Keliling Amsterdam di Bawah Rintik Salju


Karena satu dan lain hal kami memutuskan untuk berlibur ke Eropa bulan lalu, masih dalam musim dingin. Setelah menghabiskan beberapa hari di Paris, kami melanjutkan liburan di Amsterdam, ibukota Belanda.

Oliq di Museumplein
Oliq di Museumplein

Puncak musim dingin sudah terlewat sehingga temperatur sudah agak bersahabat ehmm untuk beruang kutub maksudnya.Suhu masih di bawah 5 derajat Celcius, terkadang tiba-tiba turun hingga di bawah titik beku. Dingin yang menggigit tidak menghalangi saya, Papa Krewel, dan Oliq mengelilingi kota yang terkenal dengan kanal-kanalnya ini.

Beberapa objek wisata yang wajib dikunjungi antara lain:

???????????????????????????????
Rijksmuseum di Amsterdam

1. Rijksmuseum, berada di Museumplein (kawasan museum: Rijksmuseum, Van Gogh Museum, Stedelijk Museum, dan Concertgebouw). Museum ini memamerkan lukisan, patung, dari banyak seniman dunia. Salah satu koleksinya yang paling terkenal adalah The Night Watch, lukisan karya Rembrandt. Tiket untuk dewasa adalah 10 euro. Kami tidak berlama-lama di dalam setelah insiden Oliq berlari menerobos pagar pembatas dan hampir memegang salah satu lukisan Rembrandt dengan tangannya yang penuh keripik kentang. Kalau di film-film mungkin gerakan lari saya dan si ibu petugas untuk menangkap si anak bandel sudah dibuat slow motion.

2. Van Gogh Museum berada hanya beberapa puluh meter dari Rijksmuseum. Belajar dari pengalaman sebelumnya, akhirnya kami memutuskan hanya foto-foto di depan gedungnya. Daripada sudah bayar mahal dan terus deg-degan di dalam. Di lapangan dekat Van Gogh Museum ini banyak bangku-bangku besi di mana kami menikmati bekal berupa nasi lauk indomi dan telur ceplok.

De Wallen adalah kawasan prostitusi di Amsterdam
De Wallen adalah kawasan prostitusi di Amsterdam

3. De Wallen atau yang terkenal dengan istilah Red-Light District. Kawasan lokalisasi yang mungkin paling terkenal di dunia karena para pekerja seks komersial yang menjajakan diri lewat etalase-etalase merah. Malam hari daerah ini sangat indah dengan kanal dan lampu-lampu temaram berwarna merah. Untuk lebih lengkap tentang De Wallen, baca tulisan saya di sini.

4. Royal Palace atau Koninklijk Paleis berada di kawasan Dam, tidak terlalu jauh dari Centraal Station. Di depan istana biasanya banyak orang. Ada yang sedang berdemo, ada yang berjualan, ada yang sibuk memberi makan ratusan merpati yang ada di situ, ada pula yang berusaha mencopet.

Di windmolen, difotoin bapak-bapak bersepeda yang bela-belain berhenti
Di windmolen, difotoin bapak-bapak bersepeda yang bela-belain berhenti

5. Tidak sah pergi ke Belanda tanpa mengunjungi kincir angin, atau windmolen. Sebenarnya masih ada 8 kincir yang ada di Amsterdam dan sekitarnya. Yang paling mudah diakses adalah Bierbrouwerij ‘t lj yang berada di sekitar 20 menit berjalan kaki dari Maritime Museum. Kincir yang sering dikunjungi turis adalah Molen van Sloten, sayangnya kami tidak punya waktu untuk mendatanginya karena agak di luar kota.

6. Koningsplein terkenal sebagai pasar bunga. Kalau di Jogja, bukan seperti Pasar Kembang lho, tapi daerah kotabaru di pinggiran Kali Code di mana toko bunga berderet.

7. Nieuwmarkt adalah tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh. Kawasan ini sangat dekat dengan De Wallen maupun Centraal Station.

Centraal Station
Centraal Station

8. Centraal Station adalah stasiun terbesar di Amsterdam, melayani kereta api lokal, antarkota, maupun antar negara. Bukan hanya berfungsi sebagai stasiun, tempat ini juga merupakan landmark Amsterdam.

9. Oudekerk atau Gereja Tua, berada di tengah De Wallen. Di kawasan lampu merah ini juga terdapat beberapa gereja cantik lainnya.

Kapal VOC di sebelah Maritime Museum
Kapal VOC di sebelah Maritime Museum

10. NEMO dan Maritime Museum. Kebetulan kami menyewa apartemen di seberang NEMO. Ini adalah museum ilmu pengetahuan yang cocok untuk anak dan remaja. Di NEMO ini Oliq seneng banget dengan segala macam alat-alatnya. Ada bagian pendidikan seks juga khusus untuk 12 tahun ke atas, salah satu alat peraganya adalah lidah-lidahan raksasa untuk memperagakan gimana rasanya french kiss. Maritime Museum berada di sebelahnya. Di samping museum ini berdiri gagah sebuah kapal VOC.

Bila Anda ke Amsterdam sempatkan juga untuk mengikuti canal cruise menyusuri kanal-kanal terkenal di kota ini, salah satunya adalah Herengracht atau Gentlemens Canal. Bayarnya antara 9-14 euro untuk satu jam.

We are a family of wanderlust, we don’t mind walking around in the falling snow.

Advertisements

4 thoughts on “Keliling Amsterdam di Bawah Rintik Salju”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s