Camera review : Kamera saku di bawah 2 juta rupiah

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang fitur-fitur kamera saku dan tulisan tentang fitur-fitur canggih kamera saku, tentu Anda akan kembali bertanya-tanya, jadi kamera apa yang paling bagus? Tentu saja jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung selera dan fitur-fitur yang dipilih tiap orang. Sesuai ulasan saya bahwa batasan yang paling penting adalah harga, rekomendasi kamera ini berdasarkan batasan harga Rp 2.000.000. Kenapa harga ini yang dipilih, karena ini adalah batasan psikologi harga yang masih bisa dianggap terjangkau alias “murah” untuk ukuran kamera saku, namun masih dapat memperoleh kamera dengan fitur-fitur canggih yang sangat berguna bagi seorang backpacker. Saya hanya memilih 3 kamera saku terbaik agar Anda lebih fokus namun tetap memiliki pilihan sesuai kebutuhan.

1. Sony Cybershot DSC WX50 ( http://www.sony.co.id/product/dsc-wx50 )

Sony Cybershot DSC WX50 , kamera saku di bawah 2 juta yang paling direkomendasikan

Ini adalah kamera saku untuk travelling yang paling saya rekomendasikan. Kamera ini memiliki dimensi 92 x 52 x 19 mm (panjang x lebar x tebal) dengan bobot 117 gr termasuk batere. Lensanya memiliki zoom hingga 5 x dengan bukaan hingga f2.6 dan bisa diperbesar hingga 10 x dengan fitur unik yang disebut Clear Image Zoom. Pada dasarnya, fitur ini adalah gabungan optical zoom dengan digital zoom yang lebih canggih. Digital zoom sendiri sebenarnya hanyalah memperbesar ukuran piksel sehingga akan mengakibatkan gambar menjadi pecah-pecah / kotak-kotak. Dengan teknologi Clear Image Zoom, kelemahan itu diperbaiki dengan menambah piksel dengan metode intepolasi. Dengan sensor CMOS 16 megapiksel dan sensitivitas ISO hingga 12800, kamera ini menghasilkan gambar yang sangat tajam dengan noise sangat rendah. Selain itu, kamera ini juga bisa menghasilkan gambar panorama dengan fitur Sweep Panorama, sebuah fitur yang sangat berguna bagi Anda penggemar fotografi alam.  Dengan fitur ini, Anda tinggal membidik suatu obyek lalu menggeser sesuai lebar panorama yang diinginkan, kemudian kamera mengolah gambar menjadi panorama secara otomatis. Kamera ini juga sanggup menghasilkan gambar 3D, namun menurut saya tidak terlalu berguna bagi kebanyakan backpacker. Dengan segala kelebihannya, kamera ini dibanderol Rp 1.999.000 termasuk bonus SD card 8 GB dan batere original. Sebuah tawaran yang sangat menggoda, karena harga SD card dan batere original bisa mencapai 500 ribuan.

2. Nikon Coolpix S6300 ( http://imaging.nikon.com/lineup/coolpix/style/s6300/ )

Nikon Coolpix S6300 , kamera saku kompak dengan zoom hingga 10 x

Rekomendasi berikutnya jatuh pada kamera buatan Nikon. Dengan ukuran yang kompak, hanya 94 x 58 x 26 mm, dan berat hanya 160 gr termasuk batere, kamera ini memiliki fitur-fitur yang sangat dibutuhkan oleh seorang backpacker dengan dana terbatas. Fitur esensial yang dimiliki adalah lensa dengan 10 x zoom dengan bukaan f3.2, sensor CMOS 16 megapiksel, sensitifitas ISO hingga 3200, dan mode video full HD 1920 x 1080 30 fps (frame per second). Sangat sedikit kamera saku dengan ukuran sekecil ini yang memiliki lensa hingga 10 x zoom. Dengan zoom sebesar ini, tentu akan sangat memudahkan memotret obyek-obyek jauh yang sulit atau bahkan tidak mungkin untuk didekati seperti foto satwa liar. Kamera ini juga mampu menghasilkan gambar kualitas sangat baik dengan noise yang rendah. Apalagi didukung ISO 3200, suasana malam akan lebih mudah diabadikan dengan baik meskipun tanpa tripod. Kamera ini juga dilengkapi dengan filter kreatif sehingga Anda tak perlu repot-repot mengedit di komputer. Anda juga bisa dengan mudah memotret panorama dengan menggabungkan beberapa foto secara bersambungan. Dengan segala kelebihannya, kamera ini bisa ditebus cukup dengan harga Rp 1.649.000, sebuah harga yang cukup murah untuk segala fitur yang ditawarkannya.

3. Canon Ixus 125 HS (http://www.canon-europe.com/For_Home/Product_Finder/Cameras/Digital_Camera/IXUS/IXUS_125_HS/index.aspx?specs=1 )

Canon Ixus 125 HS , kamera saku dengan berbagai warna menarik dan fitur Super Slow Motion Movie

Kamera berikutnya yang layak menjadi pilihan adalah Canon Ixus 125 HS. Ukurannya mirip dengan Sony DSC WX50, yaitu 93 x 57 x20 mm namun dengan bobot lebih berat yaitu 135 gr termasuk batere. Kamera ini juga memiliki lensa dengan 5x zoom, tak heran jika dimensi dan beratnya mirip Sony DSC WX50 namun lebih tipis dan lebih ringan daripada Nikon Coolpix S6300. Makin panjang zoom lensa berarti konstruksi lensanya lebih tebal dengan bobot lebih berat sehingga ukuran kamera keseluruhan akan lebih besar dan bobot lebih berat. Namun meski zoom lebih kecil, lensa Canon Ixus 125 HS memiliki bukaan lebih lebar yaitu f2.7 dibanding f3.2 milik Nikon Coolpix S6300. Ini berarti lensa Canon Ixus 125HS bisa melewatkan cahaya lebih banyak dibanding Nikon Coolpix S6300, sehingga sangat berguna ketika memotret dalam kondisi cahaya kurang. Kamera ini juga memiliki sensor CMOS dengan ISO hingga 3200. Kualitas fotonya juga sangat baik dengan warna natural dan noise rendah. Selain itu kamera ini memiliki fitur unik yaitu Super Slow Motion Movie. Dengan fitur ini, Anda bisa mengambil video dengan kecepatan hingga 240 fps yang sangat berguna untuk mengabadikan adegan yang sangat cepat seperti kegiatan olahraga untuk kemudian ditayangkan lagi dalam adegan super lambat tanpa terputus-putus. Untuk merasakan kecanggihan kamera ini, Anda cukup menebus seharga Rp 1.820.000.

Tentu saja rekomendasi diatas bukan harga mati. Anda disarankan untuk melihat spesifikasi detil untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai fitur-fitur beserta keunggulan masing-masing kamera. Pilihan seseorang terhadap merek kamera juga sering menentukan, penganut “agama” Nikon akan condong ke kamera Nikon demikian juga Canon, namun saya menyarankan jangan terlalu fanatik dengan sebuah merek karena perkembangan tekonologi kamera digital sangat cepat. Harga diatas diambil dari situs www.jpckemang.com pada tanggal 20 Januari 2013 dengan kisaran kurs 1 USD = Rp 9900. Ingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu dan bisa berbeda-beda tiap kota. Bonus juga bisa bervariasi, tergantung kebijakan produsen, distributor, maupun toko. Perkembangan tekonologi kamera juga sangat cepat, mungkin saja waktu Anda membaca tulisan ini sudah muncul kamera lain yang lebih canggih atau harga kamera lain yang awalnya mahal sudah turun hingga di bawah 2 juta rupiah.

Anda juga bisa menyimak ulasan tentang kamera saku waterproof di bawah 2 juta rupiah di sini.

402 comments to Camera review : Kamera saku di bawah 2 juta rupiah

  • Adi  says:

    mas puput, mo minta rekomendasi kamera poket yg kualitas jepretan ny sebagus iphone apa ya???hehe thanks :D

    • puputaryanto  says:

      benernya hampir semua kamera saku lebih bagus dari iphone.. iphone itu jelek kameranya, kelihatan bagus kalo di henpon aja, kalo diliat di komputer keliatan banget jeleknya… jadi ya tergantung mau seberapa bagus dan kemampuan dompet

  • yaya  says:

    mas alamatnya dimana ??

    • puputaryanto  says:

      alamat apa ya?

  • Fer  says:

    maaf mas puput ada pertanyaan lagi nih,
    kalau sony DSC WX50 compare dengan SONY DSC-WX80 lebih baik mana?
    thanks

    • puputaryanto  says:

      mirip2 sih, wx50 menang bukaan lensa lebih lebar, wx80 menang zoom… tinggal sesuai kebutuhan aja

  • Fer  says:

    mas puput,
    apa ada info terbaru tentang kamera saku rentang harga 2jtan yg di rekomendasikan?

    Thanks

    • puputaryanto  says:

      nanti aku akan update lagi… canon ixus 255 & samsung wb800f bisa dijadikan pilihan

  • wilddan  says:

    Mas put maf mau tnya, kamera sony dsc wx300 kn memiliki 10fps dalam kecepatan mengambil poto berturut trut di satu detikny. Nah apakah kamera samsung wb850f dan samsung wb350f memiliki kemampuan yg sma untuk mengambil gmbar berturut turut dlam satu detikny?
    Terimakasih sblmny, d tgu bgt jwbnny.

    • puputaryanto  says:

      sepertinya tidak sebanyak 10fps… mending coba dulu aja kalo bener2 pengen beli, kadang data di internet suka beda dengan yg ada di pasaran…

  • hengki  says:

    Mas puput. Mo nanya nih

    Aq lagi bingung mo pilih sony hx50v apa samsung wb350f, lebih bagus mna yaaa

    mohon bantuannnya

    • puputaryanto  says:

      Aku pilih Sony HX50V, zoom lbh panjang, ada GPS, bisa HDR, dan bisa pasang external flash

  • yudadipraya  says:

    Mas Puput, untuk sony wx80 memory card yg cucok apa ya mas? merk ama jenis nya..
    soale sy beli online ga dapet bonus memory card…hiks…

    • puputaryanto  says:

      SD card semua merk bisa kok.. kalo mau aman ya bawa sekalian kameranya waktu beli memori, test langsung

  • yudadipraya  says:

    ow githu..
    bentuk nya juga sy sempet liat itu kecil simple banget ya..

  • purwanto  says:

    mas puput mau tanya ,tapi maaf kalo diluar topik
    kalo menurut mas puput mana yang lebih cocok, lebih ideal untuk pemotretan sebagai berikut.
    objek manusia, berceramah di mimbar,dalam kondisi malam hari,dan tidak boleh memakai flash. antara canon G15 atau Fuji finepix x10. menurut mas puput lebih pilih mana untuk hasil yang menurut mas lebih baik dengan pilihan metode manual..
    atas jawabanya saya ucapkan terimakasih

    • puputaryanto  says:

      Kalo G15 dibanding ama X10 aku pilih G15… tp kalo boleh kasih saran yg laen, mending Sony RX100… harganya mirip2 sih, cuma emg Sony RX100 udah agak susah dicari soalnya udah ada penerusnya RX100M2

      • purwanto  says:

        waduh mas RX100 harganya jauh mas dari G15 T_T
        Btw makasih atas jawbannya mas..
        salam

        • puputaryanto  says:

          kalo RX100 MarkII emang jauh, tp kalo RX100 gak jauh kok harganya.. cm emg dah agak susah nyarinya

  • tommy  says:

    malam mas put..

    kamera sony wx 50 saya kok ada masalah. masalahny gak ke detect memory cardny, padahal sudah ganti beberapa memory card. tetep gk kebaca juga

    masa baru beli 2 bulan lewat uda kena masalah…. pemakaianny juga jarang sekali….

    tapeee dehh ( beli di ar**a photo medan)

    emangny knapa dngn wx 50 saya mas..

    mohon pencerahanny..

    thanks

    • puputaryanto  says:

      wah harus diservis kalo gitu… memory card-nya yakin ga rusak kan? mgk ada sirkuit yg putus atau chip yg rusak..

Leave a Reply