Transit di Abu Dhabi International Airport


Saat ini kami (saya si Simbok Galau, Papa Krewel, dan Si Bocah Ngglidik) sedang dengan terpaksa cengoh 6 jam di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Penerbangan lanjutan kami dari Amsterdam ke Jakarta memang memiliki jeda yang sangat panjang.

Ini sebenarnya kali ke dua kami transit di bandara ini. Namun yang pertama sangat pendek jadi belum sempat mendapat kesan yang lengkap. Bandara ini terbagi menjadi 3 terminal, dengan Terminal 3 adalah terminalnya Etihad Airways. Di sinilah kami sekarang berada.

Bandara Abu Dhabi kecil, sebenarnya modern, tapi entah kenapa saya kurang menyukainya.Mungkin karena terlalu padat jadi tidak nyaman. Selain itu, saat kami tiba kesanna sangat kotor, alias kemproh. Saya yakin ini bukan karena pengelolaannya melainkan tabiat para calon penumpang. Bungkus plastik, gelas kopi bertebaran di mana-mana, sampai mas-mas yang membersihkan geleng-geleng kepala.

Petugas bandara kebanyakan orang Filipina, begitu juga dengan penjaga kios. Mungkin karena tenaga kerja Filipina lebih piawai dalam bahasa Inggris dibanding TKI. Antrian untuk masuk terminal maupun gate cenderung panjang dan kurang teratur.

Bila Anda membawa anak jangan kuatir ada stroller yang disediakan pihak bandara. Warnanya oranye ngejreng. Sayangnya kok ga nemu yang jualan susu ya di terminal 3. Aduh saya jadi ga konsentrasi nulis gara-gara ada rombongan TKW ramai pakai bahasa Sunda. Saya kan jadi kebayang nasi tutug oncom.

Duty free di bandara ini tidak terlalu banyak, namun tidak sedikit juga. Banyak toko berjualan produk desainer seperti Hermes, Fendi, dll. Selain itu banyak juga penjual cokelat, tapi rasanya kok lebih mahal daripada di Changi atau KLIA.

Sebenarnya mungkin lebih enak keluar dari bandara bila waktu transit lebih dari 4 jam. Sayang, untuk WNI harus bayar visa, sementara Singapura, Malaysia, Brunei gratis tis. Aduh Deplu gimana dong?

Sekian sekilas bandara Abu Dhabi akan dilanjutkan lain kali. Foto juga menyusul setelah kami tiba di Jakarta.

About these ads

About olenkapriyadarsani

I have nomad toes. They are itchy if I stay at home.
This entry was posted in Arab states, Featured stories and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Transit di Abu Dhabi International Airport

  1. vanie Aisha says:

    Salam kenal mb,senang sekali ngebaca cerita jalan2nya,selama ini setiap akan berpergian selalu ragu untuk bawa balita, tapi after bc ceritanya mb kyaknya enjoy aja yach.

    • olenkapriyadarsani says:

      salam kenal juga mbak vanie. iya asal orangtuanya yakin, anaknya juga seneng, baca juga seri traveling dengan anak-anak ya

  2. seru banget rasanya bisa jalan-jalan kayak mbak-mas-si kecil yaaa..
    keliling dunia banget.
    biasanya travellingnya dalam rangka tugas kantor ato pure travelling as hobby or lifestyle ni??

    • olenkapriyadarsani says:

      Alhamdulillah. Lebih banyak sih traveling sebagai hobby dan lifestyle (alias bayar sendiri huaaaaaaa hiks) tapi ada juga yang nebeng tugas kantor suami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s