Menikmati keindahan hutan tropis dari ketinggian di Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur


Canopy bridge atau jembatan tajuk adalah jembatan gantung yang menghubungkan pohon dengan pohon. Jembatan yang pertama dibangun dan hingga kini masih satu-satunya di Indonesia adalah canopy bridge di Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur. Kawasan Bukit Bangkirai terletak di kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Daerah ini terletak antara jalan raya Balikpapan-Samarinda. Dari Balikpapan, Anda akan menempuh waktu satu jam sebelum mencapai Bukit Soeharto, kemudian Anda belok kiri dan ikuti petunjuk yang ada, kira-kira dalam setengah jam Anda akan mencapai kawasan wisata Bukit Bangkirai.

Gerbang menuju canopy bridge Bukit Bangkirai

Kawasan ini diresmikan menjadi kawasan wisata alam pada tahun 1998. Hutan di kawasan ini luasnya mencapai 1500 hektar dan sepertiganya dijadikan sebagai kawasan wisata. Fasilitas penginapan yang tersedia meliputi cottage dengan AC maupun jungle cabin tanpa listrik yang akan membuat Anda benar-benar merasakan suasana hutan yang sebenarnya. Selain itu, ada juga ruang pertemuan hingga 100 orang dan restoran.

Atraksi utama di kawasan ini adalah jembatan tajuk yang menghubungkan 5 pohon dengan panjang total 64 m di ketinggian sekitar 30m. Untuk mencapai jembatan ini, wisatawan dapat memakai tangga kayu yang mengelilingi satu pohon. Ada dua tangga kayu, satu untuk naik dan satu untuk turun. Pembangunan jembatan ini dimulai bulan januari 1998 oleh 6 orang Amerika yang tergabung dalam Canopy Construction Associated(CCA), dibantu dengan 3 orang lokal, setelah melalui serangkaian survey untuk menentukan pohon yang paling cocok. Jembatan ini mampu diselesaikan dalam waktu satu bulan. Selain kayu ulin yang terkenal sangat kuat, jembatan ini dirangkai dengan besi galvanis yang tahan karat sehingga standar keamanannya sangat tinggi. Jembatan ini dirancang memiliki umur hingga 20 tahun. Jembatan tajuk ini merupakan jembatan pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.

Canopy bridge Bukit Bangkirai yang membentang sepanjang total 64 m

Ketika pertama kali melihat, Anda pasti terkagum-kagum dengan konstruksi jembatan yang kokoh namun berkesan klasik. Oya, sebelum Anda menaiki jembatan ini, pastikan Anda tidak mengidap fobia ketinggian karena dipastikan pemandangan kebawah akan membuat ciut nyali Anda. Jangan lupa untuk membaca peraturan keselamatan sebelum naik, antara lain hanya satu orang yang bisa melintasi jembatan pada saat bersamaan, maksimal lima orang dalam satu platform, dan tidak berlari atau menghentak-hentak di jembatan maupun platform. Begitu pula keadaan cuaca sangat penting, jembatan ini tidak bisa dilewati jika angin lebih dari 30 km/jam, hujan dan petir, dan ketika malam hari. Kalau Anda sudah paham, Anda dipersilahkan meniti tangga menuju platform pertama. Begitu Anda sampai di platform, Anda pasti akan menahan nafas tertakjub-takjub dengan keindahan hutan dari atas, becampur dengan perasaan tegang melihat betapa tingginya Anda dari permukaan tanah. Kicauan burung yang terdengar sayup-sayup juga akan melarutkan Anda dalam suasana hutam yang alami. Siapkan mental Anda, lalu melangkahlah pelan-pelan di jembatan gantung. Anda langsung merasakan goyangan jembatan ditambah desiran angin sehingga seolah-olah jembatan mau runtuh dan Anda akan terjun bebas. Jangan khawatir, jembatan ini sudah teruji dan sesuai standar keamanan internasional. Ketikan Anda sudah selesai meniti jembatan pertaman, dan tiba di platform berikutnya, ada keasyikan dan kepuasan tersendiri. Jangan lupa membawa kamera, karena pemandangan hutan tropis dari ketinggian hanya bisa didapatkan disini. Ada empat jembatan yang menghubungkan lima pohon, jadi Anda bisa dengan puas menikmati pemandangan formasi tajuk tegakan “Dipteropcarpaceae” yang merupakan ciri khas hutan hujan tropis, yang membentuk stratum atas yang saling sambung menyambung.

Selain jembatan tajuk, pengunjung juga bisa menikmati pohon-pohon raksasa yang bisa mencapai diameter lebih dari 2 meter dan tinggi lebih dari 40 m. Suasana hutan tropis yang masih asli juga memberi nuanasa kedamaian tersendiri. Jadi, bila Anda berkunjung ke Kalimantan Timur, jangan lupa untuk berkunjung kesini. Selamat berwisata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s