Traveling dengan Anak-Anak (Part 13): Obat-obatan yang dibawa bepergian


Traveling dengan Anak-Anak (Part 13): Obat-obatan yang dibawa bepergian

Ketika bepergian, kondisi kesehatan harus dijaga. Terutama bagi anak-anak yang relatif lebih rentan. Namun, ada kalanya

Contoh obat-obatan untuk anak
Contoh obat-obatan untuk anak

mereka sakit saat dalam perjalanan. Kalau tidak membawa obat, tentu repot, bukan? Ada baiknya bunda panda mempersiapkan obat-obatan si Kecil untuk dibawa bepergian.

Inilah obat yang biasa kami bawa:

1. Obat demam atau paracetamol. Ini obat wajib karena dapat mengobati demam, sakit kepala, dan sakit gigi anak-anak. Terserah merk apa yangdipilih. Sebagai gambaran, paracetamol generik sirup 120 ml harganya hanya Rp 3000, lho.

2. Obat batuk dan pilek. Kondisi kelelahan membuat daya tahan tubuh berkurang. Walaupun kita tidak ingin anak sakit selama perjalanan, lebih baik sedia payung sebelum hujan kan?

3. Masih berkaitan dengan batuk pilek, obat tetes hidung breathy yang menjadi andalan keluarga untuk mengatasi hidung mampet masuk menjadi obat wajib dibawa.

4. Balsem Transpulmin BB untuk bayi juga kami bawa untuk berjaga-jaga bila anak-anak batuk-pilek dalam perjalanan. Balsem ini sepertinya lebih tahan lama menghangatkan badan.

5. Thrombophop atau obat untuk memar. Ini cocok sekali bila anak Anda termasuk yang tingkahnya pecicilan. Anak-anak sering tersandung atau kejeduk hingga benjol. Jadi jangan lupa obat yang satu ini.

6. Microlax. Kadang akibat perjalanan yang jauh, asupan yang tidak sesuai, dan perubahan suasana, jam biologis dan pencernaan terganggu. Bila sudah beberapa hari tidak BAB, tentu mengkhawatirkan. Microlax cocok untuk anak-anak karena tidak memiliki efek samping seperti obat pencahar.

7. Vitamin. Baik itu Vitamin C, suplemen makanan, maupun vitamin lain yang diresepkan oleh dokter anak Anda. Vitamin membantu daya tahan anak agar tidak mudah terserang penyakit.

8. Obat merah atau obat luka. Ada kalanya Anak terluka karena benda tajam. Obat luka ini juga bisa dipakai orangtuanya.

9. Plester luka untuk menjaga agar luka si Kecil tidak kena kotoran atau air ketika mandi.

10. Obat gigitan serangga wajib dibawa bila Anda bepergian ke tempat-tempat tertentu, misalnya cottage dengan suasana hutan yang banyak nyamuk. Kalau merasa nyaman dengan obat-obatan herbal, minyak kayu putih bisa dijadikan pilihan.

11. Losion anti nyamuk pilih yang khusus untuk anak-anak, ya.

12. Apabila anak masih menggunakan popok, untuk berjaga-jaga bila anak terkena ruam saat dalam perjalanan, obat anti-jamur dan iritasi sebaiknyadibawa.

13. Tolak angin anak. Saat traveling banyak waktu dihabiskan diluar ruangan yang kadang berangin dan dingin. Setelah berkeliling dari pagi sampai malam, kadang anak suka masuk angin.

14. Obat diare. Biasa saya bawa Lacto-B atau L-bio. Sayangnya untuk perjalanan jauh agak repot karena penyimpanan obat jenis ini sebaiknya di kulkas.

 

Advertisements

7 thoughts on “Traveling dengan Anak-Anak (Part 13): Obat-obatan yang dibawa bepergian”

    1. Itu lengkap saya bawa terutama kalo jalan di luar negeri. kalo di Indonesia mah gampang cari apotek, kita tau apa yg dicari. Kalo di luar aduuuuuh

      Like

  1. Kalau ke luar negeri, obat-obatan untuk anak (dan diri sendiri) memang wajib dibawa. Kita tidak tahu apa yang terjadi di sana, akibat cuaca atau jatuh dan terluka misalnya. Yang paling takut sih kalau diare. Untungnya anak belum pernah diare lagi sejak 3 tahun terakhir ini,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s