Waduk Jatiluhur, Pemompa Kehidupan Hilir Sungai Citarum


Lokasi liburan, sejengkal dari kota


Hari Sabtu pagi, kami merayap keluar dari sumpeknya ibukota, mencari udara segar dan suasana pedesaan. Jatiluhur adalah tempat tujuan kami yang tidak mau repot terjebak macetnya arus kearah Puncak atau Bandung waktu akhir pekan. Cukup 1,5 jam saja jarak tempuh ke Jatiluhur lewat tol Jendral Gatot Subroto keluar di Purwakarta/Ciganea, masuk lagi sejauh 7 km. Sekedar informasi, Waduk Jatiluhur berada pertengahan Jakarta Bandung via Tol Cikampek-Purbaleunyi.
Memasuki Purwakarta kearah Waduk Jatiluhur, kami jalan menyusuri area hutan pinus yang tumbuh diatas bukit-bukit kecil. Tak perlu takut tersasar, kawasan wisata ini dilengkapi dengan petunjuk arah yang jelas. Sampai di gerbang waduk, kami membayar tiket masuk sebesar 7.500 rupiah/orang plus 10.000 rupiah/mobil. Namun tarif ini lebih murah dihari biasa, yakni 5.000 rupiah/orang di hari biasa.

Piknik di Jatiluhur: liburan murah meriah keluarga kami.

Pemompa Kehidupan Hilir Sungai Citarum
Dibangun tahun 1957, Jatiluhur telah dirancang sebagai waduk serbaguna. Selain mencegah banjir di hilir Sungai Citarum, waduk ini juga merupakan sumber air untuk persawahan di bagian utara Jawa Barat. Waduk Jatiluhur juga berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik yang mengaliri Jawa-Bali serta menyuplai air untuk industri dan rumah tangga di seputaran Jakarta, Bekasi, dan Karawang. Bagi masyarakat setempat, waduk Jatiluhur juga menjadi tempat budidaya ikan keramba jarring apung. Jenis usaha ini bahkan berkembang kian pesat dan mampu memproduksi pulihan ribu ton ikan pertahun. Belakangan waduk seluas 8300 hektar ini juga berkembang menjadi tujuan wisata bagi warga ibukota.

Memancing menjadi alternatif yang asyik di Jatiluhur

Dikelilingi Gunung dan Hutan
Tak hanya menawarkan wisata air, Waduk Jatiluhur juga dikelilingi semarak oleh warna hijau bukit pinus. Jika anda merindukan jogging track yang menantang, maka perbukitan diseputaran Jatiluhur ini bisa memuaskan hasrat anda. Tapi harus berhati-hati jika berpapasan dengan mobil atau kendaraan , jangan sampai tertabrak. Selain itu, area perbukitan ini sering juga digunakan sebagai tempat outbond para professional Jakarta. Jasa ini ditawarkan oleh dua perusahaan jasa petualang alam dan team building: Pelopor Adventure Camp dan Outbond Indonesia yang bekerjasama dengan pengelola Waduk Jatiluhur.
Atau mau mencoba camping ground? Kawasan camping ini cocok buat anda yang impulsive atau tak dapat penginapan seperti kami. Tak perlu bawa peralatan, soalnya kita bisa menyewa peralatan peralatan camping, dari kursi lipat, tenda, api unggun plus minyak tanahnya, ransel, hingga matras dan sleeping bag.
Gunung Parang, Gunung Tiga Menara
Gunung Parang adalah salah satu bukit yang terlihat dari Waduk Jatiluhur. Puncak gunung ini unik, menyerupai tiga cerobong asap. Konon, gunung Parang adalah bukit andesit tertinggi di Indonesia yang menyembul keatas karena dorongan bumi. Dari ketiga puncak , yang tertinggi Tower I, setinggi 963 meter di atas permukaan laut. Sedangkan Tower lainnya setinggi 600 meter lebih dan menjadi lokasi favorit para pemanjat tebing. Bagi yang ingin menikmati indahnya ketiga puncak gunung Parang yang menggambar cakrawala tepian Waduk Jatiluhur, anda bisa menyewa tikar dengan harga 10.000 rupiah sambil minum es degan atau makan karedok.


Resto Terapung Kampung Air
Resto Terapung Kampung Air tak hanya menawarkan hidangan khas bagi pecinta kuliner, namun juga pengalaman unik makan diatas rumah apung. Ikan bakar adalah menu andalan Resto Terapung Kampung Air ini, berbagai seleksi ikan dari ikan mas, patin, nila atau jambal dengan harga berkisar Rp.30.000- Rp.300.000/kg. Jika anda membawa pasangan, agar lebih romantis, disarankan untuk mengunjungi restoran ini waktu malah hari agar anda bisa menikmati cahaya temaram lampu dari rumah terapung milik nelayan.
Restoran yang berjarak 1 kilometer dari dermaga ini bisa dicapai dengan kapal atau perahu . Jangan khawatir, ada beberapa kapal nelayan yang mau mengantar dengan harga yang bisa ditawar. Rata-rata perahu motor berkapasitas 8 – 15 orang disewakan seharga 60.000 Rupiah pulang pergi. Jika anda beruntung, anda juga bisa menggunakan perahu ini untuk berkeliling waduk selama dua jam.

Monorel ala Jatiluhur. Simple joy for simple people.

Kids Friendly Play Ground
Tak hanya orang dewasa atau yang berjiwa petualang yang bisa menikmati liburan di Jatiluhur. Anak-anak pun tersedia sarana Waterworld dan Kereta Monorel. Sarana bermain kereta monorel Rp 10.000, motor mini Rp 10.000, dan water world Rp 27.500 per orang.

Alamat Wisata Air Jatiluhur

Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat

Telepon 0264 201 087 89, Marketing Office Telp 0264 8222 2538

Advertisements

13 thoughts on “Waduk Jatiluhur, Pemompa Kehidupan Hilir Sungai Citarum”

    1. sebenarnya bisa dikembangkan jadi lokasi wisata yang lebih baik, apalagi karena jaraknya dari Jakarta yang sangat dekat. Siapa tahu bisa menambah pendapatan daerah dan jadi rejeki masyarakat sekitar.Hanya catatannya, jangan sampai rusak, kotor dan mengurangi nilai gunanya :D. semoga…semoga

      Like

  1. Harusnya buat menjaga pasoakan air dan mengurangi sedimentasi pemda setempat mewajibkan penghijauan royo-royo disekitar waduk dan das-nya.Kalo saya pernah ke waduk Cirata.

    Like

    1. Seharusnya pemda setempat sudah mewajibkan aturan ini dari dulu…Nanti kami akan ke cirata juga, jadi tunggu saja liputannya di sini…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s