Memahami Transportasi Umum di Tokyo dan Jepang (bag. 1, Macam-macam kereta)


Tokyo merupakan kota dengan sistem transportasi umum paling komprehensif sekaligus paling rumit. Kota ini memiliki jaringan transportasi berbasis rel alias kereta yang  memiliki jangkauan sangat luas dengan reputasi sangat bagus. Kereta di Tokyo terkenal sangat tepat waktu, nyaman, dan aman. Tak heran jika kereta merupakan moda transportasi utama di kota Tokyo maupun Jepang  secara keseluruhan. Namun, sistem transportasi ini juga cukup rumit karena ada beberapa penyedia layanan yang memiliki rute masing-masing, tidak seperti di Indonesia yang hanya dimonopoli satu penyedia yaitu PT KAI. Rute-rute kereta tersebut kadang-kadang melewati rel maupun stasiun yang sama, namun seringkali rute dan stasiunnya berbeda walaupun dalam wilayah yang sama.

Kereta bawah tanah (Subway) di Tokyo, serupa dengan KRL

Kereta di Jepang semuanya bertenaga listrik, tidak ada lagi kereta api bermesin diesel seperti di Indonesia. Kereta ini lebih senyap, cepat, dan ramah lingkungan dibanding kereta api biasa. Selain kereta listrik yang melaju diatas rel baja yang umum digunakan di rute-rute pendek atau dalam kota (seperti KRL di Jakarta), ada juga kereta monorel dan kereta super cepat yang terkenal dengan nama shinkansen. Kereta biasa ada yang melaju diatas permukaan tanah maupun di dalam tanah (subway), walaupun sebenarnya kereta dan relnya sama persis, hanya lokasinya yang berbeda. Kadang-kadang kereta-kereta tersebut berbagi jalur, sehingga sering membingungkan bagi yang belum terbiasa.

Kereta monorel bandara, melayani rute khusus ke Haneda International Airport

Kereta monorel melayani rute-rute khusus seperti bandara dan beberapa obyek wisata tertentu, dan umumnya rutenya relatif pendek. Kereta monorel bentuknya mirip dengan kereta pada umumnya, tapi rel yang digunakan bukan rel baja ganda namun rel beton tunggal. Rodanya pun berupa roda karet seperti roda mobil, bukan roda baja. Yang unik adalah kereta ini digerakkan secara otomatis alias tanpa masinis. Anda bisa merasakan menjadi masinis dengan duduk di baris paling depan yang menyajikan pemandangan luas ke depan layaknya masinis kereta. Seperti halnya kereta lain, kereta monorel juga bertenaga listrik, namun jalur suplai listrik melalui jalur khusus yang menempel di rel beton, bukan melalui saluran udara seperti kereta lainnya.

Kereta peluru Shinkansen jenis N700, sanggup melaju hingga 300 km/jam

Shinkansen adalah kereta super cepat yang bisa melaju hingga 300 km/jam dan hanya melayani rute-rute jarak jauh. Tak heran julukan kereta peluru alias bullet train disematkan pada kereta ini. Dengan kecepatan tersebut, shinkansen menjadi pilihan utama warga negara Jepang dalam menempuh perjalanan antar kota. Sebagai contoh, Tokyo-Kyoto yang berjarak lebih dari 700 km bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Memang jika naik pesawat, waktu tempuh di udara hanya 1 jam, namun jika dihitung waktu ke tempuh dari pusat kota asal ke bandara (ingat, umumnya bandara terletak di luar kota), waktu tunggu, dan dari bandara ke kota tujuan, total waktu tempuh bisa lebih dari 3 jam. Sementara stasiun kereta umumnya sudah terletak di tengah kota sehingga mudah untuk melanjutkan perjalanan kemana saja. Ketersediaan shinkansen juga sangat berlimpah, di jalur ramai hampir setiap jam kereta ini selalu ada. Kereta ini memiliki bentuk lokomotif yang sangat streamline / aerodinamis, ada yang seperti moncong bebek, ada juga yang seperti peluru raksasa. Hal ini wajar mengingat kecepatannya sangat tinggi sehingga diperlukan desain dengan hambatan udara sekecil mungkin. Akan tetapi, pada dasarnya kereta ini mirip dengan KRL umumnya, yakni masih bertenaga listrik dari saluran udara di atas rel, dan masih melaju diatas rel baja. Hanya saja, relnya memang lebih besar dan lebar dibanding rel kereta umumnya. Oleh karena itu, shinkansen melaju diatas jalur tersendiri, berbeda dengan jalur kereta pada umumnya. Akan tetapi, stasiun shinkansen menyatu dengan stasiun kereta lainnya, hanya saja pintu masuknya berbeda karena tarifnya juga pasti berbeda.

Pada tulisan berikutnya, saya akan menjelaskan rute-rute kereta di Tokyo dan Jepang, sekaligus cara memahami rute-rute dan bagaimana cara-cara berganti kereta menuju satu lokasi tertentu.

Rute-rute kereta api di Tokyo dapat dibaca di sini

Bila Anda hendak memberi komentar atau pertanyaan, mohon centang “notify me of follow up comments via email” supaya Anda tahu ketika kami membalas. Terima kasih.

 

Advertisements

13 thoughts on “Memahami Transportasi Umum di Tokyo dan Jepang (bag. 1, Macam-macam kereta)”

  1. wah..berguna bgt nie infonya,,
    oh ya…klo di Jepang orang-orang lebih memilih pake transporati umum untuk bepergian (ke kantor,sekolah,dll) dari pada menggunakan kendaraan pribadi ya?

    Like

    1. Iya bener banget, karena transportasi umumnya, khususnya kereta, sangat nyaman, tepat waktu, dan murah… sangat berbeda dengan di Indonesia…

      Like

  2. Keren euy ni website
    Backpacker murah meriah
    Emng harus pinter2 cari promo x ya kalau mau liburan.
    Jadi pngn liburan ke jepang suatu saat nanti
    Boleh kah mba nanti suatu saat saya tanya2 kalau mau liburan ke luar negeri… hehe

    Like

  3. Saya dan istri rencana ke Jepang, tiba di Tokyo tgl. 26 Nov 2016 dan meninggalkan Jepang via Kansai Osaka tgl. 3 Des 2016. Rencana bermalam di Tokyo 4 malam dan di Kansai airport 3 malam. Dari Tokyo ke Osaka,dan juga Osaka ke Kyoto akan menggunakan Shinkansen. Kami juga rencana ke Fuji by kereta. Kami rencana mau beli JR Pass 7 hari.
    Mohon pendapatnya :
    1. Apakah JR Pass bermanfaat dan efisien untuk perjalanan kami tsb.
    2. Apakah JR Pass berguna untuk jalur kereta dari Kansai ke Kyoto dan dari Kansai ke Osaka pp.
    3. Kami rencana memilih hotel di Tokyo dekat dengen Shin Shinjuku Station,apakah lebih baik dr pd hotel dekat dengan Tokyo Station atau Shinagawa Station?

    Note : kami non backpacker travelling. Terima kasih atas penjelasannya.

    Like

    1. 1. Dengan rute tersebut plus kereta dalam kota jawabannya, ya, jr pass lebih murah daripada ngeteng
      2. Ya
      3. Saya prefer shinjuku daripada tokyo/shinagawa. Lebih banyak yg bisa dilihat dengan jalan kaki dari shinjuku-shibuya, misal: harajuku, yoyogi dll

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s