Traveling dengan anak-anak (Part 2): Apa saja yang harus dibawa?


Packing yang benar sebelum berpergian sangat penting. Kita tidak mau kan harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli barang yang sudah dimiliki. Untuk kasus berpergian dengan anak-anak, akan sangat memusingkan bila yang tertinggal adalah obat-obatan atau susu khusus anti-alergi.

Salah satu dari kami, seperti kebanyakan orang, sangat benci melakukan packing.Yang satunya lagi sudah di perbatasan mendekati OCD urusan packing. Namun, kami berdua tetap membuat daftar bawaan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Walau yang satu membuat daftarnya dengan diketik, secara tidak sadar dibagi hampir berdasarkan kategori sandang, pangan, papan, kemudian dibagi lagi mejadi 2 kolom. Satu kolom untuk daftar kebutuhan anak, dan kolom satunya lagi untuk daftar keperluan mamanya. Obsesif banget kan emak satu itu?!

Nah, ketika kita bepergian dengan anak bayi atau balita, tentu saja barang yang dibawa akan membengkak. Berbagai barang yang sebelumnya tidak terbayangkan pun justru jadi benda yang sangat penting untuk dibawa.

Di sini, Lala dan Olen akan berbagi cerita tentang packing barang-barang untuk liburan bersama bayi dan balita, apa saja yang harus dibawa. Untuk kiat-kiat berkemas akan dibahas di artikel berikutnya.

Pertama, apa saja sih yang perlu diperhatikan bila hendak berkemas untuk bepergian bersama anak-anak?

1. Berapa lama anda bepergian. Tentu saja pergi untuk akhir pekan ke Bandung tidak akan sama dengan backpacking dua minggu ke Eropa. Jumlah tas yang dibawa pun pasti berbeda.

2. Ke mana anda akan pergi. Bila akan berjalan-jalan ke pantai, anda pasti akan menyiapkan pakaian renang untuk anak anda. Bila anda hendak bepergian ke daerah dingin, jaket jangan lupa dibawa.

3. Usia anak anda. Membawa anak berusia 3 bulan bawaannya pasti berbeda dengan anak berusia 3 tahun.

4. Transportasi apa yang digunakan. Ketika naik pesawat dalam waktu yang lama, mungkin anda harus membawa jaket anak dalam tas tangan, bila sewaktu-waktu diperlukan. Perjalanan dengan mobil sendiri akan lebih fleksibel karena bila ada barang tertinggal anda dapat sewaktu-waktu mampir ke toko.

Di bawah ini ada daftar barang-barang yang perlu dibawa ketika bepergian, tentu saja anda dapat menyesuaikannya dengan kondisi dan kesukaan anak anda, serta mengacu pada hal-hal di atas. Ini hanyalah saran dari dua emak-emak keren ini lho….

Yuk diintip barang-barang yang masuk daftar bawaannya:

1. Pertama-tama yang harus dipastikan dibawa, tentunya dokumen perjalanan: paspor dan tiket.

2. Susu. Susu formula/UHT bila anak sudah tidak menyusu ASI secara eksklusif. Khusus untuk susu formula maupun UHT ini suka disepelekan karena dikira akan mudah didapat. Ternyata pengalaman pribadi menceritakan hal yang berbeda.

Lala dan Raissa punya pengalaman mengenai susu ini. Saat ke Singapura pertama kali Raissa sudah campur minum ASI dan sufor. Waktu pergi Lala hanya membekali sedikit susu formula di kotak karena niat nya mau irit berat bagasi. Kalau membawa susu di kaleng kan pasti berat. Dia pikir kalau habis ia mau beli sufor porsi sekotak disana. Ternyata, di Singapura sufor tidak diperjualbelikan dalam porsi kotak. Semua dalam kaleng. Terpaksalah ia beli yang kalengan dan berat-berat membawanya pulang karena tidak mau rugi setelah membayar mahal.

Masih soal sufor, walau sudah membawa porsi kaleng saat berlibur ke Eropa, tapi habis kira-kira seminggu sebelum jadwal pulang. Saat packing pun Lala sebenarnya sudah menduga akan kurang, tetapi saat itu saya sudah merelakan hati untuk membeli sufor disana saja sekalipun kalengan dengan perhitungan dalam 1 minggu Raissa bisa menghabiskan 1 kaleng susu. Yang terjadi, susu kaleng memang ada, tapi tidak seperti di Indonesia yang sufor nya dibagi per tahapan usia seperti 0-6 bulan, 6-12 bulan, dan seterusnya, di Brussels sufor dijual hanya dalam 2 pilihan merk dan 2 tahapan usia. Dibawah 6 bulan atau diatas 6 bulan. Sempat membuat bingung karena ia khawatir akan komposisi gizi yang kurang tepat, namu akhirnya dibeli juga tentunya untuk usia 6 bulan keatas.

Setelah beralih ke UHT, Lala pikir akan lebih mudah lagi urusan persusuan ini. Ternyata tetap saja sempat bikin pusing. Saat itu mereka berlibur ke Vietnam. Dan walaupun sudah membawa 4 liter susu UHT, ternyata masih kehabisan juga untuk liburan seminggu disana. Yakin tidak susah mencari susu UHT murni tanpa tambahan rasa kami mencari susu di pedagang kaki lima di Hanoi. Tentu saja tidak seru kalau mereka semua menjualnya. Semua warung-warung kecil dan beberapa toko yang kami datangi tidak menjual susu UHT murni, melainkan dengan berbagai rasa seperti vanila, stroberi, atau coklat. Kami sempat nekat membeli rasa vanila yang sukses dilepeh oleh si bocah. Susu UHT murni tanpa rasa akhirnya didapat di satu convenience store dengan tulisan imported goods tersedia di depan pintunya.

Melihat kebelakang, rasanya susah percaya urusan susu bisa bikin pusing. Namun kenyataannya iya. Padahal Raissa tidak memerlukan susu khusus. Coba bayangkan bila dia hanya bisa minum sufor hypo-allergen atau susu berbahan dasar kedelai saja. Pasti lebih susah mencarinya di tempat asing, jadi sebaiknya soal susu ini cukup diperhatikan daripada menyesal.

3. Makanan, minuman, dan perlengkapannya. Botol susu, thermos, botol minum, wadah anti tumpah sebagai pengganti piring dan sendok kecil. Bila perlu bawa juga bahan mentahnya, misalnya beras, beras merah, dsb.

Kompor listrik dan panci kecil bisa dibawa untuk memasak MPASI, bubur, atau bahkan nasi lembek (karena mungkin nasi yang disediakan di hotel terlalu keras) – bisa juga untuk memasak sayur sop, misalnya.

4. Vitamin dan obat-obatan. Tentunya kita ingin semua sehat saat pergi sampai kembali lagi di rumah. Sayangnya perubahan faktor cuaca atau perjalanan yang panjang dan melelahkan, bisa membuat imun sistem tubuh menurun. Biasanya kami membawa obat demam bayi, obat untuk memar, obat luka, balsem bayi, bahkan termometer. Obat gigitan serangga dan losion pelindung dari nyamuk juga penting bila tempat yang anda kunjungi rawan akan serangga.

5. Toilettries. Aksesoris buat bikin cantik dan wangi yang biasa untuk orang dewasa seperti sisir, sabun, shampoo, odol, sikat gigi, plus tentunya sabun dan odol untuk anak. Jangan lupa membawa baby cream untuk mencegah munculnya ruam kalau anak masih memakai popok. Juga popok sekali pakai, walau yang ini agak lebih mudah dibeli di mana saja.

Selain perlengkapan mandi, bawa juga handuk kecil sendiri yang akan bermamfaat untuk mengeringkan muka atau tangan selesai menyegarkan diri saat transit atau menyelamatkan dunia bila ternyata hotel kecil menyediakan handuk yang kurang bersih atau kurang jumlahnya.

Bila tempat yang anda kunjungi panas dan kemungkinan si Kecil akan banyak berada di luar ruangan, pertimbangkan juga untuk membawa tabir surya khusus bayi supaya kulitnya terlindung.

6. Kantong plastik kecil. Kami selalu membawa kantong plastik kecil kemanapun saya pergi dengan anak. Ke mall saja saya bawa apalagi saat travelling. Kantong plastik ini banyak banget fungsinya. Dari sebagai wadah menyimpan popok kotor sebelum saya buang ke tempat sampah. Atau untuk menyimpan pakaian kotor anak-anak karena ketumpahan makan atau minum saat sedang berjalan-jalan, sehingga ketika disimpan kedalam tas tidak mengotori baju bersih yang tersisa. Atau menyimpan peralatan makan setelah digunakan.

7. Pakaian dan alas kaki. Sebelum berpergian selalu pastikan cuaca di destinasi. Bila berpergian ke tempat yang sedang musim dingin, jaket, longjohn – sejenis kaus kaki yang menutupi seluruh kaki mulai dari jari sampai pantat, sarung tangan, syal dan topi harus dibawa. Kalau berpergian ke pantai atau saat musim panas, tentunya jangan lupa membawa baju berenang dan sendal jepit. Tidak lucu kan menyusuri pantai pakai sepatu.

Olen dan Oliq punya pengalaman buruk waktu berada di Australia. Saat itu sebenarnya tengah musim panas, biasanya suhu mencapai 40 derajat Celcius. Olen hanya membawa sepasang kaus kaki untuk Oliq – yah memang cuma punya sepasang. Ternyata beberapa hari cuaca di sana sangat dingin, kira-kira 17 derajat Celcius dengan angin menerpa langsung dari Kutub Selatan. Ketika berada di Sydney, kaus kaki Oliq hilang sebelah. Akhirnya ia memakai kaus kaki mamanya yang sebelah berwarna kuning, sebelah lagi berwarna merah. Karena terlalu besar, satu kaus kaki pun hilang di seputaran Sydney Opera House. Sudah cari di mana-mana tidak ada yang menjual kaus kaki bayi. Mau beli ugg, bapak Oliq tidak rela kalau harus mengeluarkan AUD30 “untuk barang yang tidak dipakai lagi,” katanya. Akhirnya sambil menggendong, Olen menggenggam kaki Oliq supaya tidak kedinginan, sampai akhirnya membeli kaus kaki bayi keesokan harinya. Jangan sampai hal ini juga terjadi pada anda semua ya!

8. Elektronik. Hari gini, barang-barang elektronik yang dibawa pasti segambreng. Mulai dari kamera, handphone, sampai notebook. Kalau sudah ingat membawa segala gadgets diatas jangan sampai lupa membawa charger baterenya. Oh, dan adaptor colokan listrik. Penting!

9. Selimut. Sebenarnya selimut bukan bawaan wajib. Tapi kebetulan kami punya selimut yang kalau sedang tidak digunakan bisa dilipat dan disimpan mengisi kantong berbentuk hewan yang kemudian bisa difungsikan menjadi bantal empuk. Selimut praktis ini sangat membantu bila rute penerbangan mengharuskan transit lama di airport yang AC nya dingin luar biasa.

10. Baby carrier dan/atau stroller. Sudah pasti dua barang ini dibutuhkan saat berpergian. Anak kecil mudah capai, dan pasti mereka akan minta digendong ketika letih atau mengantuk. Daripada menggendongnya bermodalkan dua tangan, lebih nyaman tentunya dengan baby carrier dan stroller.

11. Mainan. Tergantung mainan apa yang disukai anak anda. Bisa jadi boneka, bola, lego. Atau bawa buku bergambar, buku mewarnai, dan sebagainya.

12. Oleh-oleh. Lho kok oleh-oleh juga dibawa ketika mau berangkat. Iya, kalau untuk saya yang sering nebeng tidur di rumah orang saat berpergian. Cinderamata tanda terima kasih pasti akan sangat dihargai oleh tuan rumah.

13. Lain-lain. Misalnya anda membawa bayi yang masih cukup kecil mungkin perlu ember mandi atau baby bather yang bisa dilipat. Atau bisa juga portable baby booster untuk duduk anak saat makan. Payung juga mungkin diperlukan.

Nah, mungkin teman-teman juga memiliki saran lain tentang benda apa saja yang bisa ditambahkan di sini. Silakan sharing di bawah ya…

Untuk artikel berikutnya, kami akan berbagi cara-cara bagaimana packing yang baik dan rapi, apa tipsnya, dan apa yang harus masuk koper dan apa yang harus masuk dalam tas tangan. Jangan kelewatan edisi minggu depan!

 

 

 

Advertisements

35 thoughts on “Traveling dengan anak-anak (Part 2): Apa saja yang harus dibawa?”

  1. Mba di eropa ikut Tur ato jln sndiri? Kira2 bayi 7bln kuat ga ya dgn jdwl Tur yg padat bgt? Ganti nappy dmn ya klo lg jalan2nya? Ditunggu jawabannya ya..lg bingung bgt nih 😦 nway tq yaa

    Like

  2. Mbak kalo jalan ke luar negri kan baby saya masih 8 bulan..kan butuh minum susu trus…botol susu kan perlu dicuci…nah apa perlu dibawa juga steamer botol susunya?tq mbak

    Like

    1. kalo ga repot sih gapapa… tp kalo repot, cuci biasa aja, gak usah pake steamer… gak perlu terlalu steril, bayi juga punya ketahanan tubuh sendiri kok…

      Like

  3. Mba mau tanya, boleh ya bawa susu uht cair ke singapu? Lalu mau bawa vit dlm bentuk kapsul juga bisa kah?anak saya usia 2 thn dan minggu depan rencana trip ke KL-sing.

    Makasih byk ya

    Like

    1. Masuk koper boleh. Kabin klo 1-2 kotak kecil pernah lolos juga sih bilang klo buat di jln. Tp pernah disita jg pas di amsterdam

      Like

  4. Kalo untuk travel bersama Baby 1 tahun, better bawa Stroller Isp*rt (yg ringkes itu, tp kasihan babynya kalo bobo agak tegak) ato Stroller biasa yang sandarannya bias di lurusin?
    Agak Bingung neh sis…

    Like

    1. Anakku waktu 6 bulan ke oz pake isport, tapi emang lbh enak pake yg agak besar dengan cover yg lebih nutup sih. Tergantung perginya ke mana juga. Klo ke luar negeri stroller besar nyaman kok krn di transportasi umum selalu diswdiain tempat buat stroller

      Liked by 1 person

      1. End of This Month mau ke KL, semi backpacker-an sama keluarga (4 dewasa, 1 bayi, 1 anak sma).
        Takutnya pake stroller besar jadi ribet aja, apalagi kalo ga di pakai…

        Like

      2. kalo aku pilih isportnya karena setahun juga punggung udah tegak, dan itu ringkes banget kalo dibawa2 (ga dipake). Kalo cuma KL ga butuh stroller besar. Nah kalo Eropa yg dingin baru butuh tutupan. KL juga lagi puanassss bgt lho

        Like

  5. Mbak tanya dong, ada batas maximum bawa susu uht ke koper bagasi ga? Saya rencana 22hari bawa anak (2,5thn) ke jepang yg minum susunya cm mau uht. Kalau saya bawa sampai 100dus uht ukuran 115ml boleh ga yah?

    Like

    1. Setahuku kalau masuk bagasi ga ada aturan jelas. Tapi kalau kebanyakan ada kemungkinan dibongkar juga. Kenapa ga bawa secukupnya aja dan beli uht/fresh milk di jepang? Aku dulu max 2 liter doang.

      Like

  6. Hi mba mau nanya dong … Bawa Bayi 10 bulan ke Europe bagus Nya bawa stroller apa engga ya?? Pasti repot banget yah kemana2 kudu bawa stroller…tapi kasian pas kalo lagi tidur d gendong terus pasti mama Nya yg gempor

    Like

  7. Assalamualaikum, mbak…
    Mau tanya donks…
    Kbtulan bulan depan aq n si bayi (7 bln) mau mudik ke tanah air…nah perjalanan 5 jam pesawat lalu tgu transit kira2 8-9 jam (krna lg winter n seringnya badai salju) dan lanjut lg 9 jam pesawat…nah anakku ini cm bs mkan mpasi homemade (puree padat yg dicairin pke air/asip), dia ga bs mkan mpasi instant yg d seduh or yg siap makan dlm kmasan jar…dia langsung muntah2..
    Kira2 mpasi seperti puree padat (kentang+wortel saring) tahan ga yah untuk dbawa dalam jar untuk persediaan makan d pesawat?
    Selain bw buah sprti pisang..
    Please help me…
    Perjalanan terjauh pertama cuma berdua si baby…coz suami ga bs ambil cuti hikssssss…

    Like

    1. Waalaikumsalam. Pureenya dibekukan dulu mbak. Jadi ketika dibawa terbang katakanlah buat 3× makan, udah siap 3/4 wadah. Yg siap makan (buat di bandara mungkin), sama beberapa wadah yg beku. Pas di pesawat klo butuh bisa minta didefrost dan diangetin sama pramugari. Waktu transit juga biasa di nursery ada microwave kok. Insya allah tahan kalo dibawa dlm keadaan beku. Karena posisi makan juga selaku di ruangan ber ac (pswt, bandara) jadi tahan lama.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s