Candi Mungil di Tengah Perumahan [Telusur Candi 1: Candi Gebang]


Awal dari wisata sejarah ini sebenarnya adalah ketika saya dan kakak saya Olenka (owner blog ini) merasa bosan menghabiskan liburan usai Lebaran. Kemudian muncullah ide untuk melakukan Telusur Candi menggunakan motor, selain kami memang sama-sama suka sejarah kami juga ingin menjelajahi candi-candi yang belum diketahui oleh banyak orang. Tujuan pertama kami adalah Candi Gebang, mengingat candi tersebutlah yang paling dekat dengan rumah kami. Kurang lebih dapat dicapai dalam 10 menit, menggunakan motor.

IMG_2577
candi gebang dan halamannya

Candi Gebang adalah salah satu Candi di Yogyakarta yang keberadaannya belum banyak diketahui oleh banyak orang karena selain kalah eksis dengan candi-candi besar lainnya, letaknya yang cukup jauh terpisah dari kompleks candi-candi yang umumnya berada di sekitaran Kalasan, Prambanan, dan Klaten. Secara alamat Candi Gebang terletak di dusun Gebang, kelurahan Wedomartani, kecamatan Ngemplak, kabupaten Sleman. Candi ini terletak di dalam kompleks Perumahan Candi Gebang. Akses untuk menuju ke sana juga sangat mudah. Anda tinggal mengikuti jalan di Timur Pasar Condong Catur (letak pasar Condong Catur berada di samping kampus AMIKOM dan di seberang kampus UPN), setelah sampai di Perumahan Candi Gebang, anda tinggal mengikuti petunjuk jalan yang ada.

Menurut sejarahnya, Candi Gebang ditemukan pada bulan November 1936 di tengah area persawahan, ketika seorang penduduk sedang mencangkul tanah untuk mencari batu. Ketika dilakukan penggalian, candi ini ditemukan dalam keadaan runtuh, dan diduga tertimbun material lahar Gunung Merapi. Candi ini kemudian dipugar oleh Prof. Dr. Ir. Van Romondt pada tahun 1937-1939, dan menghasilkan bentuk candi yang kita lihat sekarang. Sekilas, terlihat Candi Gebang merupakan candi yang cukup utuh. Dengan ukuran alas 5,25 x 5,25 meter persegi dan tinggi 8 meter, candi ini relatif berukuran kecil. Candi ini menghadap ke timur, dan hanya memiliki satu bilik tanpa tangga masuk, yang di dalamnya terdapat sebuah yoni. Bagian atap candi berbentuk lingga, dan di relung sisi barat dan timur terdapat arca Ganesha. Keberadaan lingga, yoni dan arca Ganesha menunjukkan ciri candi agama Hindu. Dari ornamen Kudu yang berbentuk relief kepala manusia yang seolah-olah melongok di jendela, para ahli menyimpulkan bahwa candi ini didirikan antara tahun 730-800 Masehi.

Candi Gebang ini sesungguhnya berbentuk sangat kecil diantara pekarangan candi yang cukup luas. Namun dengan ukurannya yang kecil tidak mengurangi keindahan yang muncul dari candi itu sendiri. Hal tersebut terbukti dengan masih terjaganya kebersihan dan penataan taman disekitar candi. Ayo lestarikan peninggalan-peninggalan berharga di sekitar kita!

HTM : Dewasa Rp 2.000

             anak-anak Rp 1.000

Advertisements

3 thoughts on “Candi Mungil di Tengah Perumahan [Telusur Candi 1: Candi Gebang]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s