Wisata Pecel di KB Ragunan


Kesan pertama ketika tiba di Kebun Binatang Ragunan: wah mana binatangnya, cuma liat orang dan denger dangdutan. Kesan terakhir: udah kenyang, ayo pulang.

Yup hari Minggu kemarin kami memutuskan untuk berwisata ke Ragunan yang notabene tidak jauh dari rumah kami di bilangan Kuningan. Kata Papa Krewel wajib hukumnya pergi ke Ragunan kalau sudah punya anak. Akhirnya pagi-pagi usai sarapan kami pun berangkat.

Entah bagaimana ujug-ujug Oliq tidur nyenyak tanpa dinyana. Bahkan ketika tiba di lokasi pun ia tidak bangun. Setelah mbedogrok sekitar satu jam dalam mobil di parkiran Oliq akhirnya bangun.

Kelebihan dari Ragunan adalah harga tiket murah meriah, hanya 4500 untuk dewasa dan 3500 untuk anak usia 3-6 tahun. Parkir mobil 6500.

Ketika masuk kami langsung disambut suara dangdutan. Tampak beberapa kelompok sibuk ber-family gathering, antara lain keluarga Mi’an dan keluarga dari Taman Kencana 2.

Mana binatangnya? Papa Krewel sibuk mencari ular raksasa yang ternyata belum mulai manggung. Kecewa berat dia.

Peta yang sudah layak diperbaiki

Binatang pertama yang kami temui adalah rusa. Lumayanlah rusa-rusanya mau mendekat. Oliq sibuk dadah-dadah dengan para rusa. Di dekat kandang gajah Papa Krewel dan Simbok berdua sibuk makan tahu sumedang sementara anaknya berlarian tidak jelas.

Kami sempat melihat burung onta, beruang madu, orangutan, kanguru yang semuanya tidak berpenampilan prima. Kurus dan kurang terurus. Kandangnya pun demikian. Standar kami untuk urusan kebun binatang memang tinggi, apalagi akhir pekan sebelumnya baru saja mengunjungi  Taman Safari dengan koleksi mereka yang banyak dan sehat.

Pemandangan khas Ragunan — pecel

Di mana-mana hanya terlihat manusia dan pedagang, terutama pedagang pecel yang juga menjual pop mie, es teh, dan makanan ringan lainnya.

Sekilas saja sudah terlihat bahwa sebenarnya kebun binatang ini butuh pembaharuan. Hewan-hewannya lemes dan sedikit, kandangnya kotor. Lingkungannya sendiri sebenarnya tidak terlalu ideal untuk piknik, walau banyak orang yang melakukannya. Ruang terbuka yang seharusnya ditumbuhi rumput hanyalah berupa halaman gundul dengan tanah merahnya. Bukan hanya terlihat gersang, halaman tersebut juga menjadi sangat berdebu.

Ada satu tempat berisi beberapa wahana bermain untuk anak-anak misalnya komidi putar, kincir angin tidak raksasa, kereta layang, dan sebagainya. Permainannya sedikit dengan areal yang kecil pula.

Kesimpulan kami tentang KB Ragunan adalah lebih merupakan eksibisi bakul pecel dibanding kebun binatang. Pengunjungnya pun overcrowded, padahal hari itu hanya Minggu biasa. Bayangkan kalau Lebaran atau masa liburan sekolah.

Walaupun Oliq dadah-dadah juga sama binatang-binatang lemes, ia paling excited melihat kuda-kuda bendi sewaan. Heboh sekali dadah-dadah sambil duduk di stroller. Akhirnya kami naik bendi satu putaran seharga Rp 10.000.

Setelah mampir sejenak di pedagang pecel yang menjual asinan juga, kami memutuskan untuk pulang. Sudah terlalu ramai dan udara sangat panas.

Happy kid

Ketika kami tiba, saya langsung bilang wah rame sekali ya. Ketika kami hendak pulang – saat itu tengah hari – wah ruaaaameeee buanggeeeeet yaaaaa.  Memang, ketika itu banyak wisatawan yang baru datang. Parkir mobil pun hingga ke dalam kompleks kebun binatang.

KB Ragunan ini emang menjadi favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Mungkin karena lokasi yang cukup dekat dan biaya yang tidak terlalu banyak, tempat ini dapat diakses oleh wisatawan dari segala kalangan.  Selain itu, busway mengantarkan Anda langsung ke lokasi. Thank you Pak Kumis (and good bye).

Di dekat gerbang keluar kami ditawari foto kami dan Oliq yang sudah dicetak. Harganya Rp 35.000 untuk dua lembar. Setelah alot tawar menawar akhirnya deal dengan harga Rp 30.000. Kata Puput, “Biar ngrejekeni orang.”

Demikianlah kisah kami berwisata murah meriah di Kebun Binatang Ragunan.

Kata Puput, “Kita harus bangga udah jadi warga Jakarta sejati karena udah ke Ragunan.” – padahal plat mobil masih AB.

Kata Oliq (dalam hati), “Aku bangga ini adalah kebun binatang k empat yang aku kunjungi setelah Melbourne Zoo, Gembira Loka, dan Taman Safari.

Kata Olen, “Aku senang kedua laki-lakiku gembira.”

Tamat.

Total biaya yang dikeluarkan: tahu Sumedang+ lontong 9.000, 2xtiket masuk 4.500 = 9.000, beli tikar 5.000, es teh 3x 3000 = 9.000, asinan 8.000, bendi 10.000. Grand total = Pas 50.000

Advertisements

3 thoughts on “Wisata Pecel di KB Ragunan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s