Jalan-Jalan Seram di Kamboja


Wisata sejarah, saya paling suka. Cerita perang, saya juga suka. Tapi baru kali ini dibuat merinding bukan kepalang ketika berjalan-jalan. Tempat paling menakutkan yang pernah saya kunjungi adalah Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Penh, Kamboja.

Sebelum berangkat, kebetulan saya sama sekali tidak mencari informasi tentang Kamboja. Hanya tahu pasti bahwa saya akan mengunjungi beberapa museum, killing fields dan keliling kota Phnom Penh. Setibanya di Bandara Phnom Penh, saya dan seorang kawan langsung mencari taksi untuk mengantar kami ke sebuah hotel yang direkomendasikan oleh buku panduan wisata.

Hotel tersebut ternyata tepat berada di depan Tuol Sleng. “Ah, enak dekat ke museum, tinggal jalan kaki,” pikir kami. Setelah meletakkan barang-barang, kami pun segera menuju ke gerbang museum. Dari depan, tampaknya biasa saja, seperti sebuah sekolah yang terbengkalai. Tuol Sleng dulunya memang sebuah sekolah yang diubah oleh rezim Khmer Merah menjadi penjara – sering disebut S-21.

Kami memutuskan untuk tidak membayar pemandu wisata dan langsung masuk ke salah satu bangunan. Anehnya, di depan gedung terdapat tanda peringatan dengan gambar orang tertawa yang diberi tanda silang. Maksudnya adalah pengunjung dilarang tertawa atau bercanda.

tuol dpn

Begitu masuk ke dalam bangunan tersebut, saya dan kawan saya langsung terdiam. Bukan karena ada benda mengerikan yang kami lihat, melainkan suasananya langsung berubah mencekam. Bulu kuduk saya langsung merinding. Kebetulan hanya kami berdua yang ada dalam ruangan tersebut.

Ruangan-ruangan yang dulunya merupakan kelas itu digunakan sebagai tempat menyiksa tahanan, diubah menjadi sel, ruang interogasi, dan kantor sipir penjara. Kini, oleh pengelola museum, dipamerkan berbagai benda yang dulunya digunakan untuk menyiksa tahanan. Ada juga ruangan yang dipakai untuk memamerkan foto-foto korban keganasan Pol Pot.

Seorang turis Malaysia menawarkan kami untuk bergabung dengannya, karena ia sendirian dan menggunakan jasa seorang pemandu wisata. Sang pemandu wisata menjelaskan kepada kami situasi Kamboja pada tahun 1970-an tersebut. Ia bercerita bahwa ayah dan kakak laki-lakinya juga dibunuh oleh Khmer Merah.

Pemandu wisata kami juga bercerita bahwa banyak ibu-ibu yang ditangkap dengan alasan tidak jelas. Bayi-bayi yang menangis akan dilemparkan begitu saja dari lantai atas ke pagar kawat yang berduri.

Belum pernah saya merasa seseram itu. Bagi Anda penyuka Harry Potter, mungkin akan mengerti bila saya membandingkan perasaan saya seperti ketika berada di dekat Dementor. Seolah-olah semua perasaan bahagia disedot keluar dari diri kita. Saya tidak mengada-ada.

Di lantai tiga, ruangan kelas telah dibagi menjadi sel-sel kecil, berukuran 1 x 2 meter. Bau anyir masih tercium. Ada bercak-bercak darah yang masih tidak hilang, walaupun sudah lebih dari tiga dasawarsa berlalu. Sang pemandu bercerita bahwa para tahanan ditangkap kemudian ditahan dalam sel-sel kecil tersebut. Setiap pagi dan sore sipir akan menyemprotkan air dengan selang untuk air minum para tahanan.

Di bagian luar, terdapat gentong-gentong yang dulu digunakan untuk mencelupkan kepala para tahanan bila tidak memberikan informasi yang dianggap penting saat diinterogasi.

Foto-foto korban sebelum dibunuh

Foto-foto korban sebelum dibunuh

 Kabarnya ada sekitar 20 ribu orang yang pernah ditawan di sini, termasuk beberapa orang asing. Hanya ada 7 orang yang bisa lolos dari kematian di Tuol Sleng hingga rezim Khmer Merah tumbang. Semua tawanan disiksa hingga mati di Tuol Sleng, ataupun  dibawa dan dibunuh di Killing Fields Cheoung Ek – lokasi wisata seram yang akan kami kunjungi keesokan harinya.

Pulang dari Tuol Sleng ke hotel yang tepat berada di depannya, kami langsung melucuti baju, sandal, ikat pinggang untuk dicuci. Rasanya bau anyir dan perasaan seram terus mengikuti kami.

About these ads

About olenkapriyadarsani

I have nomad toes. They are itchy if I stay at home.
This entry was posted in Cambodia and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Jalan-Jalan Seram di Kamboja

  1. bacanya aja merinding.. kebayang aura mistis org yg mati tidak wajar dan arwahnya penasaran

    • olenkapriyadarsani says:

      Tapi aku niat ke sana lagi lho kak. Seneng aku wisata gituan. Pokoke dlm bbrp tahun harus family trip ke Auschwitz!

  2. Messa says:

    Ih, seramnya.. Saya yang membaca saja bisa merasa seram, mas. Apalagi mas yang mengalami sendiri disana :(

  3. Pingback: Jalan-Jalan Seram di Kamboja - Usum News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s