Berprasangka Baik Pada Suami


“Entar kamu ditindas lho sama suamimu!”
“Kalau ada apa-apa sama suamimu gimana?”

Ibu-ibu yang dulu bekerja dan kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga seperti saya pasti pernah mendengar kalimat-kalimat di atas. Pernah, atau mungkin malah sering, bahkan dari keluarga dekat. Sebagian (kecil) mungkin peduli, sebagian lain hanya bilang demikian sebagai bentuk ketidaksetujuan atas pilihan kita. Padahal, makani wae ora ndadak melu protes barang gyaaa gyaaa…

“Apa-apa” di sini adalah eufemisme dari suamimu: di-PHK, sakit, meninggal, poligami sementara kamu ga rela berbagi suami karena imanmu ga sekuat istri Nabi dan Teh Ninih😇, dan selingkuh. Pokoke segala macam hal yang kalau orang Jawa jaman dulu bilang amit-amit jabang bayi. Continue reading Berprasangka Baik Pada Suami

Seoul The Capital of Skin Care


Deretan penjual skincare
Deretan penjual skincare

Berapa banyak jenis produk skincare yang kamu pakai dalam satu hari? Kabarnya perempuan Korea (Selatan) bisa menggunakan 10 hingga 18 jenis produk perawatan kulit yang berbeda dalam satu hari. Lupakan itu pembersih-toner-pelembab. Ritual membersihkan wajah yang menurut simbok-simbok macam saya itu sudah ruwet dan menghabiskan waktu, sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bagaimana perempuan Korea Selatan merawat diri. Continue reading Seoul The Capital of Skin Care

Si Tebing Breksi yang Makin Seksi


Bagaimana tidak makin seksi, dinding-dinding tebing kelabu pucat itu kini dipercantik dengan ukiran-ukiran. Relief-relief kisah pewayangan. Sementara itu, Sang Merah Putih berkibar di setiap sisi. Nasionalis tradisionalis. Modern dan masa lampu. Kekinian dan kekunoan.

***

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih menulis untuk Yahoo Indonesia, saya pergi menyambangi Candi Ijo. Candi ini berada di Bukit Ijo, merupakan wilayah cagar budaya. Keberadaan Bukit Ijo, yang berada di ujung timur Kabupaten Sleman ini konon menjadi (salah satu) alasan mengapa landas pacu Bandara Adisutjipto tidak dapat diperpanjang. Hence, bandara pun menjadi tidak dapat diperbesar karena ada sungai di sisi barat.

Taman Tebing Breksi
Taman Tebing Breksi

Kala itu, dalam perjalanan saya melewati sebuah bukit batu besar. Truk-truk keluar masuk sekitar bukit membawa bongkahan-bongkahan batu besar. “Woh, ada tambang batu, pantes jalannya jelek. Nggak kaya jalan di Jogja,” kata Puput pada saya. Memang, bila dibandingkan jalan lain di sekitar Sleman — bahkan di sekitar Bukit Ijo sendiri — jalan menuju Candi Ijo terbilang buruk. Berlubang di sana-sini, walau mungkin hanya 1-2 kilometer saja. Continue reading Si Tebing Breksi yang Makin Seksi

Me-Time di Luar Rumah?


Malam ini saya iseng, menggabungkan antara frasa “me time” dan “Islam” dalam kolom pencarian di Google. Hasilnya, dua temuan teratas menyebutkan bahwa me time adalah produk liberal. Temuan teratas terang-terangan menyatakan bahwa me time itu sebuah konsep hasil konspirasi musuh Islam, untuk menciptakan istri-istri yang kufur pada suami. Sebaik-baiknya seorang istri adalah berada di rumah.

Ehem *tarik napas panjang dulu*

Me-time ya sendirian...
Me-time ya sendirian…

Continue reading Me-Time di Luar Rumah?

Liburan Akhir Tahun Tanpa Repot


[Sponsored Post] Pernah nggak sih membayangkan bisa liburan tanpa repot-repot? Nggak harus nunggu promo tiket. Nggak harus begadang nunggu sampai malam nunggu server maskapai lancar, dan pas mau klik “confirm booking” anak kebangun dan nangis jerit-jerit. Pas udah tenang, mau ngelanjutin booking ternyata harga udah melonjak!

Pernah nggak sih pengen liburan tanpa harus repot cari hotel. Nggak perlu buka beberapa situs booking hotel buat membandingkan harga dan reviewnya. Udah gitu sampai di sana ternyata hotelnya nggak sesuai dengan ekspektasi.banner-hulaa-di-backpackology

Belum lagi acara nyusun itinerary yang bikin kepala pusing. Ditambah lagi mikir transportasi lokal di sana. Apalagi kalau liburannya ke luar negeri, di tempat-tempat di mana kita tidak fasih bahasanya (lebih lagi hurufnya!!!). Apalagi kalau kita jalannya bawa anak-anak, yang mungkin juga belum terbiasa diajak traveling jauh dengan gaya gembel *kibas ransel butut*. Continue reading Liburan Akhir Tahun Tanpa Repot

An Indonesian travelling family, currently lives in KL. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .