas di permukaan. Anda juga bisa menemukan hiu karang (reef shark) maupun hiu totol-totol (leopard shark). Karang-karangnya juga cukup indah dan masih terawat. Namun yang paling terkenal adalah danau air tawar di tengah Pulau Kakaban yang menjadi tempat tinggal ubur-ubur tidak beracun. Hanya ada dua danau di dunia yang memiliki ubur-ubur tidak beracun. Anda bisa berenang dan memegang ubur-ubur ini tanpa perlu khawatir sama sekali. Pulau Kakaban terletak kira-kira satu jam dengan kapal cepat (speed boat) dari Pulau Derawan. Dari Jakarta, Anda harus naik pesawat ke Balikpapan selama 2 jam, disambung naik pesawat baling-baling ke kota Berau selama 1 jam, disambung jalan darat selama 2 jam, kemudian naik kapal cepat selama 1 jam. Cukup jauh dan melelahkan.

4. Donggala, Sulawesi Tengah

Ini adalah salah satu lokasi penyelaman yang mudah dijangkau. Dari Palu, ibukota Sulawesi Tengah, Anda cukup berkendara selama 30 menit untuk mencapai Pantai Donggala. Dari pantai ini, Anda bahkan bisa menyelam langsung dari bibir pantai (beach entry), meskipun pemandangan bawah laut yang indah lebih banyak di tengah laut dan harus dicapai dengan kapal cepat selama kira-kira 30 menit. Untuk penyelam yang kurang suka naik kapal karena mudah mabuk laut, dive spot ini sangat cocok untuk mereka. Pemandangan bawah lautnya juga indah dan masih terawat, Anda bahkan bisa menemukan hiu karang yang sedang bersembunyi di balik karang berbentuk meja (table coral).

Donggala, Sulawesi Tengah, dive spot yang juga bisa dijangkau dari pantai, hanya 30 menit dari Palu
Donggala, Sulawesi Tengah, dive spot yang juga bisa dijangkau dari pantai, hanya 30 menit dari Palu

5. Togean, Sulawesi Tengah

Berbanding terbalik dengan Donggala, diving spot ini sangat terpencil. Togean terletak di Teluk Tomini, teluk antara Sulawesi Utara dengan Sulawesi Tengah. Dari Palu, Anda harus naik mobil selama 9 jam ke kota kecil Ampana, dilanjutkan dengan naik kapal selama 4 jam. Anda akan tiba di Pulau Kadidiri yang memiliki resor lengkap dengan dive center. Anda juga bisa naik kapal selama 6 jam dari kota Gorontalo. Meskipun letaknya sulit dijangkau, keindahan karang dan hewan bawah lautnya sangat mengagumkan. Anda dijamin akan dimanjakan dengan karang-karang yang berwarna-warni yang bahkan terlihat jelas dari permukaan laut. Di sekitar Togean, Anda juga bisa menemukan pesawat karam (plane wreck) dari jaman Perang Dunia II yang kondisinya masih bagus. Pesawat ini mendarat darurat di air (ditching) kemudian tenggelam, bukan jatuh dari udara (crash) sehingga kondisinya masih relatif utuh. Selain itu, tenggelamnya pesawat ada di kedalaman kurang dari 30 m sehingga masih terjangkau bagi penyelam. Togean termasuk lokasi dive spot favorit saya dan tentunya sangat saya rekomendasikan. Tulisan lengkapnya bisa Anda baca di sini.

Lokasi berikutnya akan dibahas di tulisan kedua.

Advertisements

5 thoughts on “Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s