Taman Sari, Peristirahatan dan Benteng Pertahanan


IMG_3099Berbicara mengenai Keraton Yogyakarta yang terkenal pasti tidak lepas dari Tamansari. Terletak di sebelah barat Keraton, Tamansari atau Taman Air ini memang merupakan bagian penting dari kompleks Keraton. Taman Air ini dibangun  pada masa oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1757 dan selesai pada masa Sultan Hamengku Buwono II serta merupakan hasil karya bergaya arsitektur baru campuran antara Jawa, Portugis, Cina, dan ada juga elemen Islam, Hindu dan Buddha.

Taman Sari ini memiliki dua pintu utama yaitu Gapuro Agung yang berada di sebelah barat dan Gapuro Panggung yang berada di sebelah timur, saat ini Gapuro Panggung tersebut menjadi pintu masuk utama bagi para wisatawan. Bentuk pintu gerbangnya atau “Gapuro”nya sangatlah indah dengan arsitektur dan ornamen asli Jawa.

Kompleks Taman Sari ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu Istana Air dan peristirahatan, Sumur Gumuling, dan Pulau Cemeti.

Istana Air dan Peristirahatan

IMG_3103Kolam pemandian terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan bangunan bertingkat dan kelilingi tembok yang tinggi. Pada kolam terdapat pancuran berbentuk naga. Dari pancuran inilah keluarnya air untuk mengisi kolam. Disisi kolam terdapat bangunan menyerupai rumah yang mungkin digunakan sebelum atau setelah bersenang-senang di kolam pemandian untuk beristirahat. Konon kolam-kolam ini digunakan oleh Putri-putri Sultan sebagai pemandian pribadi. Selain itu terdapat bangunan sakral yang biasanya digunakan oleh Sultan untuk bersemedi dan mengatur strategi dalam menghadapi musuh.

Sumur Gumuling

           

Sumur Gumuling
Sumur Gumuling

Tidak banyak yang mengetahui bahwa bangunan sumur Gumuling yang berada dalam satu komplek dengan taman sari ini sebenarnya adalah sebuah masjid bawah tanah yang digunakan pada masa kejayaan Keraton Yogyakarta. Untuk menuju sumur gumuling dulu ada dua buah jalan yaitu melalui gerbang barat dan gerbang timur. Sebenarnya gerbang-gerbang ini adalah bagian dari gorong-gorong menuju ke sumur gumuling. Gerbang barat sekarang hanya tinggal sisa-sisanya saja demikian juga gorong-gorongnya telah runtuh sehingga tidak mungkin dilewati, sedangkan gerbang timur masih dalam kondisi yang cukup baik dan gorong-gorongnya pun masih bisa dilewati.

Sumur Gumuling merupakan bangunan mesjid yang memiliki banyak filosofi  dari segi arsitekturnya. Pintu utama sumur gumuling hanya terdapat satu buah sehingga unutk masuk dan keluar harus menggunakan pintu yang sama. Hal tersebut mengandung filosofi bahwa manusia hidup berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. sumur yang dimaksud itu sendiri ada di tengah tengah bangunan dan di atasnya terdapat tangga untuk menuju ke lantai dua. Tanggal tersebut ada lima yang mengacu pada jumlah rukun Islam, empat diantaranya menuju ketengah membentuk pelataran kecil dan sati tanggal lainnya menghubungkan ke lantai dua. Maksudnya satu tangga keatas  menunjukkan bilamana kita telah “mampu” maka kita bisa menunaikan Rukun Islam yang ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji. Pada lantai 2 terdapat 4 jendela yang mengartikan mata angin.

Untuk menuju Sumur Gumuling dari Istana Air kita tinggal berjalan kira-kira 5 menit melewati perkampungan dan jalan-jalan kecil yang menghubungkan Istana air dengan Sumur Gumuling.

Pulau Cemeti

IMG_3174Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti adalah sebuah bangunan tinggi yang tidak terpisahkan dari bangunan induk Taman Sari berfungsi sebagai tempat beristirahat, sekaligus sebagai benteng pertahanan dan tempat pengintaian apabila musuh akan menyerang. Bangunan inilah satu-satunya yang akan kelihatan apabila kanal air terbuka dan air menggenangi kawasan Pulau Kenanga ini. Disebutkan bahwa jika dilihat dari atas, bangunan seolah-olah sebuah bunga teratai di tengah kolam sangat besar. Kita dapat melanjutkan perjalanan dari Sumur Gumuling ke Pulau Cemeti. Pulau Cemeti ini terletak di Selatan kawasan bekas Pasar Ngasem. Setelah Pasar Ngasem dipindahkan, kawasan tersebut menjadi pintu masuk yang lain untuk menuju Taman Sari.

HTM: Wisatawan Domestik Rp 3.000,00

Wisatawan Mancanegara Rp 7.000,00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s