Traveling dengan Anak-Anak Part 5: Bikin Rencana Liburan Si Kecil!


Untuk banyak orang merencanakan liburan adalah hal yang menyenangkan, beberapa orang bahkan sudah merencanakan liburan setahun sebelumnya. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk dapat merencanakan liburan dengan baik, apalagi bila membawa bayi atau anak-anak di bawah lima tahun.

Di bawah ini ada beberapa hal yang harus direncanakan dengan baik:

1. Destinasi. Tentu ini yang paling penting. Anda harus memutuskan akan pergi ke mana, sebelum dapat memesan tiket, mengurus akomodasi, bahkan membeli buku panduan perjalanan yang mana. Khusus dalam traveling bersama anak tentu anda akan memikirkan kondisi di sana, apakah terlalu berat untuk anak atau tidak. Misalnya, mungkin lebih baik anda berlibur ke Singapura atau Malaysia, daripada ke Nepal.

Raissa sedang asyik liburan di Vietnam

2. Dokumen. Bila destinasi wisata anda ada di luar negeri, pastilah dokumen harus disiapkan. Tentu ini berarti anak Anda harus memiliki paspor (kami akan membuat artikel tentang pembuatan paspor untuk bayi beberapa minggu ke depan). Selain itu, bila akan pergi ke negara yang membutuhkan visa, perencanaan harus lebih matang. Nah, mungkin ini saat pertama bagi anak anda untuk diambil pas fotonya! Seru lho!

Walaupun Australia summer, tapi ternyata dingin sekali. Cek prakiraan cuaca!

3. Musim dan cuaca. Setelah menentukan destinasi, tentu anda wajib meriset musim di sana. Bila anda berkunjung ke negara-negara Asia Tenggara, ini tidak terlalu menjadi masalah karena iklim yang relatif sama dengan Indonesia. Tetapi bila berkunjung ke negara empat musim, harus dilihat anda akan berada di sana saat musim apa. Ini akan berpengaruh pada barang-barang bawaan anda. Ketika waktu liburan sudah semakin dekat, ada baiknya memeriksa prakiraan cuaca di destinasi tamasya.

4. Akomodasi. Di tempat wisata Anda sekeluarga akan menginap di mana? Bila tinggal dengan saudara atau teman tentu lebih mudah. Bila tinggal di hotel, akan sedikit lebih rumit terutama bagi Anda yang membawa anak bayi atau balita dengan makanan yang khusus. Membawa kompor listrik serta panci bisa dijadikan pilihan. Alternatif lain adalah dengan menyewa apartemen. Di sini, biasanya disediakan peralatan masak yang cukup lengkap, termasuk microwave dan bahkan rice cooker.

Biasakan juga untuk membaca berbagai review atas tempat menginap yang diincar. Selain kebersihan dan keamanan, ada beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan. Seperti jarak ke halte bis kota atau stasiun subway. Suasana sekitar penginapan apakah di daerah pemukiman yang tenang atau di downtown yang hingar-bingar sampai pagi buta. Jangan sampai juga terjebak memesan hotel di daerah “wisata malam” atau red-light district.Selalu tanyakan fasilitas hotel yang disediakan untuk mengakomodasi kebutuhan anak. Beberapa hotel bisa menyediakan babycot atau tempat tidur khusus anak secara gratis, namun karena seringkali ketersediaannya sangat terbatas, anda harus memesan dari jauh hari.

5. Di perjalanan. Waktu tempuh yang lama tentu membutuhkan perhatian ekstra. Misalnya Anda pergi dengan mobil, harus mempersiapkan makanan ringan, mainan agar si anak tidak bosan. Keuntungan dari berpergian dengan mobil adalah keleluasaan berhenti dan istirahat untuk meluruskan kaki saat anak mulai jenuh. Namun perhatikan kapan sebaiknya memilih melakukan roadtrip. Hindari peak season seperti akhir Ramadhan sampai seminggu setelah Lebaran atau saat akhir pekan panjang. Anda tidak ingin terjebak belasan sampai puluhan jam hanya untuk melihat Borobudur kan.

Apalagi bila Anda harus menempuh perjalanan panjang dengan pesawat terbang. Perhatikan hal-hal seperti: berapa jam perjalanannya, transit atau tidak, jam berapa pesawat terbang (berkaitan dengan jam tidur, jam makan anak). Untuk tips membawa anak dengan pesawat terbang dapat dilihat di sini.

6. Anggaran. Bepergian membawa bayi dan balita juga akan berpengaruh dalam biaya liburan. Anda yang biasanya menginap di dorm, tentu kini membutuhkan akomodasi kamar pribadi. Belum lagi biaya membeli susu, popok sekali pakai, dan lain-lain. Bila Anda atau istri Anda masih menyusui, asupan gizi saat liburan harus tetap diperhatikan. Jangan sampai hanya makan mi instan atau roti tawar celup susu!

7. Makanan. Bila bepergian dengan bayi dengan makanan khusus, jelas Anda harus membawa bahan-bahan mentahnya. Belum tentu, kan, di sana ada yang mereknya sama. Susu pun demikian. Bila anak sudah makan nasi, jangan kira di setiap negara mudah mendapatkan nasi seperti di Indonesia. Misalnya Anda berlibur ke negara-negara sub-benua India, nasi di sana cenderung keras dan kurang pulen. Anak yang giginya masih sedikit temtu membutuhkan yang lembek. Nah, lebih baik membawa beras dari sini kan daripada anak tidak mau makan? Orangtuanya sih makan nasi keras juga tidak apa-apa!

8. Objek Wisata. Saat merencanakan kegiatan di tempat tujuan wisata pun jangan ngoyo. Jangan semua-semua mau dijabanin. Tentukan prioritas dan sub-prioritas tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Bila bisa membuat jadwal akan lebih baik lagi, tapi tetap harus fleksibel ya. Kalau anak-anak terlihat sudah lelah diseret kesana-kemari, batalkan beberapa jadwal dan menghabiskan setengah hari bermalas-malasan di hotel atau berjalan santai disekitarnya bisa jadi prioritas.

Saat memilih objek wisata yang akan dikunjungi pun tidak perlu memilih tempat khusus anak seperti theme park saja. Museum, monumen atau tempat lain yang menarik buat orang tua pun boleh dijadikan pilihan. Bagi orang tua, Versailles adalah sebuah istana yang menarik dari sisi seni dan sejarah, bagi anak-anak itu adalah rumah besar dengan taman luas dimana mereka bisa puas berlarian.Asalkan medannya masih ramah untuk anak, mereka pasti bisa menemukan hal yang menyenangkan dari objek wisata tersebut.

9. Lain-lain. Lakukan juga riset mengenai transportasi umum dan kondisi jalanan (apakah stroller-friendly).

Eropa musim dingin? Kostum lengkap seperti ini wajib hukumnya!

Untuk contoh barang bawaan yang harus dibawa ketika bepergian dengan bayi atau balita dapat dilihat di sini, sementara tips mengemas barang dapat dilihat di sini.

Selamat merencanakan liburan!

Pengalaman Lala, Kris, Raissa dan Fiamma dapat dilihat di Skippin Troupe

Advertisements

8 thoughts on “Traveling dengan Anak-Anak Part 5: Bikin Rencana Liburan Si Kecil!”

  1. lucunya oliq.. emang kalo dibiasain jalan dari kecil, gedenya gampang dibawa ke mana-mana kok, kak. hehe..
    udah bisa jalan tanpa orangtuanya belum? ikut kakek nenek gitu misalnya..

    Like

    1. Nah kalo itu belum kakak. Klo cuma jalan ke mall atau jalan2 sehari sama mbah2nya sih mau, tp blm pernah sampai nginep2 gitu. Maklum sejak bayi ga pernah sekota sama mbah2 dan ga pernah punya babysitter juga…. Dia sukanya bilang “Aik mau nemplok sama mama.”

      Like

      1. si Bintang udah sering ke Bandung 3-4 hari dijemput ke tempat eyangnya sejak umur 2 tahun. anaknya sih nyantei2 aja banyak temen di sana. bundanya pulang kantor sendirian yang malah kehilangan.. 🙂

        Like

      2. Enak ya klo gitu. Anakku blm bisa. Dulu JKT-jogja. Skrg lbh jauh lagi deh. Bintang umur brp mbak?

        Like

      3. Sekarang 7 tahun. Mungkin krn terbiasa ditinggal kerja jadi nggak mbok-mboken. Tapi makin gede minta ikut ke mana-mana, hahaa..
        Pernah road trip berdua keliling Bali..

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s