Memahami Transportasi Umum di Tokyo dan Jepang (bag. 2, Mengenal rute kereta Tokyo)


Setelah mengenal jenis-jenis kereta pada tulisan pertama, selanjutnya Anda perlu mengetahui penyedia layanan kereta, rute-rute kereta tersebut, dan bagaimana memanfaatkan jalur yang ada untuk menuju lokasi tujuan Anda.

JR East Nishi Ogikubo station dengan kereta Chuo Line-Sobu Line

Kereta jalur biasa (saya sebut demikian untuk membedakan dengan kereta bawah tanah, shinkansen, maupun monorel) dioperasikan oleh Japan Rail East Company atau disingkat JR East. Perusahaan ini tergabung dalam JR Group yang juga mengoperasikan shinkansen. Rute yang dilalui kereta ini disebut JR East lines. Jalur ini terdiri dari satu jalur yang melingkar dan 35 jalur biasa (tidak melingkar) yang tersebar dari pusat kota hingga luar kota Tokyo. Total ada 36 jalur JR East. Anda bisa memperoleh peta JR East lines di sini. Jalur utama JR East adalah jalur yang melingkari pusat kota Tokyo, dikenal dengan nama Yamanote line (jalur no.9 warna hijau muda). Bisa dibilang bahwa jalur ini melingkari pusat bisnis, komersial, pemerintahan, dan kawasan elit kota Tokyo sehingga jalur ini menjadi jalur paling vital. Semua rute kereta di Tokyo, baik yang dioperasikan JR East maupun perusahaan lain, akan melewati atau bahkan berbagi jalur dengan Yamanote line. Kalau Anda perhatikan peta JR East lines, Anda akan melihat bahwa tiap rute memiliki kode warna tersendiri dan warna ini terlihat pada kereta. Pada umumnya kereta JR berwarna perak dengan strip warna sesuai rutenya. JR East juga mengoperasika beberapa jalur bawah tanah (subway) yang berbagi jalur dengan jalur permukaan, contohnya Chuo Line – Tozai Subway Line (jalur no. 13 warna abu-abu). Jalur ini berbagi jalur dengan Chuo Line (jalur no.11 warna oranye) dari Mitaka ke Nakano, namun setelah Nakano kereta ini akan memasuki jalur bawah tanah hingga ke Funabashi.

JR East Yamanote Line (jalur no.9 berwarna hijau) yang melingkari pusat kota Tokyo

Kereta bawah tanah atau subway dioperasikan oleh dua perusahaan yaitu Tokyo Metro dan Toei Subway. Bentuk kereta dan rel keduanya sama persis, namun jalur keduanya saling terpisah. Anda harus memastikan kereta apa yang ingin digunakan. Peta jalur kereta bawah tanah bisa diperoleh di sini. Jalur kereta bawah tanah lebih tersebar namun tetap saling menyambung. Anda bisa berpindah dari satu jalur ke jalur lain tanpa perlu keluar loket jika masih dalam satu layanan (Tokyo Metro saja atau Toei Subway saja). Anda juga bisa berpindah dari Tokyo Metro ke Toei Subway atau sebaliknya, namun Anda harus keluar dari loket Tokyo Metro dan masuk ke loket Toei Subway, tentu dengan membeli tiket. Kereta bawah tanah biasanya memiliki stasiun tersendiri yang terpisah dari stasiun JR, namun pada beberapa stasiun besar seperti Tokyo, stasiun kereta JR, subway, maupun shinkansen sudah terintegrasi. Tapi jangan salah, meskipun terintegrasi, Anda harus berjalan cukup jauh jika ingin berpindah dari Yamanote line ke subway. Tak heran, pengelola stasiun memasang travelator untuk mempercepat langkah pengguna jasa kereta.

Selain kereta JR dan subway, ada juga kereta jalur biasa yang melayani rute-rute khusus. Salah satu rute yang cukup penting bagi wisatawan adalah jalur yang menghubungkan Asakusa station dengan Tokyo Sky Tree.

Tokyo Sky Tree dengan latar depan jalur kereta Tobu Isesaki yang membentang diatas Sungai Sumidagawa

Selain kereta rel ganda (yang digunakan JR maupun subway), Tokyo juga memiliki kereta monorel yang dioperasikan oleh pihak swasta. Ada 3 jalur kereta monorel yang masing-masing dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda, yaitu jalur menuju Haneda International Airport, jalur menuju Narita International Airport, dan jalur Yurikamome. Jalur-jalur tersebut terpisah satu dengan yang lain, namun semuanya terhubung dengan Yamanote line. Tentu saja Anda harus keluar loket dan membayar tiket lagi bila ingin berpindah dari monorel ke Yamanote atau sebaliknya. Bagi wisatawan, jalur Yurikamome merupakan jalur yang penting karena jalur ini akan melintasi Tokyo Rainbow Bridge dan menuju pulau buatan Odaiba. Dari pulau ini wisatawan dapat menikmati keindahan jajaran pencakar langit Tokyo dengan latar depan jembatan Tokyo Rainbow. Pulau Odaiba merupakan kawasan komersial dan wisata sehingga menjadi salah satu tujuan wajib di Tokyo. Selain itu, di pulau ini juga terdapat patung Liberty seperti di New York, namun berukuran lebih kecil.

Salah satu masalah yang kerap membingungkan wisatawan adalah tidak adanya peta terintegrasi yang menggabungkan berbagai rute kereta. Anda harus memiliki minimal tiga peta, yaitu peta kota Tokyo (yang menggambarkan kondisi aktual lengkap dengan skalanya), peta JR line, dan peta subway line. Peta rute kereta, baik JR East maupun subway, hanyalah peta ilustrasi yang disederhanakan, artinya tidak menggambarkan kondisi aktual maupun skala yang benar. Jadi, Anda harus jeli melihat dimana lokasi Anda berada dan tujuan Anda, lalu jalur apa yang harus ditempuh.

Tokyo Rainbow Bridge dari kereta monorel Yurikamome Line

Sebagai contoh, dari apartemen saya di Nishi-Ogikubo ke Tokyo Sky Tree, maka jalur yang harus ditempuh adalah JR East Chuo Line-Sobu Line (jalur no. 12) dari Nishi-Ogikubo ke Akihabara, disambung JR East Yamanote Line (jalur no.9) dari Akihabara ke Ueno. Di Ueno, Anda harus keluar loket dan berpindah ke stasiun subway Ueno dan menaiki Tokyo Metro Ginza Line dari Ueno ke Asakusa. Dari stasiun subway Asakusa, Anda harus naik ke atas (namun tidak perlu keluar stasiun karena sudah terintegrasi) lalu masuk ke loket tersendiri untuk berganti kereta Tobu Isesaki Line. Jalur ini berada di permukaan, bukan subway, dan dioperasikan oleh pihak swasta, bukan JR East. Dari Asakusa, kereta akan membawa Anda langsung ke stasiun Tokyo Sky Tree dalam waktu kira-kira 10 menit. Jika Anda ingin menghemat atau sekedar ingin jalan-jalan, Anda bisa berjalan kaki dari stasiun Asakusa ke Tokyo Sky Tree dengan melewati jembatan yang membentang diatas Sungai Sumidagawa. Dari sini, Anda bisa memotret keindahan sungai dan bantarannya dengan latar belakang Tokyo Sky Tree dan pencakar langit lainnya. Anda juga akan melewati taman kota yang indah dan terawat, namun Anda perlu waktu hingga 30 menit jika ingin berjalan. Disini pentingnya peta kota yang sesungguhnya, karena dengan bermodalkan peta rute kereta Anda tidak akan mendapat gambarang seberapa jauh perjalanan Anda, apalagi jika berjalan kaki.

Patung Liberty dengan latar Tokyo Rainbow Bridge, bisa dicapai dengan kereta monorel Yamamote Line

Contoh lain adalah jika saya ingin melihat patung liberty di Pulau Odaiba, dari Nishi-Ogikubo jalur yang ditempuh adalah JR East Chuo Line-Sobu Line (jalur no.12) ke Akihabara, disambung JR East Yamanote Line (jalur no.9) atau JR East Keihin-Tohoku Line Negishi Line (jalur no.4) ke Shimbashi. Bisa juga dengan JR East Chuo Line Rapid Service (jalur no.11) ke Tokyo, disambung JR East Yamanote Line atau Keihin-Tohoku Line Negishi Lie ke Shimbashi. Dari stasiun JR Shimbashi, Anda harus keluar stasiun dan berjalan ke stasiun Yurikamome Shimbashi. Jangan khawatir, Anda hanya perlu berjalan kaki 5 menit saja. Dari Shimbashi, Anda bisa menaiki kereta monorel Yurikamome ke stasiun Daiba. Dari stasiun Daiba, Anda tinggal berjalan kaki ke arah pantai dan menikmati indahnya Tokyo skyline dengan latar depan Tokyo Rainbow bridge. Patung Liberty akan terlihat begitu Anda mendekati pantai. Oya, dari Shimbashi ke Daiba Anda akan melintasi jembatan Tokyo Rainbow yang legendaris. Jembatan ini adalah jembatan gantung / suspensi yang membentang diatas Tokyo Bay.

Setelah Anda memahami rute-rute kereta di Tokyo, pada tulisan berikutnya saya akan membahas masalah tiket dan tarif, serta cara membeli tiket dan tips-tips jika menaiki kereta di Tokyo.

About these ads

11 thoughts on “Memahami Transportasi Umum di Tokyo dan Jepang (bag. 2, Mengenal rute kereta Tokyo)”

  1. mbak olen, sy tatik. salam kenal. sy ada rencana mau ke jepang bbrp bulan lg. sy mau tanya2 sdkt, boleh ya ?
    1. apartemen di nishi ogikubo itu, daerah mana ? dekat dg stasiun kereta ?
    2. bgmn cara booking apartemennya ?
    3. biasanya bahan organik, spt makanan dilarang masuk ke negara maju, apa waktu di bandara haneda tidak ada penggeledahan ?
    4. waktu ke kaki gn fuji, brp lama perjalanan dr tokyo ke sana ?
    thanks, jawabannya ya mbak.

    Like

    1. Halo mbak tatik,

      Saya coba jaawab pertanyaannya satu2:

      1. Saya booking apartemen lewat liveinasia.com, pertama kali lihat iklan apartemen mereka di trip advisor bagian vacation rental. Yang di nishi ogikubo bisa dikatakan sebelah stasiun persis (dan sebelah supermarket besar). Mereka manage beberapa apartemen lain juga kok ada di shinjuku, ogikubo dll. Coba cek di web mereka ya.
      2. Kalau makanan fresh (buah sayur daging dll) setahu saya dilarang ke negara manapun (seharusnya). Biasanya saya bawa beras, bumbu instan, indomi, dan processed food lain (tuna kaleng, sarden, abon). Seingat saya Haneda oke2 aja, ga segampang Paris tapi ga sesulit Melbourne juga pemeriksaannya.
      3. Tokyo ke Fifth St Fuji butuh waktu lumayan lama, dari nishi ogikubo harus naik kereta ganti 3x disambung bis 1 jam. Bisa sekitar 3 jam. Dari daerah lain (asakusa dll) ganti keretanya bisa lebih byk lagi.

      Like

    2. Oh cara booking apartemennya pake kartu kredit atau transfer. Mereka akan kasih tahu kapan harus bayar. Cuma di Jepang ini harus sudah bayar 100% sebelum arrival. Pengalaman saya di Perancis dan Belanda, pelunasannya saat serah terima kunci. Bisa cek juga web2 lain yg serupa dgn liveinasia.com

      Like

    3. ilyas desu yoroshiku….
      coba jawab pert ke 4. klo pakee shinkansen paling 45 menit.klo naik kereta chubu 3.5 jam…
      nah ini yg jd tantangan…klo dr kaki gn fuji ke puncak (paling bawah) ….pengalaman ku 12jam……
      doozo tanoshimi kudasai…ganbatte

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s