Mengurus Visa Australia


Mengurus visa itu mungkin bisa dibilang bagian paling menyeramkan dalam menyiapkan sebuah perjalanan. Dokumen harus lengkap, itupun belum tentu disetujui. Nah kalau ditolak bagaimana? Bisa rugi besar apalagi kalau tiket pesawat sudah dibeli (promo lagi, jadi ga bisa direfund). Ini sekilas saja pengalaman saya apply visa Australia tahun lalu.

Oliq dan para tuan rumah
Oliq dan para tuan rumah

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya melamar visa Australia. Yang pertama kali adalah pada tahun 2004, tapi waktu itu adalah visa studi dan semua yang mengurus adalah pihak ADS/Ausaid, jadi bisa dikatakan hampir pasti dapat lah.

Untuk kali ini, karena Oliq masih bayi, saya enggan mengurus sendiri. Jadilah saya ke travel agent TX di Pasar Festival. Biaya visanya sekitar Rp 1.225.000 per paspor (per 1 Januari 2013 ada penyesuaian biaya lagi), dan dengan jasa travel agent saya harus membayar Rp 1.300.000. Lumayan kan kalau dikali 3 orang. Yap benar, bayi juga bayar.

Yang paling menyebalkan dari urusan ini adalah persiapan dokumennya. Berikut ini yang perlu dipersiapkan:

1. Formulir aplikasi, bila menggunakan travel agent mereka yang akan mengisikannya. Untuk visa turis menggunakan Form 48R atau Form 48R dalam Bahasa Indonesia. Lebih lengkapnya ada di sini.

2. Paspor asli yang masih valid dan paspor sebelumnya (bila ada). Paspor saya yang lama diambil kantor imigrasi Yogya, jadi hanya menggunakan paspor yang masih valid sekarang. Jadi reminder aja lain kali kalo perpanjangan paspor lagi, paspor lamanya diminta.

3. Foto 4×6 background putih. Bila memakai kerudung/hijab telinga kelihatan. Untuk yang satu ini saya nggak suka liat foto saya pakai kerudung dengan telingga nongol, makanya saya memilih foto pasfoto tanpa kerudung. Ini sih tergantung keyakinan masing-masing ya. Untuk foto Oliq lebih bebas karena dia masih bayi 6 bulan belum bisa duduk tegak. Yang penting nggak terlalu miring dan melek. Fotonya digendong saja, nanti akan diedit tukang foto supaya yang nggendong tidak kelihatan.

4. Fotokopi kartu keluarga.

5. Fotokopi KTP.

6. Fotokopi akta kelahiran Oliq sehubungan dia belum punya KTP. Nah, akta kelahiran sekarang sudah ada Bahasa Inggrisnya jadi tidak perlu diterjemahkan lagi. Waktu aplikasi saya yang pertama masa silam masih harus diterjemahkan.

7. Bank statement, print out rekening tabungan 3 bulan terakhir. Karena waktu itu saya sudah menjadi pengangguran terselubung, jadilah rekening Puput dijadikan jaminan untuk kami bertiga. Mungkin banyak yang bingung dengan informasi berapa minimal saldonya. Ada yang bilan 10 juta pun boleh, tapi rata-rata travel agent bilang 50 juta. Karena pada waktu itu asumsinya 3 orang, maka di rekeningnya ditaruh 150 juta padahal sebenarnya 50 juta cukup untuk satu keluarga.

8. Surat referensi dari kantor. Untuk kasus saya, dalam surat referensi kantornya Puput juga ditulis nama saya sebagai istri dan Oliq sebagai anak.

9. Tiket pulang pergi.

10. Bukti booking hotel. Sehubungan dengan saya yang mau nunut di rumahnya teman saya, Ririn di Melbourne, saya harus mempersiapkan hal-hal berikut: alamat rumahnya, fotokopi paspor dan visanya Ririn, fotokopi student card Ririn, fotokopi perjanjian sewa flat-nya Ririn. Hah ruwet kan. Habis itu Ririn juga harus menuliskan surat cinta khusus, yang melukiskan betapa akrabnya saya dengan dia, sudah bertahun-tahun kenal sejak masih piyik di UGM, hingga kerja bareng di yuendipi, dll. Kabarnya sih ga semuanya perlu, tapi saya mau aman aja jadi lebih baik lengkap.

11. Surat nikah.

12. Kita tidak perlu membuat rencana perjalanan seperti ketika mengurus visa Jepang.

Nah setelah penantian yang takkunjung berakhir, akhirnya visa jadi sekitar 10 hari kerja. Kataya untuk layanan visa di Jakarta memang lebih lama daripada yang di Bali. Mungkin karena pelamarnya juga lebih banyak.

Akhirnya dengan selembar visa bergambar kanguru, kami ajak Oliq yang waktu itu umur 6 bulan berkelana ke luar negeri untuk yang pertama kalinya. Tampaknya demi penghormatan atas kerja keras ini, Oliq membalas dengan tumbuh gigi pertama kali di Sydney!

Selamat mengurus visa. Tidak perlu deg-degan, pasrah saja wekekeke.

Advertisements

62 thoughts on “Mengurus Visa Australia”

  1. Dear Mba Olenka, paspor suami saya yg lama juga diminta oleh kantor imigrasi sewkt perpanjangan dl, apakah tidak diminta surat keterangan/yg lain bila tidak bisa menyerahkan paspor lama ? cukup menyerahkan yg valid sekarang saja ya? makasi infonya.. 🙂

    Like

    1. Halo Mbak Vivi, untuk Australia ga pake keterangan apapun. Kasih aja paspor yang sekarang sudah aman. Seingat saya di form juga tidak ada kolom mengenai itu. demikian juga dgn visa schengen dan banyak negara lainnya. Hanya form visa UK yg ada kolom pertanyaan di mana visa yg lama. Isi saja kept by the immigration office in mana gitu… semoga membantu

      Like

      1. insya allah 1 tahun atau 2 tahun lagi sih hehe.. minta doannya ya mba.. pengen lanjut kuliah disana 😀

        nanti bakal banyak tanya nih sama mba yg sering keliling keliling hehee..

        Like

      2. Asyiklah dik. Oz enak kok buat kuliah, tapi buat main-main juga enak. Nyamaaan juga buat kerja sambilan. Belajar oke, jalan-jalan lancar, tabungan penuh wekekek

        Like

  2. Hi mba. Thanks infonya. Foto saya pada paspor itu menggunakan jilbab. Apa tidak ada masalah nantinya saat mengurus visa ke Aussie? Thanks.

    Like

    1. Kalau di foto paspor gapapa mbak. Kalo pasfoto yg untuk apply ga jelas sih ketentuannya, saran saya mending telinganya dikeluarin buat amannya.

      Like

  3. mba Olenka..maksud dari surat referensi kantor itu,menjelaskan klo kita pegawai kantor dimana kita bekerja? Mohon infonya thanks

    Like

    1. Sori mbak arin baru sempet bales. Surat keterangan itu menjelaskan kita kerja di kantor itu, kadang ditulis sekian tahun, dan menjelaskan setelah pulang masih tetap akan kerja di kantor itu. Biasanya juga ada keterangan bahwa tujuan kita ke negara x utk liburan misalnya. HRD udah punya templatenya kok.

      Like

  4. Halo Olen,

    Ririn yg dimaksud diatas..Ririn Haryani Purnomo? Yg kerja di undp?
    Saya mo nanya lagi nih..bank account utk apply visa aussie minimal 50 juta ato 100 juta? Saya bingung informasinya sliwar sliwer:p. Olen ngurusnya pake TX travel ya?

    Like

    1. Ya bener ririn yg itu. 50jt. Tapi waktu itu ririn buat visa ibunya nggak perlu rekening sampai segitu. Memang utk kasus rek buat visa nggak ada ketentuan yg jelas. 50jt biasanya dipatok oleh travel supaya aman aja.

      Liked by 1 person

  5. asslkm.mbak kenalkan sy wahyu.tanya nich kalo cari visa aussie tdk pnya saudara disana gmn ya.sy sich ingin kesana,kmrn buka2 website info kerja di sana.yg salah satunya yg websiteya org malaysia tentang kerja petik buah.setelah sy pikir2 sy tertarik banget,dana sih sbtle dah siap n cukup.jg sy baca website tentang australia yg katanya ada visa liburan bisa sambil kerja musiman.gmn menurut mbk,mhn bantuan n infonya kalo mbk tahu masalah ini.oh ya sy di boyolali jateng.kalo bnr2 sich akan urus visa via agen nusantara tour n travel dijogya.yg sy dpt info dr internet juga ada yg tulis dulu adiknya diuruskan visanya lwt jasa mereka.sekian.mhn infonya ya.thanks from wahyu

    Like

  6. Selamat Siang Mbak Olen.

    Sebelumnya terima kasih atas infonya.
    Maaf mau tanya, ini saya mau buat visa work and holiday, sy lihat persyaratannya di web sangat rumit, harus ada surat rekomendasi dari Direktorat Jendral Imigrasi, surat kesehatan dari agen yg ditunjuk, dll. masing-masing prosesnya sangat lama. padahal awal November sy harus berangkat. Kalau pakai agen pembuatan visa apakah bisa? kira2 agen tersebut ada dimana ya? sy tinggal di Jogja.

    Terima kasih sebelumnya.

    Like

  7. mbak olen sya mau bertanya,sya pemula/belum pernah ke LN sama sekali,jadi otomatis belum pnya paspor dan visa sama sekali,bagaimana cara saya untuk mendapatkan paspor dan visa yg sebelumnya belum pernah punya?atas jawabannya terimakasih

    Like

    1. Kalau untuk visa jangan dipikirkan dulu kalau belum mau ke mana-mana. yang penting bikin paspor dulu. Gampang kok. Datang aja ke kantor imigrasi terdekat, ambil formulir. Form diisi lengkap, dikembalikan sambil bawa dokumen yg diperlukan (ktp, KK, dll tertulis semua di form). nanti akan ada waktu ambil foto dan wawancara, tergantung kantornya. Kalo sepi ya cepet, kalau ramai ya akan dipanggil lagi dlm waktu bbrp hari. setelah itu tunggu jadi deh.
      Untuk visa baru apply kalau sudah mau berangjat karena kebanyakan butuh tiket, bukti booking hotel dsb, lagian kalau cuma ke negara2 ASEAN nggak perlu visa.
      Goodluck!

      Like

  8. Maaf mba Olen, saya mau nanya, klo saya mau study disana apakah saya harus menggunakan visa pelajar atau saya bisa menggunakan visa kunjungan 1 tahun mba? Ini baru pertama kalinya mba, saya juga belum punya paspor. Bank statement juga saya tidak punya mba, mohon bantuannya ya mba, sekali lagi saya mohon maaf terlalu banyak nanya. terimakasih mba Olen.

    Like

    1. Halo Ayu, untuk pelajar harus pakai student visa tidak bisa visa turis. Lagipula di kebanyakan negara visa turis hanya valid 30 hari. Untuk student visa bisa diubah menjadi student visa dgn kerja parttime ketika sudah di sana. Semoga membantu

      Like

  9. Mba klo saya tidak punya tabungan sesuai ketentuan apa itu akan jadi masalah mba?
    Saya ditawarin untuk skolah disana program diploma 1 mba dan semua biaya ditanggung oleh tmen saya, termsuk tampat tinggal, makan dan biaya diplomannya.
    apa saya harus melapmpirkan surat keterangan tersebut mba?
    saya takut klau pengajuan saya ditolak mba. krna ksempatn ini sngat saya harapkan mba,

    Like

    1. Kalau itu harus ada surat pernyataan dari penjamin. Agak banyak dokumen yg disiapkan termasuk rek tabungan si penjamin. Ini kasusnya agak khusus. Harus ditanyain dulu sama pihak aust embassy.

      Like

      1. Gitu ya mba,, apa saya boleh mba klo bertanya ja dulu ke kantor AVAC mba?
        mba saya boleh minta alamat email mba tidak? biar saya lebih mudah nanya sama mba, klo boleh tolong email ya mba, ini alamat email saya
        arini_sangayu@yahoo.co.id
        saya dari Bali mba, sya pingin bgt apply visa study, cuma t saya tidak punya tabungan sbnyak itu, apa boleh saya pakai tabungan paman saya mba??

        Like

      2. Biasanya mrka bisa konsultasi dulu. Apalagi di bali, lbih gampang. Bisa bsa pake rekening org lain. Ditanyain langsung aja ya. Email ada di hal dpn blog oni

        Like

      3. Terima kasi banyak ya mba,,besok saya akan langsung hubungi.
        mudah-mudahan ada jalan.
        sekali lagi terima kasi banyak mba, saya pasti akan bertanya lagi sma mba, mohon jangan bosan membantu saya ya mba,,

        Like

  10. Salam kenal..saya rencananya mo bawa anak yg berumur 3 tahun utk mengunjungi istri yg lg menimba ilmu d monash univ.mo nanya Mbak, klo di form visa buat anak yg ada tandatangannya gimana ya?sehubungan anak saya umurnya masih 3 tahun.saya isi form 1419 dan 1229.atw ada form khusus lain buat anak?mohon infonya mbak.

    Like

    1. Halo mas. Formnya sama dan ditndangani salah satu orangtua. Waktu ke Aust anak saya juga baru 6 bulan dan ditandatangani bapaknya. Begitu juga berlaku bagi visa ke negara lain. Monash Caufield atau Clayton?

      Like

  11. Pertama kalinya mengurus visa sendiri adalah Jepang, rasanya deg-degan takut ditolak, apalagi tabungan tipis plus ngutaaangggg,,,, visa selanjutnya main titip saja ke temen karena di Surabaya nggak ada kedutaan, eh approve2 sajah hehe…

    Like

    1. gak perlu sih, cuma rekening Koran alias copy rekening 3 bulan terakhir biasanya cukup, gak perlu statement resmi yg ditanda tangan pihak bank…

      Like

  12. Mas Puput James Bond,

    Kita gak perlu ke Kedutaan ya kalau begitu? Bisa lewat Agen ya…?
    (Kemarin aku ke Swiss, anakku umur 5 bulan tak bawa dari Jawa Timur ke Kedutaan Swiss cuman buat setor muka aja. Cuman enaknya visanya gratis karena masih infant. Lah di sini bayar).
    Perlu bukti booking hotel gak?

    Pungki Yudono
    Temen SMP5 Yogyakarta dan SSC Yogyakarta

    Like

    1. Eh mas Pungki, piye kabare dab, nang ndi saiki, isih nang holcim cibinong?

      Tergantung kebijakan imigrasi masing2.. pengalamanku, sing iso nganggo agen ki jepang, australia, schengen, arab … nik kudu setor muka ki amerika (iki sing paling ketat pancen) sama inggris… gak perlu buking hotel sih, kalopun perlu biasane agen iso gawe “proforma booking”, dadi seolah2 bukingan hotel… sing luwih penting ki biasane rekening bank, soale kan wedine dadi imigran gelap hehehe…

      Like

  13. Hello Mbak Olen….saya mungkin pengen ke australia bulan mei 2014 ini, sebelumnya cuma pernah ke negara2 ASEAN sebelumnya. Kendalanya saya tinggal jauh dari Jakarta dan Bali ( Banda Aceh). Bisa nga mbak kasih agent visa yang recomended dan saya bisa apply via pos. Terima Kasih 🙂

    Like

    1. halo, dulu kami pernah pakai agen TX Travel .. coba digoogle dulu, ada gak cabang di aceh.. kalo gak coba agen2 wisata besar, bisa gak mereka ngurus visa australia… kepepetnya mgk ke medan dulu, pasti ada yg bisa ngurus visa australia..

      Like

  14. Hallo mbak, pengalaman saya sih tahun 2012, pas foto buat yang pakai jilbab gak perlu kelihatan telinganya. Pakai jilbab aja seperti biasa. Saya juga gak memakai latar putih pada pas foto saya. Asal jangan ribet aja jilbabnya. Wajah kalau bisa tidak terlalu tertutup (Kan banyak tuh gaya berhijab sekarang yang maksudnya menyamarkan pipi yang tembab).

    Like

  15. halo mbak olen, kalau kita ndak kerja kantoran apa perlu melampirkan surat tersebut ? waktu itu datang pas cuacanya apa ? kalau winter itu turun salju kah ? dan masih ok buat jalan-jalan apa tidak ? biasanya beli visa dulu baru beli tiket / beli tiket baru urus visa ? terima kasih

    Like

    1. Kalo wiraswasta sertakan surat juga. Saya pernah tgl di australia jd pernah mengalami berbagai cuaca. Nggak turun salju tapi dingin terutama melbourne tasmania krn angin dari kutub selatan. Oz enak kok buar jalan2, justru yg nyebelin musim panas krn puanaasss

      Like

      1. bole gak minta pin bb ato no hp yang bisa dihub mengenai visa ke australia. pin bb aku 21A75BE0
        Tolong kasih kabar ya, makasih

        Like

  16. Hallo mbak olen ganggu lagi ni….saya binngung. Kalau dana sama recom dari tempat kerja udah ready cuma katanya di minta document tambahan kaya kepemilikan property…..haruskah dilampirkan… mohon bantuannya.

    Like

  17. dear mba olenka..

    mba.rencananya aku ingin k australia bulan september ini, aku ingin mengambil visa work and holiday karena ingin 1 tahun d sana, aku liat di website rumit sekali untuk membuatnya dan harus minta surat dukungan dari direktorat imigrasi, aku udh daftar tapi belum ada kabarnya dri pihak sana…apakah bisa mengurus visa nya melalui agen?klo bisa aku minta referensi agen nya dong mba…aku tinggal di depok jawa barat…

    makasih ya atas bantuannya

    Like

  18. Mbak, mau tanya, untuk foto, apakah wajib terlihat telinganya?
    saat ini saya sedang berada di korea, dan akan mengurus visa melalui kedubes AU yang di korea.

    Terima kasih

    Like

  19. Halo Mbak Olenka, sebelumnya terima kasih atas infonya. Saya kebetulan akan melanjutkan studi saya di Sydney semester yang akan datang dan sedang mempersiapkan dokumen pengurusan visa pelajar. Saya ada pertanyaan terkait fotokopi KK, akter lahir, dan KTP Mbak. Apakah ketiganya memang perlu diterjemahkan dulu ke bahasa inggris seperti pengurusan visa UK sebelum difotokopi dan dilegalisir notaris? Kalau iya apakah harus dilakukan di notaris yang ditunjuk kedutaan?

    Terima kasih sebelumnya Mbak.

    Like

    1. Halo mas, seingat saya dulu memang akta lahir harus diterjemahkan krn pada zaman saya akta msh Bhs Indonesia saja (jaman anak saya udah bilingual). Tidak harus ke penerjemah tunjukan embassy, asal penerjemah tersumpah bisa. Dulu sih saya diterjemahkan di balaikota. KK rasanya tidak pakai. Tapi kalau mau aman dan krn harus terj akta, sekalian aja semua diterjmhkan

      Like

  20. Halo mbak Olenka, ini saya Acsa dari surabaya, saya masih kuliah jurusan akuntansi di PERBANAS Surabaya, tinggal setahun lagi saya akan wisuda. Saya pengen kerja dan ngelanjutin S2 di australia. Apakah S1 dari indonesia bisa dipakek kerja disana ya??? terus saya harus ambil opsi visa jenis apa ya yang cocok buat saya?? mohon nasehat dan saranya ya mbak…
    Terimakasih

    Like

    1. Sangat sulit untuk bisa kerja di Oz dgn ijazah s1 dari Indonesia. Kalau mau s2 di sana dan kerja part time ya yang menial work kaya waitress, kitchen hand, kerja di pabrik, jaga lapak di pasar dll

      Like

  21. hai… mbak olen salam kenal.seru juga nih membaca coment2 dari teman2 di sini.tapi tak seseru pengalamanku ngurus visa australi seminggu yg lalu (curhat ni hiiiikss…) bayangkan 2 kali di tolak dengan alasan alasan penolakan pertama
    1) no limitted overseas
    alasan penolakan kedua
    1 ) no limitted oversea juga
    2)rekening mendadak tiba tiba (padahal baru dapat bagian 60 juta dari harta warisan).
    seluruh syarat dah dipenuhi dan dah payment tiket lagi jadi hangus deh tiketnya.saya memang urus tiket melalaui konsulat yg ada di medan2 ×,di agen yang sama.memang sy blm pernah traveling ke mana2 negara (yg apply visa dlu bru brngkat)cuma malaysia doank.apakah sy boleh lg ya mbak apply visa .apa history overseas saya yg kurang ato gimana..mohon masukannya ya mbak …

    Like

    1. Halo mas jaya. Alasan penolakan visa memang benar2 hanya Tuhan dan kedutaan yg tahu. Tapi untuk alasan penolakan ke dua kemungkinan besar karena ada uang besar yg masuk (diasumsikan mereka masnya sengaja “mark up” rekening demi visa). Karena itu malah ditolak.

      Dokumen sudah lengkap semua mas?

      Biasanya visa ditolak karena:
      1. Kurang keterikatan untuk pulang ke Indonesia sehingga dikhawatirkan jadi pekerja ilegal di sana (misal: mas single, ga ada surat keterangan kerja)
      2. Rekening bank tiba2 banyak atau terlalu sedikit

      Like

  22. sudah mbak .. yg di minta mereka (konsulat)rasanya sudah cukup.memang saya single .tapi saya punya kerja tetap kok mbak. sebagai marketing manejer di travel agency.dah buat surat keterangan kerja dari manager director.kira2 mbak bisa lagi nggak ya apply visa.mbak tolong kirimkan ittinerary nya ya mbak.please..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s