Backpackology : Revolusi Digital dalam dunia Backpacking


Ide tulisan ini sebenarnya saya siapkan untuk menyambut follower blog ke-100, tapi apa daya hingga follower ke-137 (dan sudah 140 ketika tulisan ini akan diterbitkan) saya baru bisa menuangkan ide dalam blog ini. Kali ini saya akan membahas revolusi digital yang telah mengubah backpacking alias jalan-jalan mandiri menjadi sebuah gaya hidup yang menginspirasi banyak orang, termasuk kami tentunya.

1. Internet

Ini adalah revolusi digital yang paling kuat dalam mengubah backpacking menjadi suatu gaya hidup modern yang sangat menarik bagi banyak orang. Internet yang awalnya hanya digunakan sebagai media untuk bertukar informasi pada jaman Perang Dunia, kini telah merambah hampir semua penjuru dunia dan menyediakan wadah untuk saling bertukar informasi. Secara khusus, situs pencari / search engine seperti google.com menjadi gerbang utama bagi netizen (sebutan bagi pengguna internet) untuk berburu informasi termasuk dunia wisata.

2. Online ticketing

Dulu, kita harus menghubungi agen perjalanan untuk memesan tiket, terutama tiket pesawat, atau datang langsung ke bandara / stasiun. Kini, kita bisa dengan mudah memesan tiket melalui internet. Di Indonesia, maskapai yang memulai revolusi ini adalah AirAsia.com yang menawarkan tiket murah melalui internet. Bagi saya, inilah revolusi digital terbesar dalam dunia backpacking, karena dengan fasilitas ini seseorang dengan dana terbatas memiliki kesempatan untuk bepergian ke banyak tempat, hingga lintas negara, dengan mudah dan murah. Orang-orang yang awalnya tidak berniat untuk berkunjung ke suatu negara menjadi tertarik karena biaya yang sangat murah dibanding sebelumnya. Sebagai gambaran, suatu maskapai bisa menawarkan tiket promo kurang dari Rp 100.000 untuk rute negara ASEAN. Dengan harga yang sama, mungkin Anda hanya bisa pergi ke kota-kota di Jawa dengan bis atau kereta. Tentu, Anda harus punya kartu kredit untuk dapat menggunakan fasilitas online ticketing meskipun kini dengan kartu debit atau transfer bank juga sudah dimungkinkan.

3. Online Booking

Layanan ini mirip dengan online ticketing, hanya saja disini yang ditawarkan adalah penginapan. Dengan layanan ini, Anda bisa dengan leluasa memesan kamar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Kini, mulai dari hostel hingga hotel bintang lima menawarkan layanan ini. Layanan ini disediakan langsung oleh hotel yang bersangkutan maupun website yang khusus melayani pemesanan hotel. Di website ini, Anda bisa memilih berbagai hotel dan membandingkan layanan dan harganya, bahkan harga promo kerap diberikan disini. Salah satu website yang menawarkan layanan ini adalah hotelscombined.com yang bisa Anda akses langsung di web ini melalui banner di pojok kanan atas.

4. Online Map / Peta

Dulu, seorang backpacker hanya bisa mengandalkan peta kertas yang umumnya kurang detil, atau kalaupun ada hanya tersedia secara terbatas di tempat-tempat tertentu seperti bandara dan obyek wisata. Kini, siapapun bisa dengan mudah mengakses peta digital di website seperti map.google.com dan map.bing.com .Anda bahkan bisa melihat foto-foto lokasi yang akan Anda tuju, mencari lokasi menarik (point of interest), mencari tempat penginapan, dan mencari rute angkutan umum yang tersedia. Layanan-layanan ini sangat membantu bagi seorang backpacker karena semua info yang dibutuhkan ada dalam satu tempat yang terintegrasi.

5. Website rekomendasi wisata

Seiring tumbuhnya minat wisata khususnya ala backpacking, kebutuhan website yang menyediakan informasi wisata lengkap dengan rekomendasi penginapan, transportasi, maupun tips dan tricks menjadi sangat penting. Kini banyak website yang menyediakan berbagai rekomendasi, salah satunya yang kerap menjadi rujukan adalah tripadvisor.com. Di sini Anda bisa mendapat berbagai informasi tentang suatu lokasi, baik obyek wisata, penginapan, transportasi, hingga ulasan-ulasan dari orang-orang yang pernah berkunjung. Selain web khusus wisata, banyak pula blog-blog pribadi yang menyediakan informasi wisata yang kadang lebih detil dan unik, seperti halnya blog backpackology.me yang sedang Anda kunjungi.

6. Smartphone / Tablet

Ini adalah revolusi digital terkini yang sangat mengubah cara pandang kita tentang backpacking. Dengan adanya smartphone dan/atau tablet, semua informasi yang telah disebutkan di atas menjadi dalam genggaman. Mulai dari akses internet, peta digital dengan bantuan GPS, pembayaran melalui mobile banking, hingga berbagai aplikasi panduan wisata menjadi sangat dekat dan tersedia kapanpun dimanapun. Tentu dengan catatan selama Anda terhubung dengan sinyal yang cukup kuat untuk menerima dan mengirim data. Namun ingat, jika Anda bepergian ke luar negeri, biaya roaming data menjadi sangat mahal sehingga Anda perlu pertimbangkan dengan seksama. Lebih baik batasi penggunaan data dan gunakan layanan yang bisa digunakan secara offline alias tidak terhubung internet seperti peta digital offline (offline map) maupun panduan wisata offline.

Revolusi lain yang terjadi di Indonesia adalah munculnya buku-buku panduan wisata dan program-program TV yang membahas wisata dalam 5 tahun terakhir. Meskipun tidak berhubungan langsung dengan dunia digital, namun revolusi ini sangat kentara seiring makin banyaknya backpacker individual maupun kelompok. Backpacker yang didominasi kaum muda yang selalu berpikiran terbuka selalu haus informasi, sehingga adanya buku panduan wisata maupun program TV sangat membantu mereka dalam mencari inspirasi dan memperoleh informasi. Meskipun smartphone sudah sangat canggih, buku panduan masih menjadi pilihan banyak orang untuk menemani jalan-jalan mereka. Dahulu, backpacker hanya bisa mengandalkan buku-buku luar negeri seperti Lonely Planet, namun kini buku panduan wisata berbahasa Indonesia sudah semakin banyak dan lengkap seperti buku “Wisata Hemat Phuket” dan “Backpacking Vietnam” karya Olenka Priyadarsani, pemilik dan kontributor blog ini. Semoga tulisan ini bisa mencerahkan dan menginspirasi Anda dalam menjalani backpacking secara lebih cerdas.

Advertisements

9 thoughts on “Backpackology : Revolusi Digital dalam dunia Backpacking”

  1. Hello salam kenal mas.. aku juga lgi belajar nie buat jdi blogger plus traveler.. hehe.. Blognya sgt menginspirasi saya buat berkeliling ke byk tmpat baru.. tapi apa daya, dompet harus di isi sebelum dikosongkan lagi.. hehehe.. aku butuh tips nabungnya mas biar bisa keliling2 kya kalian.. ūüėÄ

    Like

    1. Salam kenal juga… backpacking gak perlu memaksakan diri, sesuaikan ama kondisi dan isi kantong. Gak perlu jauh2, di Indonesia pun banyak tempat yang sangat menarik… nanti akan ada tips2 backpacking hemat buat backpacker2 dengan kantong pas2an seperti kebanyakan orang… jadi terus ikuti blog ini yaa..

      Like

  2. Saya baru mulai seneng travelling nih. Baru seputaran ASEAN aja sih. Pengen banget bisa tur Europe. Boleh dong bagi info juga tempat makanan halal dan tips ibadah bagi yg muslim selama travelling. Makasih ya. Tulisannya keren-keren…

    Like

  3. saya juga sedang menjalankan blog wisata yang didirikan bersama kakak sepupu saya, yang mau saya tanyakan jika kita ingin blog kita banyak dikunjungi orang, apakah kita harus wisata dulu baru menulis ya? atau kita boleh mencari refrensi untuk sekedar dibagikan?

    Like

    1. Sebenarnya tidak ada panduan khusus untuk blog karena blog adalah sarana ekspresi yang tidak dibatasi..namun tentu ada kaidah-kaidah yang harus diikuti, seperti tidak copy paste dari sumber lain, namun boleh mengutip / reblog dengan menuliskan sumbernya. Jadi sekedar mencari dan menulis referensi wisata boleh-boleh saja tanpa perlu datang langsung ke tempatnya, namun tentu lebih afdol kalo penulis sudah pernah datang langsung ke tempatnya.. semoga membantu, selamat berwisata dan menulis

      Like

  4. Salam kenal pak Puput, saya merencanakan liburan ke Amsterdam bersama keluarga.
    Saya mau minta tolong pak untuk infonya dri biaya tiket pp dan tempat penginapan yang murah.
    dan apakah harus mengurus visa sebelum melakukan travel ke Amsterdam?
    Trimakasih Sebelumnya .

    Like

    1. Salam kenal mas, ibu puput yg menjawab. Kalo harga tiket beragam ya, bisa dibandingkan antara yg direct (garuda, KLM) dengan yg transit (MH, etihad, emirates, qatar dll). Yg pertama kami naik KLM tiket sekitar usd 900 per orang pp.
      Kami kebetulan lbh senang sewa apartemen daripada hotel krn bisa masak sendiri jadi lebih irit. Apalagi klo bawa anak bisa lebih leluasa.

      Like

    2. Oh ya untuk visa harus diurus sebelumnya, butuh 5-7 hari kerja, alokasikan waktu lebih saat menjelang liburan. Visa schengen biaya 700ribuan, anak di bawah 4 th (saya ga yakin 4,5 atau 6) gratis.
      Silakan klo ada yg bisa dibantu lagi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s