Mencoba Kincir Raksasa Singapore Flyer


Setelah beberapa kali ke Singapura dan melewatkan kesempatan untuk mencoba Singapore Flyer, akhirnya kami naik kincir raksasa ini malam Minggu lalu. Kunjungan singkat ke Singapura ini merupakan bagian dari pemulihan Oliq pasca sakit. Cuma diare sih…tapi…tapi….apapun itu valid untuk menjadi alasan jalan-jalan.

Singapore Flyer!
Singapore Flyer!

Singapore Flyer sampai saat ini masih menjadi wahana kincir terbesar di dunia, mengalahkan Star of Nanchang dan London Eye. Tinggi total wahana ini adalah 165 meter, setara dengan gedung tingkat 42. Wahana raksasa ini dibangun dari tahun 2005 hingga tahun 2008.

Berhubung kami Cuma berakhir pekan, iseng mencari tiket naik Singapore Flyer secara online. Ternyata harganya lebih murah daripada beli langsung di konter. Harga tiket untuk dewasa SGD 33 dan untuk anak-anak SGD 21. Lewat internet mendapat potongan 10%, dan bulan April ini potongannya 20%. Lumayan juga kan?

Untuk tiket online ini Anda harus sudah memastikan tanggal berapa ingin ke Singapore Flyer, tidak boleh beda hari. Untuk waktunya, terserah saja, bisa siang-malam selama waktu operasi. Anda tinggal membawa print-out e-ticket yang sudah dikirim setelah pembayaran (Visa dan Mastercard).

Tiba di Singapura sekitar pukul 2 siang, kami langsung menuju hotel di Pearl’s Hill. Oliq masih agak lebih rewel dari biasanya, mungkin karena badannya belum fit benar. Kami memang merencanakan untuk naik Singapore Flyer pada malam hari. Lebih romantis.

Akhirnya sekitar jam 6.30 malam kami berangkat, naik MRT menuju ke Stasiun Promenade. Dari sana harus jalan sekitar 500 meter hingga tiba di Flyer. Pengunjung harus melewati beberapa ruangan dengan pameran, lampu warna-warni. Difoto juga, kami sih tidak pernah ambil foto cetaknya, maklum traveler kere wekekekke.

Setelah antri sebentar akhirnya naik ke salah satu dari 28 kapsul kincir raksasa. Beberapa kapsul berisi dinner set lengkap bagi mereka yang ingin melakukan skydining. Sementara itu kapsul reguler dapat berisi 28 orang. Di tengah terdapat bangku besi, cocok untuk ibu menyusui yang anaknya ngantuk seperti saya.

Pemandangan dari atas
Pemandangan dari atas

Alhasil, Oliq langsung bobo begitu kapsul mulai bergerak, sementara yang lain ribut foto-foto. Pergerakan kapsul sendiri sama sekali tidak terasa. Tahu-tahu kami sudah bisa melihat jalan-jalan Singapura yang simpang siur di bawah kami.

Pemandangan favorit lain tentu saja Marina Bay Sand. Dari atas terlihat beberapa hotel besar seperti The Fullerton, Pan Pacific, Mandarin Marina, dan sebagainya. Singapore River juga terlihat mengalir, tidak terlalu jauh rasanya.

Kincir raksasa dari bawah
Kincir raksasa dari bawah

Kabarnya, ketika cuaca cerah, sebagian dari Malaysia, dan sekilas Pulau Batam dan Bintan pun dapat terlihat dari puncak Singapore Flyer. Satu putaran membutuhkan waktu 30 menit, dan perjalanan kami berakhir.

Singapore Flyer sudah. Tinggal London Eye deh!

Advertisements

5 thoughts on “Mencoba Kincir Raksasa Singapore Flyer”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s