Accomodation Review : The Fullerton Hotel, Singapore


Hotel Fullerton terletak di jalan Fullerton, berseberangan dengan kawasan One Fullerton, tepat persimpangan Sungai Singapura dan jembatan Anderson. Daerah ini masih termasuk bagian dari Teluk Marina yang tersohor sebagai kawasan Bisnis dan Hiburan kelas atas di Singapura.

Hotel Fullerton dari seberang Sungai Singapura

Nama Fullerton sendiri berasal dari Gubernur Pendudukan Selat yang pertama, Robert Fullerton (1826-1829). Gedung Fullerton merupakan simbol kekuasaan Inggris di Singapura dan Semenanjung Malaysia. Gedung ini berdiri di kawasan yang penuh sejarah. Awalnya, tempat ini merupakan pelabuhan yang berdiri tahun 1829, sebelum didirikan Kantor Pos di tahun 1873. Kemudian tahun 1921, kantor tersebut dirobohkan dan digantikan dengan Gedung Fullerton. Dibuka di tahun 1928, Gedung Fullerton berfungsi sebagai Kantor Pos, Kamar Dagang Singapura, Tempat Penukaran Uang, dan berbagai fungsi pemerintahan. Di tahun 1998, sebuah proyek untuk mengubah gedung ini menjadi hotel berkelas dunia dengan tetap mempertahankan warisan arsitektur dimulai. Akhirnya tepat malam pergantian tahun 1 Januari 2001, hotel ini resmi dibuka oleh PM Singapura, Mr. Goh Chok Tong.

Hotel Fullerton tampak depan, dari sisi Jalan Fullerton

Hotel ini memiliki 400 kamar yang terbagi dari beberapa kelas, mulai dari “Post Master” yang menawarkan standar akomodasi bintang 5 dengan pemandangan pencakar langit Singapura, hingga yang termewah “Presidential” yang memiliki luas 199 meter persegi dengan lift privat, piano, ruang makan yang menjorok keluar sejauh 16 m, dan peralatan mandi yang khusus didesain oleh Blvgari. Untuk kamar standar memiliki fasilitas seperti TV LCD 32″, meja kerja dengan koneksi internet, sofa, dan kamar mandi yang dilengkapi bathtub. Yang istimewa adalah adanya fasilitas jacuzzi di bathtub. Peralatan mandi juga memiliki kelas tersendiri, bukan sekedar pelengkap seperti hotel berbintang lainnya. Luas kamar sendiri tergolong kecil bila dibandingkan hotel bintang 5 pada umumnya, namun kualitas furnitur dan ranjangnya jelas memiliki kelas tersendiri. Pemandangan dari kamar tentu tergantung dari lokasinya, ada yang menghadap Teluk Marina, Pencakar Langit Singapura, maupun Sungai Singapura, namun semuanya menyajikan pemandangan yang memanjakan mata Anda.

Tampak dalam dari Hotel Fullerton

Layaknya hotel bintang 5 lainnya, Hotel Fullerton juga memiliki fasilitas standar bintang 5 seperti kolam renang, spa, pusat kebugaran, pusat bisnis, restoran mewah, butik perhiasan, dan galery warisan Fullerton. Yang unik dan menjadi suatu ikon adalah kolam renang yang memiliki konsep kolam tanpa batas dan galeri warisan Fullerton. Kolam renang ini memiliki dinding kaca yang persis menghadap Sungai Singapura, sehingga seolah-olah kolam renang ini menyambung dengan sungai. Di sisi lain, pilar-pilar Doric yang menjadi ciri khas kebanggaan hotel ini menjadi sebuah ikon tersendiri bagi kolam renang ini. Perpaduan antara bangunan pencakar langit dan arsitektur kuno disekelilingnya membuat kolam renang ini menjadi suatu kolam dengan pemandangan paling menawan di jantung kota Singapura. Fasilitas unik lainnya adalah Galeri Warisan Fullerton yang menyimpan koleksi sejarah yang kaya dari gedung ini dan lingkungan sekitar. Koleksi yang dipajang meliputi foto, peta, prangko, dan benda pos yang berasal dari tahun 1932. Salah satu benda bersejarah yang dipajang adalah kotak pos merah yang berasal dari tahun 1873 pada jaman penjajahan Inggris.

Berfoto dengan latar jembatan Cavenagh dan kolam renang Hotel Fullerton

Karena hotel ini merupakan bangunan kuno yang ada sejak jaman penjajahan Inggris, maka tak heran jika di sekeliling hotel ini juga terdapat bangunan kuno lainnya, seperti jembatan pertama di Singapura yaitu Jembatan Cavenagh, jembatan Anderson, Gedung Parlemen kuno, Gedung Pengadilan kuno, dan Museum Pendudukan Asia. Daerah sekeliling ini merupakan lokasi wisata sejarah yang sangat menarik dan akan saya bahas di tulisan terpisah.

Hotel Fullerton dan Jembatan Cavenagh yang legendaris

Tentu Anda penasaran, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menikmati kemewahan tersebut. Harga tentu bervariasi tergantung musim dan jenis kamar, namun rata-rata harga termurah dimulai dari USD 300 atau sekitar Rp 2,7 juta, belum termasuk pajak.

Advertisements

4 thoughts on “Accomodation Review : The Fullerton Hotel, Singapore”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s