Menikmati kemegahan Gunung Merapi dari Pos Babadan


Gunung Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Gunung ini terakhir kali meletus pada akhir 2010 dan menelan banyak korban, termasuk juru kunci Mbah Marijan. Selain karena pesona alam di sekitarnya, gunung ini juga terkenal karena aroma mistis yang menyelimutinya. Namun bagi peneliti, gunung ini sangat menarik karena aktifitas vulkanik yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja menjadi ancaman bagi warga yang tinggal di sekitarnya, namun ini tidak menyurutkan warga untuk tetap tinggal dan beraktifitas di kaki gunung.

Salah satu lokasi terbaik untuk mengamati Gunung Merapi adalah dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan. Pos ini terletak 1278 m dari permukaan laut dan hanya berjarak 4,4 km arah barat laut dari puncak gunung, dan termasuk wilayah Kecamatan Dukun, Kabupatan Magelang, Jawa Tengah. Pos ini bisa dicapai dari jalan raya Boyolali-Mungkad maupun dari Muntilan.

Tampak depan pos pengamatan Merapi Babadan

Saat ini pos ini dikelola oleh Direktorat Vulkanologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Minerail. Pos ini bertugas mengamati, mengumpulkan data, dan mengolah data aktifitas Gunung Merapi untuk kemudian disampaikan kepada pihak berwenang dalam mengambil langkah selanjutnya seperti menentukan status Gunung Merapi.

Pos ini mulai dibangun sejak tahun 1954 pada jaman Presiden Soekarno. Yang menarik adalah adanya bunker sebagai tempat perlindungan dari bahaya awan panas (disebut wedhus gembel dalam bahasa setempat) yang sudah dibangun sejak tahun 1931 pada jaman Belanda. Awan panas sebenarnya adalah aliran massa turbulen yang terdiri dari bongkahan kerikil, pasir, debu, dan gas panas yang berasal dari hancuran kubah lava aktif yang meluncur dengan kecepatan hingga 90 km/jam dengan suhu sekitar 350 derajat celcius.

Hal paling menarik dari pos ini adalah pemandangan puncak Merapi yang sangat jelas, tentu saja bila tidak tertutup kabut dan awan. Kita juga bisa melihat jelas alur Sungai Senowo yang terletak di sebelah pos ini. Karena aktifitas vulkanik yang sangat tinggi, bentuk puncak mudah sekali berubah.

Penampakan puncak Merapi dari Pos Babadan

Selain itu, kita bisa melihat foto-foto aktifitas Gunung Merapi di masa lalu. Ada juga peralatan-peralatan pemantauan gunung berapi yang masih berfungsi. Pada tahun 2010, pos ini sempat ditutup dan dipindahkan ke Desa Krinjing yang terletak lebih bawah, karena ancaman awan panas yang bisa membahayakan keselamatan petugas pos. Kita juga bisa membeli suvenir berupa foto-foto letusan, awan panas, dan juga CD rekaman video saat gunung ini meletus dan mengeluarkan awan panas.

Karena pos ini terletak sangat dekat dengan puncak gunung, pengunjung diminta selalu waspada dan memarkir kendaraan dalam posisi siap meninggalkan tempat (parkir mundur). Pengunjung juga harus mematuhi aturan-aturan seperti tidak melewati batas aman yang telah ditetapkan, demi keselamatan bersama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s