Traveling dengan Anak-Anak Part 3: Berkemas Ringkas Walau Membawa Balita


Tulisan ini adalah sambungan tulisan minggu lalu yang membahas masalah packing ketika liburan bersama anak-anak. Ketika minggu lalu kami telah berbagai tentang apa saja yang sebaiknya dibawa saat bepergian, kini saatnya tips-tips dari kami bagaimana melakukan packing yang baik.

Daftar barang bawaan untuk liburan

Bila anda bepergian sendiri tentu tidak akan terlalu sulit berkemas, apalagi kalau anda sudah sering bepergian dan penganut prinsip light traveling. Nah, kalau membawa bayi atau balita tentu sangat sulit menerapkan prinsip ini karena barang yang harus dibawa saja sangat banyak. Salah seorang kawan mengatakan bahwa ketika ia membawa anak balitanya keluar kota, rasanya ingin memasang roda di bawah rumah untuk dibawa serta bepergian. Lah, emangnya keong?

Di bawah ini ada beberapa tips dari kami

  1. Membuat daftar barang. Ini biasanya dilakukan oleh Ms OCD Lala Amiroeddin. Ms Berantakan Olenka tentu tidak pernah melakukannya :D. Daftar ini seperti daftar belanja yang memudahkan anda untuk melakukan packing agar jangan sampai ada barang penting yang tertinggal.
  1. Membagi antara barang yang dibawa di hand luggage (tas tangan, ransel kecil, tas bayi dll) dan di koper (ataupun tas yang akan disimpan di bagasi). Ini hanya untuk memastikan anda tetap membawa keperluan anak anda walaupun terpisah dari koper besar anda. Biasanya terdiri dari keperluan minum/makan dalam perjalanan, satu atau dua set baju, beberapa popok sekali pakai, obat-obatan, makanan kecil, dan mainan.
  1. Menggulung baju. Maksudnya? Melipat pakaian dan segala yang terbuat dari kain untuk dimasukkan ke dalam koper buat saya tidak dengan melipatnya, melainkan menggulungnya. Seperti sedang membuat dadar gulung. Menurut kami menyusun baju di koper dengan cara menggulungnya sangat space efficient.
  1. Membuat bidang datar.  Poin ini sebenarnya berkaitan dengan poin no 1. Bentuk dari koper pasti ada lekuknya. Gulungan baju akan memudahkan mengisi sudut tanggung atau ceruk di koper daripada bila baju disimpan terlipat. Jadi tidak ada space yang melompong di koper dan bisa membuat bidang datar. Kalau bidang datar sudah terbuat akan lebih mudah memanuver penyimpanan barang bawaan, terutama yang ukurannya agak besar dan bahannya keras.
  1. Mencerai berai. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh – nah kali ini kebalikannya. Semboyan kedua untuk packing. Sepatu jangan dikumpulkan dan dibungkus dalam satu plastik lalu disimpan. Melainkan dipisahkan. Satu sepatu lebih mudah untuk diselipkan disana-sini daripada dua sepatu yang digabung. Apalagi kalau sepatu gunung. Haiyaah, repot.
  1. Menyelipkan barang-barang kecil. Misalnya anda membawa mangkuk makanan bayi, ada baiknya di dalam mangkuk juga diisi barang lain, misalnya seplastik beras merah yang anda bawa. Kaus kaki bisa juga diselipkan dalam sepatu, dan sebagainya.
  1. Hanya membawa barang-barang yang bisa dilipat. Mungkin ini lebih pas dimasukkan dalam artikel mengenai barang apa saja yang dapat di bawa, tetapi cocok juga dijadikan tips untuk memastikan barang bawaan anda ringkas. Nah, bila anda membawa barang-barang seperti ember mandi, sebaiknya yang dapat dilipat – lebih bagus lagi membawa model yang dapat ditiup dan dikempiskan. Ini berlaku juga bila anda berniat membawa kursi makan bayi.
Ember mandi seperti ini dapat dilipat

Ini sebagian tips dari kami, semoga membuat acara berkemas anda lebih mudah dan menyenangkan.

Untuk artikel tentang barang bawaan apa saja yang bisa dibawa ketika harus bepergian dengan Si Kecil, lihat di sini

Untuk cerita tentang bepergian dengan pesawat terbang bersama bayi atau balita dapat dilihat di sini

Kunjungi Skippin Troupe untuk membaca petualangan Lala, Kris, dan anak-anaknya

Advertisements

26 thoughts on “Traveling dengan Anak-Anak Part 3: Berkemas Ringkas Walau Membawa Balita”

    1. memang lebih repot daripada pergi sendiri tapi tetap fun kok. semoga artikel2 kami tentang traveling dengan anak-anak dapat sedikit membantu para orangtua 😀

      Like

      1. Usul bawa tas besar dari bahan tahan air (bisa jadi tempat khusus baju kotor ato baju basah setelah acara berenang). Have fun but don’t forget to be always prepared.. (Olenka masih ingat daku gak ya? Nous avons rencontrait au LIP Jogja)

        Like

      2. Olenka, aku jg rada lupa. Dikit2 ingat. Dikau dulu kalo ga salah masih SMU 6 ya? sekitar taon 1998. Amboyy, ternyata daku dah uzur yaa. Tolong kalo bisa kasih artikel tentang koper dong. Pengalaman daku kemarin ke Bali ama anak2, bawa koper 3 berasa masih kurang ni. Ditunggu info seputar kopernya yaa. (kalo bisa mulai dari dimensi ukuran, bahan, plus tempat2 recommended buat hunting koper tapi jangan cuma yang di Jakarta aja hehe). Thanks alot Cantiik.

        Like

      3. Woh iya 1998 aku bener masih namche. tapi aku masih lupa njenengan e wekekekek. Gurunya Pak Hendro bukan ya? Koper okeeee walaupun jujur ga ada tempat hunting koper scr khusus, karena biasanya asal diskonan gede ya beli haha. Tunggu ya mbak, bentar lagi aku mau bikin review situs2 tempat booking hotel online sesuai pengalamanku pake beberapa website itu. kayanya bakalan bermanfaat (wakakakkaka muji dewe)

        Like

  1. Iya Olen.Waktu kita sekelas di LIP gurunya Pak Hendro. Tapi aku dah banyak lupa cara ngomong Prancis, kan kursusnya jg cuma sampe Level 4. Ntar ku coba add pake fesbuk aja ya. Thanks to internet we could meet again. Kita sekluarga jg lumayan suka travelling walao belum sampe jauh sih.At least anak2 punya pengalaman travelling biar ga katrok kaya emaknya.

    Like

    1. mbak sesuai dengan saranmu minggu depan insyaallah akan membahas masalah koper/tas/backpack utk seri traveling dengan anak-anak. nyuwun saran juga ya

      Like

  2. Mba Olenka.. Kalo bawa baby liburan keluar kota untuk beberapa hari, apa selama liburan baby pakai diapers full day? Atau hanya siang hari?
    Pakaian kotor baby (bekas pipis atau pup) sebaiknya laundry di hotel saja?

    Like

  3. Mba Olenka.. Apa selama liburan baby pakai diapers full day? Atau hanya siang hari?
    Pakaian kotor baby (bekas pipis atau pup) sebaiknya laundry di hotel saja?

    Like

    1. Babynya umur berapa ya? Kalo udah lebih dari 2 bulan kayanya gapapa pake diaper full day, asal sering diganti aja. Kalo aku selalu cuci sendiri baju bayi, cuci di hotel kan mahal banget mbak. jadi selalu bawa deterjen

      Like

      1. Thanks infonya mba olenka..
        Babyku masih 5 bulan. Rencananya mei nanti mau ke bali.
        Semoga semuanya lancar. Pengalaman pertama bawa baby pergi jauh..

        Like

      2. Mbak Pipi, kebetulan aku lagi di bali. Anakku pas 6 bln aku baa ke Australia. Gapapa anak umur segitu malah masih enak dibawa2 belum repot. Paling klo mau berangkat diganti pampers aja. enjoy n santai aja, kalo emaknya santai bayinya jg pasti ga rewel

        Like

  4. Pingback: backpackology
      1. Ortu dan 1 anak? Kami biasa ortu dan 2 anak, 1 koper+2 ransel karena bawa stroller juga. Ribet kalo 2 orang harus geret koper semua

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s