Hotel-hotel unik dan menarik yang pernah saya tiduri


Tentu saja daftar hotel yang ada di sini tidak akan seheboh dan sekeren daftar Weird and Famous Hotels yang ditayangkan di sebuah kanal TV kabel. Ini hanyalah beberapa akomodasi yang pernah saya inapi dan saya anggap layak untuk diulas, selain karena kenangan pribadi bagi saya, bisa juga dapat dijadikan rekomendasi bagi teman-teman.

1. Jungle Inn (Bukit Lawang Sumatera Utara)

Hotel ini menempati posisi pertama terunik yang pernah saya tinggali. Jungle Inn berada di Bukit Lawang, Sumatera Utara. Dari jalan utama Bukit Lawang anda masih harus mendaki bukit sekitar 10 menit. Apa yang unik? Di kamar kami ada sebuah batu besar — batunya lebih besar dari kamar kami. Memang, penginapan ini dibangun di sebelah tebing, sehingga kamar-kamarnya harus menyesuaikan bentuk tebing. Pada malam hari, terdengar tetesan air di atas batu. Di balkon kamar, terdapat sebuah hammock di mana kita bisa melihat sebuah air terjun mini pribadi. Tarif kamar tahun 2008 adalah Rp 80.000.

Saya mejeng bersama batu besar Jungle Inn


2. Indochina Sails (Halong Bay, Vietnam)

Uniknya karena akomodasi ini adalah sebuah kapal kayu.Jangan salah, walaupun sebuah kapal, kamarnya tidak kalah dengan hotel bintang 4. Walaupun tidak begitu besar, kamar-kamarnya sangat bersih dengan kamar mandi standar hotel mahal. Jendela kapal pun langsung menawarkan pemandangan indah Halong Bay. Tarifnya tahun 2010 adalah sekitar US$ 200 per malam untuk 2 orang, sudah termasuk transport Hanoi-Halong Bay-Hanoi, makan siang, makan malam, serta kunjungan ke beberapa lokasi wisata di Halong Bay.

Puput bersantai di sundeck. Maaf tidak ada foto kamar karena ternyata semuanya X-rated. Hayyyah!

3. Mulih k’ Desa (Garut, Jawa Barat)

Hotel ini unik karena menang dibangun di antara sawah-sawah buatan. Bisa dijadikan alternatif bagi anda yang ingin berakhir pekan. Sangat cocok untuk keluarga, karena anda dapat melakukan berbagai aktivitas seperti menanam padi, menangkap belut, naik kebo, dan sebagainya. Restorannya di saung-saung, dengan konsep kembali ke tempoe doeloe. banyak nyamuk, harus bawa obat nyamuk. Tarif tahun 2012 adalah Rp 650-850 ribu. Lokasi sekitar 10 menit sebelum Kampung Sampireun.

Sosok Mulih ka Desa ketika fajar belum menyingsing

4. The Fullerton (Singapura)

Hotel ini unik karena dulunya adalah kantor pos. Dan yang pasti juga mahal. Hotel terletak tepat di depan jembatan pertama di Singapura, Cavenagh Bridge, juga Andersen Bridge. Tidak tahu berapa tarifnya semalam karena kami dibayari kantornya Puput. Kalau tidak, pasti sudah terdampar di Geylang atau Little India.

Bermesraan di balkon kamar wekekekke

5. Bodhi Tree Ummah (Phnom Penh, Kamboja)

Hotelnya sih tidak ada uniknya. Bagus, bersih dengan pelayanan yang cukup baik. Tetapi lokasinya tepat di depan Tuol Sleng, Museum Genosida yang dahulu digunakan sebagai penjara untuk menyiksa sekitar 17 ribu orang-orang tak bersalah, termasuk anak-anak. Saya dan Mbak Yudit — rekan berpetualang saat itu — kalau keluar dari hotel selalu mepet menjauh pagar Tuol Sleng sambil mengucap dzikir banyak-banyak. Kabarnya, masyarakat sekitar masih sering mendengar jeritan di malam hari. Tarif tahun 2008 adalah US$38 (kayaknya).

6. Estancia Resort (Tagaytay, Filipina)

Tidak ada yang terlalu unik dengan hotel ini, hanya saja kamar-kamarnya merupakan pondok-pondok beratapkan sirap (nipa hut). Yang paling menarik adalah pemandangan dari balkon kamar langsung ke Taal, gunung berapi terkecil di dunia. Kelemahan utama hotel ini adalah kamar-kamar yang berjauhan, dan jarak yang lumayan jauh dari lobi. Saya yang pada saat itu pergi sendirian agak ndredeg juga kalau balik ke kamar malam-malam. “Ya Allah saya lagi di mana sih ini?” Tarif semalam US$30

7. Puri Lumbungan (Munduk, Bali)

Salah satu hotel yang saya rekomendasikan.Pemandangan  sekitar seperti negeri di awan. Mereka menyajikan kopi Bali yang sangat enak. Waktu itu Puput berhasil menawar dari sekitar 600rb per malam jadi 250rb an. Bener ga, Cup? Kami menemukan hotel ini secara kebetulan karena tersesat dan kemalaman. But then we found paradise.

Puri Lumbungan

8. Brunswick Height (Melbourne, Australia)

Akomodasi yang ini unik sekali, selain tidak bayar juga selalu mendapat makanan gratis. Ga dink….ini adalah unit teman saya yang baik hati Ririn dan suaminya Ipung, yang telah berbesar hati menampung kami selama hampir 2 minggu di Melbourne. Harap maklum travelers kere butuh tumpangan :D. Tarif: gratis.

Bersama tuang rumah. Anakku…anakku di mana?
Advertisements

9 thoughts on “Hotel-hotel unik dan menarik yang pernah saya tiduri”

  1. halo bu lenka, saya kebetulan mbaca blog anda dan langsung exciting……..
    saya bilang k istri(yg punya bakat nulis terpendam) tuh liat bu, kecil@ pinter nulis heheheh
    sukses ya

    Like

    1. wah makasih ya pak. tapi rasanya saya udah ga kecil2 amat lho :D. istrinya juga disuruh sering baca blog iniya pak hehe

      Like

  2. Lenk, kayaknya yang paleng menarik Brunswick Height , coba saya dibagi no telpon kawannya,sapa tau bisa diizinin nginap juga, kan nasibnya sama, backpacker kere ,hehhehehe.
    Trus yang di bali kayaknya mantaff,soalnya suka susah kalo nyari yang begini.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s