Mengatur dana liburan dan kiat wisata hemat


Sering saya mendapat pertanyaan dari teman-teman: Berapa banyak uang yang dihabiskan untuk jalan-jalan selama setahun? Bagaimana bisa jalan-jalan tiap bulan? Gimana sih caranya mengatur keuangan supaya bisa jalan-jalan? Nggak sayang tuh uangnya?

Menurut saya persepsi orang terhadap “jalan-jalan” atau “liburan” itu berbeda-beda. Secara teoritis mungkin kegiatan ini masuk pada golongan mewah atau tersier. Namun saya rasa banyak juga golongan orang yang kini memasukkan liburan sebagai kebutuhan sekunder. Saya dan Puput sendiri, sejak sebelum punya Oliq, lebih cenderung memasukkannya dalam kebutuhan primer. Ini bukan berarti lantas kami rela telanjang tanpa sandang demi jalan-jalan, lho. Sebagai contoh, kami lebih memilih jalan-jalan daripada membeli pakaian mewah atau bermerk. Kami lebih ikhlas uang dibelanjakan untuk tiket pesawat daripada sering-sering makan di restoran mewah. Saya bahkan rela lho nggak dikasih cincin kawin, yang penting bulan madunya jalan-jalan romantis namun juga penuh petualangan!

Kiyomizu-dera Kyoto
Kiyomizu-dera Kyoto

Sebenarnya jalan-jalan ini kan memang tergantung prioritas masing-masing. Ada yang menganggapnya penting, ada yang menganggapnya kurang penting. Bahkan tidak perlu sama sekali. Bagi orang seperti kami, selalu ada jalan untuk liburan. Bagi yang menganggapnya tidak penting, selalu ada alasan untuk tidak liburan, misalnya masih nyicil rumah, tiket pesawat mahal, biayain adik sekolah, punya anak 2,3,4 dsb, dsb. Heh, jangan kira kami tidak punya kewajiban-kewajiban seperti itu lho! Kewajiban dipenuhi, jalan-jalan tetap lancar. But, we don’t expect everyone to be like us.

Lalu bagaimana menyiasati hal ini? Saya bukan pakar keuangan, jadi saya hanya bisa memberi saran sesuai pengalaman saja.

1. Menabung. Terdengar klise ya? Tapi benar. Buat target liburan tahun depan, misalnya ke Korea. Dana yang dibutuhkan adalah sekitar tiket pesawat (4jt pp) + hotel budget/hostel (5x300rb= 1,5jt) + makan 1jt (kalo perlu bawa popmi deh kaya kami) + HTM lokasi wisata dan transport 1 jt + dana cadangan 1 jt = 8,5jt. Menabung setahun 1 jt/bulan masih sisa 3,5 juta bisa buat jalan2 ke tempat lain, misalnya Belitung. Terpenuhilah hasrat jalan2 paling tidak 2x setahun. Mohon ini dipraktekkan apa bisa berhasil soalnya saya nggak pernah nabung wekekekekeke

2. Kartu kredit. Ini bukan berarti menggunakan kartu kredit untuk berhutang, yang kelak akan membebani Anda ya. Saya contohkan seperti ini: Saya membooking tiket pesawat promo pada bulan Januari untuk keberangkatan Juni. Artinya saya akan membayar tagihan kartu kredit bulan Februari. Pada bulan Maret saya akan membooking hotel. Artinya saya akan membayar bookingan hotel di kartu kredit pada bulan April. Pada bulan Mei saya akan melamar visa, uang tunai. Pada bulan Juni saya sudah membayar tiket, hotel, dan visa. Saya tinggal memikirkan uang untuk kebutuhan makan, transport lokal, dan oleh-oleh. Rasanya tidak begitu berat, kan. Oh ya saya tambahkan di sini, saya dan suami juga selalu melunasi kartu kredit pada saat ditagihkan, bukan hanya membayar pembayaran minimum.

3. Early bird. Rencanakan jalan-jalan sedini mungkin. Bagi PNS tanggal merah dan jadwal cuti bersama diperhatikan baik-baik. Biasanya kalau jauh-jauh hari tiket pesawat lebih murah dan hotel pun ada early-bird discount.

4. Promo tiket pesawat. Saya termasuk penganut setia prinsip ini. Kadang yang penting bukan destinasinya, asal murah meriah ya saya booking. Salah satu contoh keberhasilan saya adalah promo Rp 0, yang membawa saya ke Kota Kinabalu pp hanya seharga Rp 250 ribu sudah dengan bagasi. Caranya? Langsung cek apabila Anda melihat iklan maskapai yang sedang promo.

5. Travel fair. Penggemar organized tour mungkin harus sering-sering mengunjungi travel fair untuk membandingkan tur-tur yang disediakan agen perjalanan. Kadang bisa lebih murah daripada pergi sendiri lho. Selain itu di travel fair kadang juga ada promo maskapai, misalnya waktu itu Citilink ke Denpasar hanya Rp 150rb.

6. Rela transit. Misalnya Anda ingin ke Seoul, jangan cuma cari pesawat direct Jakarta-Incheon. Bandingkan dengan maskapai lain yang transit di Kuala Lumpur, Singapura, bahkan Manila. Memang butuh usaha lebih keras, tapi kalo hasilnya lebih hemat pasti lebih puas.

7. Bandingkan harga hotel. Anda mungkin terbiasa menggunakan Agoda, Booking,com, Hostelworld, Venere, Expedia dan lain sebagainya. Bandingkan harga hotel yang Anda pilih di hotelscombined.com (linknya ada di laman blog ini). Pengalaman saya waktu membooking Novus di Puncak, beda antara harga Agoda dengan booking.com adalah 70ribu/malam. Lumayan kan, bisa buat beli oleh-oleh,

8. Cari lokasi yang murah. Bila anggaran mepet, jangan paksakan ke Raja Ampat atau Jepang, atau Paris! Liburan eksotis banyak di Indonesia, misalnya saja Ujung Genteng (kami belum kesampaian sampai sekarang), telusur candi, susur pantai Gunungkidul, Kiluan di Lampung, dsb. Liburan ke luar negeri juga bisa jadi lebih murah daripada di dalam negeri, misalnya ke Penang Malaysia, Ho Chi Minh City Vietnam, atau Manila Filipina.

OK untuk sementara sekian dulu, bentar lagi Oliq pasti bangun. Kalo dapat wangsit saya teruskan lagi.

Di depan Sydney Opera House
Di depan Sydney Opera House

Pada intinya sih prioritas itu. Waktu saya menulis Kilas Balik Perjalanan Keluarga Pelancong 2012, dan menghitung biaya yang sudah dikeluarkan agak-agak takjub juga sih. Kalau tidak liburan 3 tahun bisa kali beli rumah. Tapi menurut kami well-being lebih penting daripada sebuah rumah. Bayangkan dampak apa kalo 3 tahun ga liburan: yang pasti pantat Puput gatel-gatel, dia ga bakal konsentrasi kerja, saya juga bosan di rumah jadi kami pasti sering berantem (nggak romantis habis kaya sekarang), Oliq juga jadi kurang tangguh (bayi 6 bulan 17 derajat Celcius tiupan angin Kutub Selatan pake kaos mbethong, celana pendek, tanpa kaos kaki dan sepatu – jangan ditiru!).

Lihat juga tips Traveler Kere di sini.

Sekian mohon komennya. Maturnuwun.

Advertisements

23 thoughts on “Mengatur dana liburan dan kiat wisata hemat”

  1. leeeeeeeeeennnnnn…….aku meriiiiiiiii selama 4 tahuun nggak pernah libur sekalipun……hiks…hiks….hiks…..kata karena bigboss lebih suka dirumah, dan jalan2 atau liburan katanya pemborosan…doakan diriku nggak mati kekurangan hiburan…(*lebay.com*) ***curhat mak-mak yang lagi stress, bukannya makin bahagia tapi makin stress kebanyakan utang

    Like

    1. Mangsamu badan penerbitan uang, duite nganti rak berseri! hahaha…tapi, piknik- menurut ibu backpackologis- kan nggak harus yang jauh dan mahal. Bisa aja ke tempat-tempat dekat, misalnya kalau dari rumah erni ke karimunjawa- daerah sekitar jawa pasti banyak yang belum dikunjungi to? Eh malang uapik loh, aku pengen ning Pulau Sempu.

      Njuk, kalau tujuannya sudah ditentukan- rencanakan aja anggarannya kalau berempat berapa, mau berapa hari. Klise lah, tapi kalau ga diniati gak jadi.

      Dul (Olen), aku rung tau mrono loh…tapi- cah kantorku lagi berencana meh neng goa jomblang wakakaka. Meh dadi Tomb Raider.

      Like

  2. teruskan Dul! It is a worthy investment. Memory piknik bersama emak bapak jaman gw msh piyik itu emang priceless. Sejenis renewable source of happiness yg bisa di recall at anytime, anywhere. Impactnya tyt lbh dahsyat dari all mumbo jumbo yg lagi terserak di meja gw ini 😉

    Like

  3. wuaaaah , saya baca tulisannya mba olen jadi pengin wisata ke luar negeri. Niat ada tapiii… uang belum ada… 😦
    kalau ke sana sendirian juga takut ntar kaya anak hilang tengok kanan tengok kiri gak bisa pulang balik kampung halaman lagi ntr… 😀 ; soalnya gak ada temen yang mau di ajak backpacker-an ke luar negeriu sie mba… 😥 jadi niat di pendem terus sampai tua nich… :-p

    Like

    1. Halo Mbak Cici. Liburan ke luar negeri ga selalu mahal, bisa jadi lebih murah daripada domestik. Sendiri sebenarnya gapapa, coba yang gampang dulu aja Malaysia atau Singapura. Bahasanya hampir sama, banyak wisatawan Indonesia juga di sana, jadi ga takut hilang deh…

      Like

  4. seneng bgt denger cerita ibu satu ini…. 😀 pengeeeen bgt bs traveling, tp dananya ga ngumpul” niy mba… 😛 btw gmn sih cara buat itinery yg ok buat traveling?

    Like

    1. Makasih….makasih…. :D… Itinerary sih tergantug orgnya. Ada yg model harus mengunjungi semua objek wisata, ada juga yg pengen santai jadi bisa menikmati masing2 lokasi. Gayaku traveling waktu single dan waktu udah punya anak aja beda jauuuh

      Like

  5. Wuuuiiiihhh….enaknya bisa liburan trus,,,aq jg pengen kyk gtu,tp mw gmn lagi uangx ga bsa terkumpul soalx harus biayain hidup ndiri n anak 2 org…susah banget rasax tuk bisa ngumpulin uang bwt jalan”…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s