Selayang pandang kota Stavanger, Norwegia


Pertama mendengar kata Stavanger, mungkin Anda mengernyitkan dahi, ada di belahan bumi mana yaa… Memang kota ini bukanlah kota besar atau tujuan wisata pada umumnya, sehingga tak banyak orang yang tahu. Hanya karena tugas dari kantor, akhirnya saya ada di kota ini.

Welcome to the Stavanger region, Norway
Welcome to the Stavanger region, Norway

Stavanger terletak di barat daya Norwegia (Norway dalam Inggris atau Norge dalam bahasa asli), persis menghadap Laut Utara atau North Sea. Laut ini diapit oleh negara Norwegia, Denmark, Jerman, Belanda, Belgia, dan Inggris Raya atau United Kingdom (UK). Stavanger terkenal dengan sebutan Oil Capital of Norway karena banyak perusahaan minyak dunia memiliki kantor di sini. Tak heran, karena lokasinya menghadap Laut Utara yang sangat kaya minyak, Stavanger menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Kesan pertama tiba di Stavanger adalah “kok sepi ya bandaranya.” Sebenarnya frekuensi penerbangan ke Stavanger cukup padat, hanya saja mungkin saya datang pada saat sepi. Bandara Stavanger Sola sendiri sebenarnya adalah bandara terpadat di Norwegia setelah bandara di ibukota Oslo. Umumnya di akhirpekan lebih banyak orang keluar kota daripada terbang ke Stavanger karena banyak pendatang-pendatang yang bekerja di sini. Tak heran, fenomena ini berimbas pada ketersediaan hotel di sini. Sangat sulit mencari kamar hotel di Stavanger pada hari kerja, apalagi jika pesannya mendadak. Harganya pun lebih mahal saat hari kerja dibandingkan akhir pekan.

Kesan berikutnya adalah dinginnya udara pagi yang sangat menusuk meskipun matahari bersinar cerah. Meskipun terletak di bagian selatan, Stavanger tetap dekat dengan kutub, ditambah musim dingin yang masih menyelimuti (walaupun seharusnya sudah musim semi), cuaca di sini masih berkisar -5 hingga 5 derajat Celcius. Danau-danau masih diselimuti es, sebuah pemandangan unik bagi orang-orang tropis seperti kami. Burung-burung asyik bermain di atas es, namun manusia dilarang meniru mereka karena lapisan es bisa jadi sangat tipis sehingga mudah pecah.

Danau beku, dilarang berjalan di atas lapisan es, kira-kira demikian terjemahan papan larangannya
Danau beku, dilarang berjalan di atas lapisan es, kira-kira demikian terjemahan papan larangannya

Hal lain yang menonjol adalah harga-harga yang sangat mahal. Pertama kali kami naik taksi dari bandara menuju hotel, jarak tempuh yang hanya 20 menit sudah menghabiskan 380 kr (NOK = Norwegian Krone) atau sekitar Rp 650.000 . Mahal sekali bukan? Hotel pun rata-rata harganya diatas 1000 kr (Rp 1,7 juta) per malam, padahal kamarnya kecil dan fasilitasnya standar, setara hotel bintang 2. Bis kota juga mahal, sekali naik tarifnya 30 kr (Rp 51 ribu) jauh dekat sama saja. Air mineral 50 cl (500 ml) sekitar 20 kr (Rp 34 ribu), sementara roti croissant sekitar 17 kr (Rp 29 ribu). Sekali makan di restoran bisa menghabiskan minimal 200 kr (Rp 340 ribu). Silahkan bandingkan harga-harga di atas dengan harga di Jakarta, apalagi Yogyakarta 🙂

Stavanger termasuk kota kecil dengan populasi hanya sekitar 120 ribu orang. Pusat kotanya terletak persis di tepi pelabuhan utama yang menghubungkan Stavanger dengan pulau-pulau dan kota-kota lain di Norwegia. Pusat kota ini cukup kecil, mudah dikelilingi hanya dengan berjalan kaki. Landmark utama di pusat kota adalah Gereja Katedral Stavanger yang selesai dibangun tahun 1125. Gereja ini terletak persis di Danau Breiavatnet yang menjadi ikon utama kota Stavanger. Di dekat danau ini terdapat terminal bus dan stasiun kereta antar kota. Ikon lain di pusat kota adalah Norwegian Petroleum Museum (Norsk Oljemuseum) yang melambangkan “ibukota minyak Norwegia”.

Katedral Stavanger, ikon utama kota Stavanger yang selesai dibangun tahun 1125
Katedral Stavanger, ikon utama kota Stavanger yang selesai dibangun tahun 1125

Makanan khas Skandinavia (termasuk Norwegia) adalah daging yang disajikan dalam bentuk “cold cuts”. Sesuai artinya, daging yang masih dingin disajikan dalam irisan tipis yang menyerupai lembaran. Rasanya benar-benar “dingin” alias dingin secara suhu dan rasa. Daging tersebut hanya dibumbui sedikit garam sehingga rasa daging aslinya masih sangat terasa. Seperti halnya negara Eropa lain, Norwegia memiliki keju khas yang rasanya cukup berat menurut saya. Ikan salmon merupakan makanan utama yang diolah dalam berbagai bentuk. Yang cukup unik adalah salmon asap yang terasa lebih berserat dengan rasa bumbu yang lebih tajam. Namun untuk urusan desert alias makanan pencuci mulut, negara ini memiliki banyak pilihan yang menggoda selera.

Norwegia adalah salah satu negara paling makmur di dunia. Tak heran, fasilitas publik, terutama untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, sangat tertata dengan baik. Jalur khusus sepeda dan pejalan kaki dibangun di setiap pinggir jalan dan terowongan-terowongan khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda dibangun dibawah jalan raya bagi mereka yang hendak menyeberang sehingga aman dari bahaya tabrakan. Kalaupun tidak ada terowongan dan hanya ada zebra cross, pengendara mobil akan berhenti bila melihat ada pejalan kaki hendak menyeberang. Ada pula bundaran khusus pejalan kaki yang dibangun persis di atas bundaran jalan raya, hal yang sulit ditemui di negara lain. Transportasi umum dengan bus juga sangat nyaman. Tapi ingat, Anda hanya boleh menyetop bus di halte bus, tak bisa sembarangan tempat.

Bundaran khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda, persis di atas bundaran jalan raya
Bundaran khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda, persis di atas bundaran jalan raya

Yang menarik lagi adalah fasilitas pembayaran “cashless” yang tersedia hampir di semua tempat. Setiap taxi menyediakan fasilitas pembayaran dengan kartu, baik debit maupun kredit. Bis kota juga demikian. Setiap convenience store seperti 7 eleven juga menyediakan fasilitas ini. Pembayaran tiket kereta juga bisa dilakukan dengan kartu. Tentu saja, ini menunjukkan bahwa tingkat melek finansial sangat tinggi, didukung dengan sarana IT & telekomunikasi yang sudah tertata sangat baik.

Advertisements

7 thoughts on “Selayang pandang kota Stavanger, Norwegia”

  1. senang membaca cerita ini,,,menambah informasi yg berguna utk rencana perjalanan ke norway., hanya saja saya sangat memerlukan tambahan infox, misalx tempat apa yang ada disana utk dnikmati.,biaya yang pernah dikeluarkan…terimakasih ayas tulisanx yg sdh di publish

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s