Pasar Malam Sekaten Jogja, Tak Pernah Terlewatkan Setiap Tahun


Pasar Malam Sekaten adalah salah satu bagian dari tradisi Jogja yang diadakan selama satu bulan  setiap setahun sekali tepatnya pada bulan Maulud. Psar malam ini bertempat di Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta. Pasar Malam ini sebenarnya adalah tradisi penyambutan sebelum diadakannya upacara grebeg sekaten. Saya sendiri setiap tahun tidak pernah melewatkan untuk pergi kesana sekedar untuk mencuci mata saja.

pasar malam sekaten Jogja
pasar malam sekaten Jogja

Pasar malam Sekaten tahun ini sudah dibuka sejak tanggal 24 Desember 2012 lalu dan selesai pada 24 Januari 2013 mendatang. Perayaan pasar malam Sekaten kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasar malam kali ini nampaknya telah dipersiapkan olah Pemda Jogja dengan sangat matang dan terkesan sangat terkonsep dengan baik. Saya mengatakan hal tersebut karena melihat penataan yang cukup rapi. Dimulai dari tempat parkir, stand-stand permainan sampai stand penjual makanan. Selain itu untuk masuk ke area pasar malam, tahun ini tidak dipungut biaya sepeser pun, berbeda dengan tahun-tahun lalu yang biasanya dipungut biaya Rp 2.000.

kadang banyak orang bilang “ngopo ning sekaten? Paling yo podo wae isine.” (“ngapain ke sekaten? Paling ya sama saja isinya”) padahal setiap tahun selalu ada perbedaan yang telah disiapkan oleh Pemda Jogja. Seperti tahun ini contohnya Pemda Jogja telah menyiapkan satu stand besar yang di dalamnya berisi stand-stand kecil yang terdiri dari badan-badan atau organisasi yang bergerak di bidang budaya dan sosial. Seperti Badan Penanggulangan Bencana DIY, Organisasi tanggap bencana Merapi, Dinas perhubungan, komunitas pecinta batik dan masih banyak lagi. Di sana mereka memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Selain berjalan-jalan untuk melemaskan kaki dan melihat-lihat stand-stand kecil di sana. Kita bisa menikmati Sekaten dengan beberapa kegiatan. Di sini saya bedakan menjadi 3 kegiatan.

Permainan

permainan atau wahana sederhana (begitu saya menyebutnya) di pasar malam ini sangat bermacam-macam dan cocok dengan segala usia. Di sana tersedia permainan untuk anak usia 5-10 tahun, remaja dan juga dewasa. Setiap permainan dipatok harga Rp 5.000/orang.

wahana sederhana: bianglala, kora-kora, komidi putar
wahana sederhana: bianglala, kora-kora, komidi putar

Permainan yang tersedia antara lain bianglala, kora-kora, ombak asmara, rumah hantu. Sedangkan untuk anak yang lebih kecil ada kereta mini, mandi bola, rumah balon, memancing ikan plastik dan masih banyak lagi. Jangan khawatir untuk masalah keamanannya. Setiap permainan tentunya sudah dipastikan aman. Permainan murah ini lumayan untuk refreshing setelah berminggu-minggu beraktivitas. Saya sendiri biasanya senang sekali naik bianglala.

Ngawul

Apakah teman-teman dari luar Jogja ada yang familier dengan kata Ngawul atau Ngowol? Tradisi Ngawul ini juga biasa ada di pasar malam sekaten setiap tahunnya. Di pasar malam tersebut akan dibuka stand-stand besar yang masing-masing penjualnya berjualan baju-baju impor bekas. Baju-baju tersebut akan ditumpuk sesuai dengan kategori pakaian tertentu. Misalnya kaos remaja, jaket wanita, jeans lelaki, atasan kerja wanita, baju anak dan masih banyak lagi. Hampir setiap kategori pakaian pasti ada.

Tradisi Ngawul
Tradisi Ngawul

Harga yang dipatok sangatlah murah, untuk baju yang digantung memang lebih mahal. Berkisar dari Rp 20.000 – Rp 40.000. sedangkan pakaian yang ditumpuk mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000. Semua harga tersebut masih bisa anda tawar, apalagi jika anda memborong banyak. Kata “Ngawul” sendiri memang berarti “Membongkar”, anda memang perlu membongkar-bongkar tumpukan baju tersebut untuk mendapatkan yang bagus. Sekedar saran saja, jika anda memang berniat untuk hunting pakaian, jangan lupa untuk memakai sarung tangan dan masker. Tidak usah malu atau merasa aneh, di sana memang biasanya seperti itu. Hal tersebut untuk  melindungi tangan anda agar tidak gatal-gatal dan pernafasan anda tidak terganggu. Jika anda telah membeli pakaian, tipsnya jangan lupa ketika sampai di rumah cuci dengan air panas atau hangat terlebih dahulu agar kuman-kuman yang menempel seluruhnya hilang. Setelah itu baru cuci dengan air dan sabun seperti biasa. Mungkin banyak dari anda yang mengira jika tradisi baju bekas ini kebanyakan dilakukan oleh kalangan bawah. Namun pada kenyataannya tidak seperti itu, tradisi ngawul ini bukan masalah harga atau gengsinya namun sensasi dari mengobrak-abrik tumpukan baju tersebutlah yang menyenangkan. Jangan salah lho, baju yang telah bersih dan disetrika tersebut tidak akan terlihat seperti baju bekas.

Kuliner

stand penjual galundeng dan cakwe
stand penjual galundeng dan cakwe

Kuliner yang menjadi ciri khas pasar malam sekaten adalah arum manis atau permen kapas yang biasanya dijual Rp 5.000/bungkus. Biasanya ini akan menjadi daya tarik bagi anda yang membawa anak-anak ke sana. Selain itu yang tidak boleh anda lupakan adalah mencicipi galundeng manis dan cakwe yang memang selalu dijual pada saat pasar malam sekaten.

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Pasar Malam Sekaten Jogja, Tak Pernah Terlewatkan Setiap Tahun”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s