Ballad, Pusat Belanja Oleh-oleh di Jeddah


Oleh Olenka Priyadarsani

Resminya pusat perbelanjaan di ibu kota Arab Saudi ini bernama Corniche Commercial Center, namun karena letaknya, lebih terkenal dengan nama Ballad. Di sinilah biasanya jamaah haji dan umroh singgah untuk membeli oleh-oleh dalam perjalanan mereka menuju ke Bandara King Abdul Aziz untuk kembali ke tanah air.

Jangan heran bila Anda melihat berbagai tulisan di etalase toko yang sangat familiar di mata, misalnya Wilujeng Sumping atau Sugeng Rawuh. Nama toko-tokonya pun sangat Indonesia, antara lain Toko Amir Murah dan Toko Gani Murah. Ini bukan karena pemiliknya orang Indonesia, melainkan karena pembeli terbanyak adalah para jamaah dari negeri kita.

Lalu apa saja yang bisa dibeli di Ballad?

Yang pertama tentu saja oleh-oleh khas haji, seperti berbagai macam jenis kurma dan produk olahannya, kacang arab, pistachio, dan kismis. Selain itu ada juga berbagai permen dan cokelat yang cocok untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Toko-toko di Ballad menggunakan nama berbahasa Indonesia. Foto: Olenka Priyadarsani

Makanan bukanlah satu-satunya benda yang dapat dibeli untuk sanak saudara di rumah. Pusat perbelanjaan besar ini juga menyediakan berbagai pilihan pakaian, terutama baju gamis, kerudung, pashmina, serta perlengkapan salat.

Kaos, boneka, mainan anak juga merupakan produk yang sangat populer di kalangan pembeli. Selain itu tentu saja wewangian dan kosmetik khas Arab juga termasuk barang dagangan yang sangat laku. Barang-barang ini tidak memiliki kandungan alkohol.

Ballad juga terkenal akan produk perhiasan emas. Jamaah haji dan umroh banyak yang memilih emas sebagai barang kenang-kenangan baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk orang-orang terdekat.

Masakan Indonesia juga mudah ditemukan di pusat perbelanjaan ini. Foto: Olenka Priyadarsani

Ada dua hal yang perlu diingat saat berbelanja di Ballad. Pertama, perhatikan keaslian barang. Parfum bermerk misalnya, salah satu jenis produk yang banyak dipalsukan. Selain parfum, jam tangan juga sering dipalsukan. Pedagang jam tangan dan parfum menghampiri para calon pembeli yang turun dari bus untuk menjajakan dagangan mereka.

Kedua, perhatikan tempat barang diproduksi. Memang tidak banyak barang yang merupakan produksi lokal, namun setidaknya, Anda tidak membeli produk buatan Indonesia. Selalu periksa dengan teliti sebelum membeli. Walaupun mungkin sulit untuk menemukan barang yang sama di Tanah Air, pasti ada rasa menyesal bila belakangan Anda menemukan label bertuliskan “Made in Indonesia” pada barang yang dibeli di Arab Saudi.

Keuntungan berbelanja di Ballad — dan juga di banyak tempat di Arab Saudi — adalah penjual yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Selain itu, pembayaran pun dapat dilakukan dalam rupiah. Nilai tukar biasanya juga lebih baik daripada bila Anda menukarkan rupiah dengan riyal di Indonesia.

Bila sudah puas berbelanja, Anda dapat mampir ke beberapa kedai makanan di tempat ini. Salah satu yang paling populer adalah bakso Mang Oedin. Setiap hari kedai ini ramai dikunjungi pembeli dari Indonesia yang tampaknya sudah rindu makanan negeri sendiri. Selain itu ada pula kedai yang menjual menu nasi goreng, sop buntut, dan pecel lele. Anda ingin sedikit berpetualang kuliner, di sini terdapat juga restoran Thailand dan Filipina — tentu saja semuanya halal.

Nah ingatlah, beribadah dahulu baru berbelanja!

Published in Yahoo! Travel

About these ads

3 thoughts on “Ballad, Pusat Belanja Oleh-oleh di Jeddah”

  1. Gak ada salahnya beli barang buatan Indonesia yang ada di Mekkah, kan duitnya juga balik ke Indonesia. Emang kenapa pak kalo negeri kita bisa tambah kaya. Mungkin bapak juga tahu, di Saudi pembeli terbesar adalah jamaah dari Indonesia. Jamaah dari negeri lain belanjanya ndak sedahsyat jamaah Indonesia lo pak, even Malaysia. Mereka belanjanya rasional.

    Trus bapak mungkin juga tahu, barang buatan Saudi malah sangat jarang kita temui disana. Yang paling banyak barang dari China, padahal sedikit banget orang China yang tinggal di Saudi apalagi Mekkah-Medinah, karena memang mayoritas orang Tiongkok bukan muslim jadi mereka tidak diperbolehkan masuk tanah haram. Menurut saya, inilah hebatnya mereka, biar orangnya ndak bisa masuk Mekkah-Medinah tapi barang mereka ada disana. Tetep kayalah mereka!!

    La kita, orangnya banyak disana, tapi produknya hampir gak ada, dah gitu jamaahnya konsumtif banget. Jadi, jauh2 ke Arab yang kebeli barang buatan Cina. Kenapa enggak kita beli barang buatan kita sendiri?? Sekalin kita produksi besar2an buat dikirim ke Saudi seperti orang2 Tiongkok, toh sebenernya kita lebih tahu selera jamaah dari negeri kita sendiri.

    Barang asli Saudi atau negara timur tengah dijual dengan harga lebih mahal dari barang2 buatan Cina pak. Dan orang kita lebih suka beli barang murah, jadilah orang Tiongkok tambah kaya….. Lawong jauh2 ke saudi jamaah malah beli barangnya orang China. Hadeh…!!!

    Ok Pak, jangan mengecilkan negeri kita sendiri ya Pak!!
    Salam Damai….

    Like

    1. Terimakasih mbak atas komentarnya.
      Pertama, saya bukan “pak”.
      Kedua, Tulisan ini saya buat sama sekali bukan dengan maksud mengecilkan barang buatan sendiri. Ini ditulis dari sudut pandang pengunjung dan pembeli. Banyak di antara jamaah haji dan umroh yang tidak memperhatikan label barang, sehingga setibanya di Indonesia banyak yang merasa menyesal karena membeli barang buatan negeri sendiri. Ini bukan karena mereka kecewa dengan kualitas produk. ini adalah hal yang alami. Saya pun akan merasakan kekecewaan yang sama bila mengalaminya. Apalagi bila ternyata barang-barang tersebut dapat ditemukan di Indonesia, misalnya di Pasar Arab Tanah Abang, dengan harga yang lebih murah. Membeli barang produk dalam negeri di negeri sendiri tentu juga juga lebih ramah lingkungan karena jumlah carbon foot print yang lebih sedikit.
      ketiga, saya sama sekali tidak pernah menyarankan untuk membeli produk negara lain, baik negara muslim maupun bukan. Menurut saya itu hak pribadi masing2. Saya sendiri hanya membeli roti kurma buatan Arab Saudi untuk oleh2.
      Sekali lagi terimakasih atas komentarnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s