Traveling dengan Anak-Anak Part 4: Liburan Singkat ke Kuala Lumpur


Olen dan Lala kembali untuk berbagi cerita tentang bepergian dengan bayi dan balita. Kali ini kami akan membahas mengenai tujuan wisata, yaitu Kuala Lumpur. Mengapa Kuala Lumpur? Menurut kami, selain Singapura, Kuala Lumpur cocok dijadikan tujuan wisata luar negeri ketika berlibur membawa anak-anak.

Di bawah ini ada beberapa alasan mengapa kami berpikir Kuala Lumpur bisa dijadikan destinasi ketika liburan membawa balita:

1. Anda tetap harus membuat paspor untuk anak anda, tetapi anda sekeluarga tidak perlu membuat visa. Tentu ini sangat menghemat biaya, bukan? Bila anda membawa anak berusia di bawah 2 tahun, anda hanya akan dikenai biaya tiket pesawat infant (bahkan ada maskapai di luar negeri yang sama sekali tidak mengenakan biaya pada anak di bawah 2 tahun). Namun, jangan salah, untuk biaya visa dihitung per paspor, jadi anak usia berapapun aka dikenai biaya yang sama. Karena itu, berkunjung ke Malaysia, Singapura dan negarra-negara Asia Tenggara lainnya – kecuali Myanmar – menjadi lebih hemat tanpa biaya visa.

2. Penerbangan yang singkat. Membawa bayi dan balita terbang tentu cukup merepotkan, apalagi penerbangan jarak jauh. Karena itu, Kuala Lumpur bisa dijadikan tujuan wisata luar negeri pertama bagi anak anda. Waktu tempuh dari Jakarta hanya sekitar 1 jam 40 menit, dari Jogja sekitar 2 jam, dari Medan dan Banda Aceh juga cukup singkat. Anak senang, orangtua pun tidak lelah. Untuk tips tentang terbang bersama bayi dan balita dapat dilihat di sini.

3. Penerbangan tanpa transit (direct flight). Semakin banyak transit tentu semakin repot. Nah, penerbangan langsung semacam ini dapat meminimalisir kerepotan Anda. Saat ini frekuensi penerbangan langsung dari dan ke Kuala Lumpur sangat banyak, baik yang dioperasikan oleh maskapai nasional maupun asing. Beberapa kota besar yang memiliki penerbangan langsung ke KL antara lain: Jakarta, Jogja, Bandung, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Banda Aceh, Makassar.

4. Sistem transportasi yang baik. Anda liburan membawa bayi bukan berarti ke mana-mana Anda harus naik taksi. Kalau di Jakarta, mungkin taksi jadi sarana yang paling aman dan nyaman. Di KL, ada jauh lebih banyak pilihan moda transportasi yang nyaman. Ajak anak Anda untuk mencoba kereta api, LRT, dan monorel. Hemat dan menyenangkan!

5. Makanan. Bila Anda membawa balita yang sudah tidak perlu makanan khusus lagi, Kuala Lumpur juga jadi pilihan yang tepat. Di kota ini masih banyak ragam makanan yang mirip dengan di Indonesia. Jadi anak Anda tidak akan mengalami food shock.

Atraksi untuk anak-anak yang ditawarkan di Malaysia banyak yang tersedia juga di Indonesia. Seperti misalnya, bila Kuala Lumpur punya Aquaria yang walaupun memang lebih terawat dan canggih, tapi Jakarta punya Sea World. Bila negeri jiran punya planetarium, maka hal yang serupa juga dapat ditemukan di Taman Ismail Marzuki. Lalu apakah yang ditawarkan Malaysia yang tidak ada di Indonesia?

Di bawah ini ada beberapa objek wisata yang bisa dijadikan pilihan:

1. KLCC. Ini adalah lokasi “wajib” dikunjungi bagi yang pertama kali pergi ke Kuala Lumpur. Kami pun yang sudah beberapa kali pergi ke KL, tetap menyempatkan diri ke KLCC setiap kali berkunjung. Selain melihat Menara Kembar Petronas, KLCC juga cocok untuk tempat bermain anak-anak karena di bagian belakang terdapat taman yang cukup teduh dengan danau buatan. Di pusat perbelanjaannya juga terdapat beberapa ruang menyusui dan mengganti popok. Di nursery room Isetan bahkan tersedia microwave bagi Anda yang ingin menghangatkan makanan anak.

nursery room di Isetan KLCC

2. National Science Center. Saat kami disana sedang ada eksibisi dinosaurus yang tentunya menarik untuk anak TK – SD. Untuk kami yang menyenangkan untuk dilakukan disana adalah melakukan speed test. Setelah berlari di jalur yang ditentukan, hasil test lari masing-masing orang dibandingkan dengan kecepatan hewan. Saya lupa hewan apa yang tercepat, yang saya ingat seorang ibu-ibu seperti saya kategorinya masuk lari ala tikus, sedikit lebih baik dari Raissa yang kalau tidak salah masuk kategori ayam 🙂 Anak-anak senang sekali melakukan tes lari ini berulang-ulang.

3. Petrosains. Discovery Center ini masih terletak di KLCC. Di sini anak-anak dapat belajar berbagai ilmu pengetahuan dengan cara yang sangat menyenangkan. Kabarnya di sini akan dibuat Dino Track yang cocok untuk anak penggemar dinosaurus dan kawan-kawannya – termasuk anak-anak kami!

4. Taman Rama Rama. Maksudnya adalah taman kupu-kupu yang memiliki koleksi lebih dari 6000 spesies. Selain kupu-kupu ada juga berbagai jenis serangga lainnya, antara lain laba-laba.

Raissa ceria di bowling lane

5. Berlibur ke Malaysia dengan anak berarti bisa melakukan kegiatan dewasa tapi sesudah dimodifikasi agar bisa menjadi ramah anak. Di KL, beberapa bowling alley dimodifikasi agar bisa dipakai oleh anak-anak untuk bersenang-senang juga. Di tempat-tempat bowling khusus itu ada opsi untuk menaikan pagar disisi sepanjang parit. Bola yang dibalingkan pasti akan berada di jalur dimana pin bowling berada dan tentunya menjatuhkan beberapa pin. Melihat pin berjatuhan selalu sukses membuat anak-anak bersorak sorai.

Anda punya lokasi pilihan lainnya?

Kiat traveling bersama anak lainnya dapat anda lihat di bawah ini

Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak

Traveling dengan anak-anak (Part 2): Apa saja yang harus dibawa?

Traveling dengan Anak-Anak Part 3: Berkemas Ringkas Walau Membawa Balita

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Traveling dengan Anak-Anak Part 4: Liburan Singkat ke Kuala Lumpur”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s